Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 195 Tak Berdaya


__ADS_3

Tubuh Dewi menegang saat suaminya menyentuh kedua pundak secara gamblang. Tanpa ada penutup, hingga kulit mereka saling bertemu. Dalam keadaan tanpa memakai apa pun, gadis itu semakin gemetar, apa lagi saat Nathan mengajaknya mandi bersama.


Ya, Tuhan ... Kaki ku lemas sekali. Dewi memejamkan kedua mata sambil menunduk, malu sekali rasanya dalam keadaan seperti ini, pikirnya.


Nathan meraih dagu agar istrinya menatap ke arahnya. "Liat aku, sayang," bisiknya, "jangan malu kita sudah sah suami istri," bisiknya lagi. Nathan membuka kancing kemeja putihnya dan melepasnya. Melempar kemeja itu dengan asal. Membuka ikat pinggang dan melecuti semuanyanya tanpa tersisa.


Sesuatu di bawah sana sudah sangat menegang. Dewi semakin gemetar saat tonjolan itu mengenai paha karena Nathan merapatkan tubuhnya. Menyalakan shower sampai keduanya pun mulai basah kuyup. Memeluk Dewi dengan secara perlahan, dan gadis itu membalas pelukkannya.


Meraba bagian belakang tubuh istrinya, dan mulai turun ke bagian bawah. Memberi sensasi panas dingin pada istrinya, mere*masnya dengan perlahan. Menarik tubuh untuk melihat wajah Dewi sejenak. Menangkup kedua pipi dan mulai mencium bibirnya sekilas. Merasa tertarik, ia kembali menciumnya dan sedikit bermain.


Dewi membuka mulut, membiarkan suaminya mengeksplornya. Luma*an semakin memanas, permainan lidah mulai ternikmati. Nathan mematikan kucuran air itu karena tubuh Dewi bergetar. Yang dirasakan gadis itu bukan karena dingin melainkan hawa yang membuatnya terasa panas. Bergetar karena tangan suaminya mulai menjelajah, menyesuri bagian tubuhnya.


Tangan mulai mengapit bagian leher, memperdalam ciuman mereka. Napas mulai terasa berat hingga keduanya melepaskan tautan itu. Tersengal dalam keadaan semakin memanas. Tak hanya disitu, tangan Nathan kembali menyentuh. Mengikuti setiap lekukan indah tubuh istrinya. Merambat semakin ke bawah dengan satu tangan, di mana titik yang paling sensitif.

__ADS_1


Tangan yang satunya sibuk mere*as gunung kembar, mengusap put*ng dengan ibu jari yang sudah mulai mengeras. Memberikan sesasi yang luar biasa, menye*ap put*ng itu dengan sangat lembut. Dengan lincah, lidahnya memainkannya.


Pengalaman pertama berhasil dilakukan, membuat Dewi semakin tak berdaya dengan rasa kenikmatan yang diberikan suaminya. Tidak berpengalaman, tapi bisa melakukannya karena pria itu sering menonton adegan panas saat kuliah dulu bersama teman-temannya.


Tangan di bawah sana mulai menari-nari pada lipatan kecil. Menggeserkan kaki jenjang Dewi agar sedikit terbuka. Terus menyentuh bagian sensitifnya, sehingga Dewi mengeluarkan suara indahnya.


"Kamu sudah basah," bisiknya menarik wajah dari sesapan gunung kembar.


Melihat Dewi seperti tak berdaya akan perbuatannya, dan ia merasa bangga karena bisa melakukannya dengan sederhana tapi mampu membangkitkan gairah di usia Dewi yang sekarang.


Dewi mendekap kepala suaminya dan menjambak rambutnya. Menekan kepala agar sesapan itu sedikit mengencang. Tubuhnya bergetar, merasakan sesuatu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Nathan melepaskan aktivitasnya. Bibirnya melengkung, bangga dengan perbuatannya. Lalu, dirinya kembali menyalakan shower. Nathan memandikan tubuh istrinya. Bermandikan busa melimpah membuatnya menikmati menyusuri tubuh indah itu. Membersihkannya karena sudah puas memainkan gunung kembarnya. Shower dimatikan, karena merasa semuanya sudah bersih. Mengeringkan tubuh mereka dengan handuk.

__ADS_1


Nathan meraih tubuh istrinya dan membopongnya ala bridal style, berjalan menuju kamar dalam keadaan tanpa penutuh tubuh. Mendudukkan istrinya di tepi ranjang. Pria itu berlutut menghadap istrinya. Membuka lebar paha istrinya, lalu memeluk, dan membenamkan kepala di perut Dewi.


Terlepas itu, ia kembali melu*mat put*ngnya dengan secara lembut. Des*han menggema di ruangan. Melepaskan ******n dan mendongakan wajah pada wajah istrinya. Dewi menutup bagian sensitifnya di bawah sana, merasa malu karena suaminya menatapnya.


"Jangan ditutup, aku ingin melihatnya." Nathan menarik tangan itu. Dewi menjepitkan paha. "Jangan begitu, aku mau melihatnya. Kamu tadi menikmatinya saat aku menyentuhnya. Dan kali ini aku akan membuatmu merasa terbang di awan."


Dewi memekik saat lidah mulai menyetuh area bagian tubuhnya di bawah sana. Nathan mengangkat satu kaki istrinya di sisi ranjang memberi ruang mempermudah aksinya.


"Kak ..." Dewi menjambak rambutnya suaminya dengan kasar, rasa campur aduk dirasakannya. Lidah sibuk di bawah sana, dan tangan memainkan kedua put*ngnya. Tak berdaya, Dewi benar-benar tak berdaya. Tubuhnya kembali bergetar untuk yang kedua kalinya.


_


_

__ADS_1


Tak cubit jika ada yang bilang menggantung, haha.


Semoga puaa dengan pemanasannya, wkwk ...


__ADS_2