Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 84


__ADS_3

Adam menutup telinga rapat-rapat.


"Dasar kampret! Mereka sudah gila apa ya?" rutuk Adam saat mendengar suara ******* dari pasangan yang sedang bertengkar itu, "pertengkaran mereka membuatku jantungan saja," rutuknya lagi.


Adma berada di balkon luar sebelah kamar Roy dan Elena. Suara itu semakin menguar karena jendela kamar mereka terbuka lebar, hanya saja Adam tak bisa melihatnya karena lampu yang sudah dimatikan dari kamar itu.


Tak lama, Aileen datang menghampiri. Ia pun sama tak dapat tidur karena mendengar pertempuran Roy dan Elena. Apa lagi, Aileen memang wanita yang tak bisa menahan diri soal ranjang.


"Ai, kamu belum tidur?" tanya Adam saat Aileen berada di sampingnya, "pasti keganggu ulah mereka ya?"


"Hmm, apa kamu tidak merasa terganggu?" tanya Aileen.


Adam terdiam sesaat, entah kenapa melihat Aileen malam ini sangat cantik. Mungkin aura kandungannya begitu terpancar. Adam merapatkan tubuhnya di samping wanita itu, lalu mengusap perut Aileen yang semakin hari semakin membesar.


Aileen mendesir dengan sentuhan itu, ia menggigit bibir bawahnya. Sudah lama ia tak mendapat sentuhan dari lelaki itu. Aileen mencengkram tangan Adam, dan sedikit merema*nya. Pria itu pun tahu apa yang dirasakan pasangannya. Ditambah lagi dari suara pertempuran Roy dan Elena semakin membuat pikiran mereka tak terkendali.


Adam menarik tubuh Aileen ke dalam dekapannya, mencium pucuk kepala wanita itu bertubi-tubi.


"Ai, kamu masih mencintaiku 'kan?" tanya Adam.


"Tidak!" jawab Aileen ketus.


Seketika, Adam langsung melepaskan pelukkannya karena terkejut mendengar penuturan Aileen. Aileen berkata seperti itu memang sengaja, kenapa Adam tidak peka sekali? Harus ia menjawab pertanyaan itu?

__ADS_1


"Kok kamu tega sih? Apa kurangnya aku? Selama ini aku sabar, aku masih setia. Kamu cinta pertamaku, Ai!"


"Aku bosan mendengar pertanyaanmu itu, setiap bertemu pertanyaannya itu terus. Tidak ada pertanyaan lain, hah?"


"Aku terlalu takut kehilanganmu, Ai. Sudah dong jangan ngambek." Adam terus membujuk kekasihnya itu, ah sepertinya ia tahu bagaimana wanitanya tidak marah lagi padanya.


Adam langsung membopong tubuh Aileen ala bridal style, ia merebahkan di tempat tidur. Ia menciumi wajah Aileen bertubi-tubi. Suhu semakin panas malam ini, suara ******* Roy dan Elena begitu terngiang-ngiang. Entah gaya apa yang mereka lakukan sampai erang mereka semakin kencang terdengar di pendengaran Aileen dan Adam.


Adam meraih bibir mungil Aileen, mencumbunya dengan sangat lembut. Aileen pun tak tinggal diam, ia membalas permainan kekasihnya.


"Ai ...," ucap Adam setelah melepaskan ciumannya. Napas keduanya memburu karena menahan gejolak di dada. Perlahan, Adam membuka kancing baju Aileen.


Satu persatu terlepas, bisikan setan semakin kuat hingga mendorong Adam berbuat lebih. Tapi saat itu juga, Aileen menahan tangan Adam yang akan membuka kancing bajunya yang terakhir.


Sungguh, Adam tak percaya. Biasanya Aileen tak bisa menahan hasratnya, tapi kali ini bisa. Aileen sudah berubah. Tapi ia senang dengan perubahan kekasihnya itu, ia sudah bisa mengendalikan diri. Adam semakin mencintainya.


"Tapi dia tak bisa diajak kompromi." Tunjuknya pada pilar yang sudah menegang.


"Tunggu besok setelah kita halal, aku ingin pernikahan kita diadakan besok," tutur Aileen.


"Lalu ini." Tunjuknya lagi pada pusakanya.


"Bilang padanya, puasa sampai besok."

__ADS_1


******* Roy dan Elena membuat Adam semakin muak, "dengarlah, sepertinya mereka sengaja melakukan itu untuk menggoda kita, iya 'kan?" tanyanya pada Aileen.


"Biarka saja, mereka pasangan halal. Nanti juga kamu bisa seperti itu denganku."


Hari esok begitu terasa lama bagi Adam.


"Sebaiknya kita tidur," ajak Aileen.


"Kita tidur sama-sama ya disini? Aku janji tidak akan macam-macam. Bila perlu aku getok dia biar tidak memberontak." Kekeh Adam sambil menunjuk pusakanya.


Aileen hanya geleng-geleng kepala dibuatnya. Dan akhirnya mereka tidur dalam keadaan saling berpelukan.


Roy, awas kamu!!! Suara pasangan itu begitu membuat jiwanya terbakar, Adam menutup telinganya dengan bantal agar tidak terpengaruh oleh suara mereka.


.


.


.


...----------------...


Aku hadir lagi gengs๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Jangan bosan, terus tunggu kelanjutannya ya, love dariku untuk penggemar GELORA CINTA SANG MAJIKAN.

__ADS_1


Ada yang kangen gak sama Andra dan Nindya?


__ADS_2