Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 28


__ADS_3

"Mommy akan memiliki cucu?" tanya Anye sumringah.


Andra menghela napas, inginnya ia katakan yang sebenarnya sekarang. Melihat kebinaran sang mommy membuatnya terpaksa masih menyembunyikan ini semua. Ia harus memperjelas semuanya lebih dulu dengan bukti yang komplit.


"Apa itu benar Dokter Zack? Istri Andra hamil?" tanya Anye lagi untuk meyakinkan.


"Iya, Aunty," jawab Zack. "Kalau ingin lebih jelas lagi saya sarankan ke dokter obygn saja."


"Oh ... Sayang, terima kasih sudah mengandung cucu Mommy." Anye memeluk Aileen. Tapi wanita itu hanya bisa diam tanpa ekspresi.


"Apa yang sedang direncanakan Andra? Kenapa dia tidak bilang yang sebenarnya? Padahal dia tahu kalau anak yang aku kandung bukan anaknya," batin Aileen yang masih berada di pelukkan Anye.


Kedua wanita itu masih bersama, sedangkan Andra langsung menarik dokter Zack untuk keluar dari kamar.


"Kalau test DNA diusia kehamilan, berapa usia yang bisa dilakukan?" tanya Andra pada Zack.


Zack mengerutkan keningnya. "Untuk apa melakukan test DNA? Apa kau tidak yakin kalau itu bukan anakmu?" tanya Zack.


"Ceritanya panjang, Zack. Apa bisa test DNA?"


"Bisa, diusia kehamilan 10 sampai 12 minggu. Tapi resikonya tinggi, itu bisa mengakibatkan keguguran," jelas Zack.


Kini Andra dibuat pusing, jika menunggu anak itu lahir masih lama. Tapi ia tak mau membunuh anak yang tak berdosa, bagaimana pun anak itu tidak tahu apa-apa.


"Roy, tugasmu sekarang cari bukti perselingkuhan Aileen dengan kekasihnya itu. Terserah apa rencanamu, aku butuh bukti secepatnya untuk membuktikan pada Daddy," perintah Andra pada sekretarisnya.


"Siap, Tuan. Saya akan segera melakukan itu, kita harus mencurigai tuan Adam. Dia salah satu pria yang dekat dengan Nona Aileen."


"Adam? Adam Bagaskara?" tanya dokter Zack.


"Kau kenal dengannya?" tanya Andra.


"Tentu, dia salah satu pasienku. Pantas, aku merasa tidak asing dengan istrimu, aku ingat kalau istrimu pernah datang dengan Adam."


"Untuk apa mereka menemuimu?" Andra semakin penasaran.


Sebetulnya itu privasi, sebagai dokter tak seharusnya ia mengatakan ini pada orang lain. Zack pun bingung harus mengatakannya atau tidak.


"Untuk apa mereka datang, Zack?" desak Andra. "Kau itu sahabatku, apa kau tidak ingin menolongku?"


"Bukan begitu, Ndra. Tapi-."

__ADS_1


"Ayolah, Zack. Aku tidak mungkin membiarkan ini lebih lama, apa kau mau wanita itu membohongi keluargaku? Cukup aku yang ditipu olehnya."


"Mereka datang untuk vasektomi," jelas Zack.


"Vasektomi?"


"Iya, memasang pengaman."


"Sial, Aileen benar-benar gila se*xs," rutuk Andra.


Andra tak menyangka pada istrinya itu, bisa-bisanya ia menikah dengan wanita sepertinya. Karena penasaran apa yang terjadi pada Andra, Zack pun menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Hingga pada akhirnya, dokter Zack tahu yang sebenarnya. Ia sampai bergidik ngeri ternyata ada wanita yang nekat sepertinya. Ia juga tak bisa diam saja jika temannya dibohongi mentah-mentah, apa lagi ia tahu keluarga Wiliam. Keluarga yang sangat menjunjung tinggi nama baiknya.


"Tapi jika test DNA sangat beresiko, Ndra. Kasian dengan bayi yang tak berdosa," ucap Zack.


"Baiklah, aku tidak akan ambil resiko itu. Aku akan cari bukti perselingkuhannya."


* * *


"Mom." Aileen terisak di pelukkan ibu mertuanya, entah apa yang direncanakannya sekarang. Yang ia bisa lakukan hanya meminta perlindungan pada mertuanya.


"Sepertinya begitu, Mom. Apa Mommy percaya padaku? Andra selalu menuduhku selingkuh, padahal dia yang bermain di belakangku." Aileen terus mengeluarkan air mata buayanya.


"Maksudmu, Andra selingkuh?" tanya Anye tak percaya.


"Iya, Mommy tahu siapa wanita itu? Dia Nindya, pembantu itu," ucapnya mengadu.


"Tidak, Ai. Mereka tidak ada hubungan apa-apa, Mommy kenal siapa Nindya. Jadi Mommy rasa ia tak akan berani melakukan itu," kilah Anye.


"Mommy bisa membuktikannya sendiri kalau dia sudah kembali."


Apa Anye harus percaya? Tapi hatinya mengatakan mereka tidak mungkin menjalin hubungan, bahkan ia tak pernah melihat anaknya berduaan dengan pembantunya. Hanya waktu itu saja ia tahu anaknya pergi dengan Nindya, itu pun hanya masalah pekerjaan bukan ada hubungan.


"Sudahlah, sebaiknya kamu istirahat. Jangan banyak pikiran, Mommy tidak ingin sesuatu terjadi pada calon cucu Mommy. Mommy akan hubungi Daddy biar dia tahu bahwa kamu hamil."


* * *


Setelah selesai dengan masalah di pabrik, Wiliam segera kembali ke kota. Apa lagi ia mendengar kabar dari istrinya bahwa menantunya tengah mengandung, betapa bahagianya ia sekarang. Bahkan Anye menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi pada rumah tangga Aileen dan Andra. Wiliam memang sedang dalam perjalanan, jadi ia tak membutuhkan waktu lama sampai di rumah anaknya.


Wiliam sedikit geram pada anaknya itu, bisa-bisanya menuduh Aileen selingkuh. Bahkan ia sudah memperegoki mereka sedang bercinta, jadi mana mungkin Aileen selingkuh dan memiliki anak dari orang lain.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Andra, Wiliam segera menemui anaknya itu. Ia melihat anaknya yang sedang berbincang dengan dokter Zack juga dengan Roy.


"Andra, Daddy ingin bicara denganmu!" Nada itu tergengar sangat sinis.


Andra, Zack, juga Roy langsung mengalihkan pandangannya pada pria paruh baya itu.


"Daddy." Ucap Andra seraya bangkit dari posisinya.


"Apa maksudmu menuduh Aileen selingkuh, hah? Jadi pria munafik sekali, bukankah kamu sudah menikmatinya juga? Setelah dia hamil lalu kamu menuduhnya bermain di belakangmu?"


"Daddy sudah tahu? Aileen memang selingkuh, Dad. Bahkan anak yang dia kandung bukanlah anakku."


Plak.


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Andra. Wiliam tak menyangka bahwa anaknya akan mengelak.


"Kamu benar-benar keterlaluan, Andra! Bahkan Daddy sendiri melihatmu dengan istrimu sedang-," ucapnya terputus karena Andra langsung memotongnya.


"Itu tak seperti Daddy bayangkan, itu salah paham, Dad."


"Lalu, Daddy harus percaya padamu begitu? Daddy tak mengajarkanmu untuk tidak bertanggung jawab!" hadrik Wiliam.


"Aku akan membuktikannya, Dad. Tapi Daddy harus percaya kalau itu bukan anakku, aku lakukan ini karena aku tidak ingin Mommy tahu. Beri aku waktu untuk membuktikan semuanya."


"Jangan buat malu keluarga dengan tuduhanmu, Andra! Keluarga Aileen tidak akan terima dengan tuduhanmu!"


"Aku tidak asal menuduh, Daddy. Semua akan terbukti kalau dia memang selingkuh."


Semua mendadak sunyi karena Wiliam pergi meninggalkannya.


"Arghhh ... Wanita bermuka dua! Aileen benar-benar sudah mencuci otak orang tuaku. Roy, segera kamu pantau itu si Adam, aku yakin kalau dia tahu Ailen hamil dia tak akan diam saja."


"Iya, Tuan." Roy segera pergi dari sana.


Kini hanya menyisakan Zack dan Andra di sana.


"Tenanglah, semua akan terbukti." Ucap Zack seraya menepuk bahu Andra.


* * *


Sementara Aileen, kini wanita itu selamat dari tuduhan untuk sementara waktu. Tapi ia memang tak bisa mengelak akan kehamilannya, selama ia berada di keluarga Wiliam ia tak akan membiarkan suaminya bahagia dengan Nindya. Jika ia tak bisa mendapatkannya, maka ia pun tak akan membiarkan Andra bersatu dengan wanita yang dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2