Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 183 Menyanggupi Permintaan Doni


__ADS_3

"Restu apa?" tanya Doni.


"Kami mau bertunangan," jawab Nathan.


Doni menatap Nathan dan Dewi secara bergantian, menilisik wajah mereka. Setahunya, Dewi tidak memiliki kekasih. Bahkan ia berencana untuk menjodohkannya dengan Akhsa.


"Tapi Papa sudah ada calon untukmu, Papa kira kamu menyukainya karena kamu cukup dekatnya. Kamu yakin ingin bertunangan dengannya?" tanyanya pada Dewi. Gadis itu mengangguk.


"Tidak akan menyesal?" yakin Doni, "sudah berulang kali dia melontarkan hinaan padamu tanpa tau yang sebenarnya," terang Doni sedikit emosi.


"Tapi, Pa--"


"Kamu pikirkan dulu ini baik-baik, jangan cuma sesaat. Status tunangan hubungan yang cukup serius, ada cincin yang mengikatmu," kata Doni lagi.


"Siapa calon yang dimaksud, Om?" tanya Nathan. Ia merasa ini sedikit mengganjal di hati. Ia dan Dewi sudah saling suka, untuk apa dihadirkan orang ketiga? Pikirnya, ia juga tahu apa yang dilakukannya kepada Dewi sudah sangat keterlaluan, tapi di sini, ia sungguh-sungguh.


"Akhsa, Om kenal dengannya," jawab Doni.


"Pa ... Aku sama kak Akhsa hanya berteman, aku tidak ada rasa padanya. Aku tidak mau dijodohkan," tolak Dewi, "aku mencintai Kak Nathan, jadi tolong restui kami." Dewi melingkarkan tangannya di lengan Nathan.

__ADS_1


"Kamu serius pada Dewi? Tidak akan menyakitinya seujung kuku-pun?" Doni menatapnya tajam.


Nathan mengangguk mantap sambil menyentuh tangan Dewi. "Iya, Om. Aku serius dan sungguh-sungguh. Jika perlu, menikah sekarang pun aku siap," ujar Nathan.


"Kakak!" protes Dewi, "aku belum siap untuk menikah, kalau hanya sekedar mengikatku aku sudah siap," jelasnya.


Saking gemasnya, Nathan menepelkan kengingnya pada kening Dewi.


"Ehem! Kalian belum halal, jaga jarak!" cetus Doni.


Sepasang kekasih itu langsung menjauh. Nathan sangat bahagia hari ini. Ia sudah mendapatkan lampu hijau. Hatinya berbunga-bunga. Nathan melirik ke arah Dewi sambil tersenyum, kalau tidak ada calon mertua, mungkin ia sudah memangku gadis itu dan mengajaknya berputar-putar seperti yang difilm-film.


"Om belum kasih restu loh, kamu sudah senyum-senyum saja!" celetuk Doni.


Rasanya, Doni sudah tidak kuat menahan tawa saat melihat ekspresi laki-laki itu. Tidak terbayangkan jika ia menolaknya, entah apa jadinya dengan anak itu. Doni tak mungkin setega itu memisahkan kedua insan yang saling mencintainya. Ia pernah mengalami hal serupa, dan untuk itu, ia tak ingin melakukan apa yang dilakukan orang tuanya dulu kepadanya.


"Maksud Papa, apa?" Dewi pun ikut terkejut.


Seketika, Doni langsung terbahak. Dewi dan Nathan saling melempar pandangan. Mereka bingung kepada lelaki paruh baya itu, apanya yang lucu? Pikirnya.

__ADS_1


"Kalian serius sekali, jangan tegang. Papa merestui kalian," tutur Doni.


Ini baru kabar yang sesungguhnya. Nathan dan Dewi saling berpelukan.


"Et, et, et ... Sudah dibilangin belum halal, jauh-jauh kalian." Doni memisahkan mereka agar terlepas.


"Maaf, Om. Saking bahagianya," jelas Nathan tersenyum kikuk.


Lega rasanya, mereka tinggal menentukan tanggal pertunangan mereka.


"Pertemukan Papa dengan orang tuamu," pinta Doni pada Nathan, "Papa akan menentukan pertungan kalian."


"Iya, aku akan menyuruh mereka datang ke sini untuk menentukan tanggal."


Tidak menunggu lama lagi, Nathan langsung menghubungi orang tuanya. Tidak peduli dengan keberadaan mereka yang sedang di luar kota. Ia akan menyanggupi permintaan Doni untuk mempertemukan orang tuanya dengan calon mertuanya.


...----------------...


Jangan bosan ya dengan karya-karya yang aku rekomendasikan, semuanya keren-keren kok. Yuk, mampir lagi di sini.

__ADS_1


Judul : Sistem Kekayaan Pemulung



__ADS_2