Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 83


__ADS_3

Elena langsung turun dari mobil tanpa menunggu suaminya lebih dulu, ia rasa dengan sikap Roy uring-uringan memang ada hubungannya dengan wanita yang bernama Laura.


Roy langsung menyusul istrinya, karena ia menyadari mimik wajah Elena yang nampak kesal. Elena masuk ke kamar, hari ini cukup melelahkan baginya. Ditambah lagi dengan kabar berita yang membuatnya kesal. Bagaimana tidak, ada nama Laura yang terucap dari bibir Adam. Ia yakin kalau di antara suaminya dan wanita itu ada apa-apanya.


"El," panggil Roy, "aku bisa jelaskan, kamu jangan salah paham soal Adam menyebut nama Laura, ya. Itu tak seperti apa yang kamu bayangkan."


"Emangnya apa yang aku bayangkan? Kenapa kamu beranggapan tentangku seperti itu? Apa jangan-jangan kamu memang ada hubungan dengan wanita itu?" Elena menatap tajam suaminya. Sungguh, ia tak menyangka bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya.


"Tidak, El. Dia hanya masa laluku, kamu jangan beranggapan aku ada hubungan dengannya," jelas Roy, "hanya kamu yang aku cinta, El." Roy meraih tangan Elena, lalu mengecupnya.


"Jadi dia wanita yang membuatmu patah hati? Sampai kamu menutup hatimu selama ini, apa kamu bisa meyakinkanku kalau kamu tidak akan terpincut lagi sama tu cewek?" tanya Elena.


"Aku sudah mengubur masa laluku dalam-dalam, kamu lembaran baruku, El. Kamu bisa percaya padaku, aku tidak mungkin kembali padanya," terang Roy.


"Lalu kenapa Adam bilang ini karena Laura?" Elena masih curiga, "kamu terbuka padanya, kenapa padaku tidak? Kamu sengaja menyembunyikan semua ini dariku, hah?" cecar Elena, "apa yang kamu rencanakan setelah dia datang lagi? Apa lagi tanpa bilang padaku soal wanita itu, kamu berniat kembali padanya 'kan?"

__ADS_1


"Kamu itu terlalu cemburu, El. Sudah kubilang, aku hanya mencintaimu. Tidak ada wanita lain atau pun Laura." Roy menarik tubuh Elena ke dalam pelukkannya.


"Jangan marah lagi, ini ujian untuk cinta kita."


"Ujian untukmu, aku gak! Dia masa lalumu yang paling berarti, aku hanya serpihan dari hidupmu yang baru."


"Cemburumu tidak beralasan, apa buktinya kalau aku masih mencintainya? Aku minta jangan bahas masalah ini lagi ya? Aku sudah melupakannya, hanya kamu yang aku cinta." Roy melepaskan pelukkannya, lalu menatap wajahnya.


Baru saja, Roy akan menyambar bibir istrinya. Tiba-tiba Adam berdehem, "ehem, kalau mau mesra-mesraan ya ditutup dulu dong, Roy pintunya. Main sosor aja."


"Lah, kok malah ditutup sih? Roy, aku tidur di mana?" tanya Adam berteriak.


"Terserah, banyak kamar kosong, kamu bisa pilih salah satunya," jawab Roy dari dalam kamar.


Malam ini, Roy tidak ingin istrinya marah. Ia terus berprilaku manis pada istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu pasti capek ya, El? Aku pijat ya?" Roy mulai memijat pundak Elena, hingga Elena merasa nyaman dengan pijatan itu. Padahal, itu hanya modus bagi Roy. Pijatan pun beralih ke arah yang diinginkan.


Pertengakaran memang akan berujung manis, seperti yang dialami Elena dan Roy saat ini. Lampu sudah dimatikan, Roy terus dengan aksinya. Memberikan pijatan yang membuat Elena semakin merasakan nyaman, nyaman dalam larut yang terbuai.


Suara ******* terus menggema di kamar Elena dan Roy. Ujian yang datang akan menambah rasa cinta keduanya menjadi semakin kuat, hanya kejujuran dan kepercayaan yang mereka miliki. Hingga pergelutan semakin memanas di antara keduanya.


.


.


.


...----------------...


**Yuhu .... Aku kembali, gaes๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Silahkan bayangkan sendiri bagaimana ekspresi mereka ya readers, wkwkwk. Maaf, up'nya dikit. Auto ngebut nih, demi kalian. Terus setia ya, gaes. Maaf kalau part ini sedikit tidak jelas, wkwk** ....


__ADS_2