
"Hentikan, Aileen!" sentak Andra.
Disaat ucapan itu terucap, Wiliam datang. Pria itu mendengar perkataan anaknya yang menurutnya itu sangat tidak sopan. Adanya Wiliam di sana, membuat Aileen langsung mencari perhatian pada pria paruh baya itu. Wanita itu langsung menunjukkan mimik wajah kecewa, bahkan mengeluarkan air matanya.
"Kalau ada masalah harusnya dibicarakan baik-baik, bukan membentaknya," cetus Wiliam yang tak tahu akan permasalahan yang sebenarnya.
"Sebaiknya kamu kembali ke hotel, ajak istrimu pulang. Kamu menginap di hotel mana? Daddy akan menyusul nanti setelah masalah ini selesai."
Mampus Andra, ia 'kan tak menginap di hotel. Kini pria itu hanya gelagapan tak jelas, dengan cara diam-diam ia menghubungi Roy lewat chat whatsup.
"Pesankan hotel untukku, aku akan membawa wanita ini ke sana," pesan Andra melalui ponselnya pada tangan kanannya itu.
"Kamu nginap di hotel mana?" tanya Wiliam lagi.
"Nanti kuberitahu alamatnya. Ya sudah kalau begitu, aku dan Aileen ke hotel sekarang juga," ucap Andra.
Aileen yang mendengar itu langsung mendadak sumringah, semoga harapan bersama suaminya bisa berjalan dengan lancar. Bahkan ia sudah memutuskan hubungannya dengan Adam secara sepihak. Ia tak ingin semuanya terlambat, tak peduli dengan perasaan kekasihnya yang selama ini sudah berjuang untuknya. Ternyata, lelaki yang dipilihkan orang tuanya memiliki segalanya. Bukan hanya kaya, Andra begitu tampan rupawan.
Ia tak rela jika suaminya diincar wanita lain, ia tak akan melepaskan suaminya. Apa pun caranya, ia akan menghalalkan segala cara. Karena ia merasa dirinya cantik, tentu akan bisa menjadikan modal untuknya. Menjadikan suaminya mencintainya.
* * *
Andra sangat risih dengan sikap istrinya. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju hotel. Wanita itu sedari tadi bergelayut manja di tubuh suaminya, yang Andra bisa lakukan hanya terus menepis tangan istrinya yang selalu mencoba menyentuh bagian sensitifnya.
Andra lelaki normal, pria mana pun akan menyadari ketika kepemilikannya disentuh seorang wanita. Aileen menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, dan jari jemarinya terus menjelajah di bagian perut dan terus selalu merambat ke bagian bawah.
Dengan cepat, Andra menangkap tangan Aileen agar wanita itu tak menyentuh tubuhnya yang sensitif. Roy yang berada di kursi depan pun melihat dari kaca mobil yang menggantung di tengah, pria itu bergidik ketika melihatnya.
Mafia yang tak pernah mengenal cinta itu berpikir seribu kali untuk mencari pasangan. Ngeri kalau melihat sikap istri dari bosnya itu. Tak lama dari situ, ponsel milik Roy bergetar. Ia melihat ponselnya yang mendapatkan pesan dari anak buahnya. Lalu, ia kembali melirik tuannya yang duduk di kursi belakang bersama istrinya.
Andra terlihat lelah, pria itu menyandarkan kepala di jendela mobil dengan mata terpejam. Entah tidur atau hanya menghindar dari istrinya. Roy pun mengurungkan niatnya untuk menyampaikan sesuatu pada pria itu. Lagian, ada istrinya di sana.
__ADS_1
Lambat laun, mobil yang ditumpangi mereka sampai di hotel.
"Tuan, kita sudah sampai," kata Roy.
Andra pun membuka matanya.
"Ai, bangun. Kita sudah sampai." Andra menarik tubuh istrinya yang bersandar dalam keadaan tertidur. "Bangun, atau aku tinggalkan di mobil!" cetusnya kemudian.
Karena tak kunjung bangun, Andra turun dari mobil dan malah meninggalkan istrinya yang pura-pura tertidur. Setelah Andra berhasil keluar, mau tak mau Aileen pun keluar dengan raut wajah yang cemberut.
Roy yang melihat hanya cengengesan tak jelas. Aileen menatap tajam ke arah Roy. Ia menyadari akan tingkah tangan kanan suaminya itu yang kini ternyata menertawakannya. Dengan langkah yang dihentakkan wanita itu menyusul ke mana suaminya pergi.
* * *
Kamar dipesan sesuai perintah, Andra langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat.
Sedangkan Aileen, wanita itu menatap suaminya masuk ke dalam kamar. Ia mematung dengan mulut menganga, tak menyangka bahwa suaminya benar-benar memasang dinding pemisah. Pria itu berlaga manis kepada istrinya ketika di hadapan Wiliam.
Roy menunjuk kamar sebelah. Setelah mengatakan itu, Roy pun berlalu meninggalkan wanita itu sendirian.
"Kamu benar-benar keterlaluan!" kesal Aileen terhadap suaminya yang kini masih enggan padanya. Terpaksa, ia masuk ke dalam kamarnya yang terletak di samping kamar suaminya.
Sementara Andra, setibanya di kamar ia langsung menghempaskan tubuhnya di kasur empuk milik hotel. Karena rindu kepada istri tercintanya, ia pun hanya bisa menatap wajah cantik itu melalui ponselnya. Ditatapnya ponsel itu, lalu mengecupnya. Sudah seperti budak cinta sejati, ia tak bisa jauh dari Nindya yang sejak semalam menjadi istrinya.
Karena semalam kurang tidur, membuatnya terlelap dengan sendirinya.
Beberapa jam kemudian, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
"Andra, buka pintunya!"
Suara lantang itu terdengar di pendengaran Andra yang sedang tidur.
__ADS_1
"Daddy." Andra langsung membuka mata karena terkejut, apa lagi yang dilakukan wanita itu? Karena ia berpikir bahwa sang daddy tengah kesal padanya dan ini pasti ada hubungannya dengan Aileen.
Andra beranjak dari tempat tidur lalu membuka pintu.
"Apa-apaan ini? Kenapa kamu tidur di kamar terpisah dengan istrimu, hah? Sekarang juga kamu pindah ke kamar istrimu, biar Daddy yang menempati kamar ini."
Mau tak mau, Andra pun keluar dari kamar itu. Dengan gontai ia berjalan, disaat itu juga ia bertemu dengan Roy.
"Kenapa tidak bilang kalau Daddy sudah ada di hotel, hah?" Andra menyalahkan Roy akan kejadian ini.
"Saya sudah mencoba menghubungi Anda, Tuan. Tapi tak ada jawaban," jawab Roy membela diri.
"Alasan! Wanita itu selalu mengadu pada Daddy," keluh Andra. "Gimana, apa sudah ada informasi tentang perselingkuhannya?" tanya Andra mengenai istrinya itu.
"Nona Aileen kemarin sempat menemui seorang pria, dan Anda tahu siapa yang ditemuinya?"
"Siapa? Jangan membuatku penasaran."
Roy membisikkannya di telinga sang tuan, Andra nampak terkejut ketika tahu siapa orangnya. Lalu, apa tujuan pria itu ingin bergabung dengan perusahaannya? Apa ada niat tertentu? Andra harus hati-hati dengan masalah ini.
"Apa Anda sudah buat proyek baru dengannya?"
"Belum, tapi sepertinya aku ada ide." Andra bisa memanfaatkan keadaan Adam agar ia bisa tahu apa hubungan mereka. "Apa kau tahu apa yang aku pikirkan?" tanyanya pada Roy.
"Tuan akan memancing keberadaannya agar Nona Aileen ketahuan?"
"Pintar, hubungi dia dan lanjutkan proyek yang akan dibangun dengannya," kata Andra.
"Siap, Bos. Laksanakan." Ucapnya seraya hormat. "Bagaimana dengan Nona Nindya?"
"Suuttt ... Jangan membahasnya sekarang di sini, kalau Daddy dengar bisa gawat." Andra belum siap dengan ini sebelum ia memberikan bukti cukup kuat pada orang tuanya, dan membuktikan wanita seperti apa yang telah dipilihkan mereka untuknya.
__ADS_1
Tak lama dari situ, Andra pun akhirnya masuk ke kamar yang di tempati Aileen. Tapi sebelumnya ia menyuruh Roy untuk membawakan baju untuknya, rasanya, Andra ingin merendam tubuhnya agar lebih fres. Ia harus menyiapkan diri untuk menghadapi istrinya dengan kepala dingin.