Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 82


__ADS_3

Sektika, Aileen tertawa terpingkal-pingkal saat ia menyadari apa yang dilihatnya ternyata itu benar. Ia melihat suster gadungan itu dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Kamu tega, Ai. Menertawakanku sampai begitunya," Adam merajuk. Ia merasa perjuangannya tak dihargai.


Aileen menutup mulutnya, ia merasa kasihan pada kekasihnya itu. Tak berlama lagi, ia memeluk kekasihnya itu.


"Jangan marah, aku hargai perjuanganmu. Aku gak nyangka aja kamu senekat ini," kata Aileen.


Elena yang melihat pun tersenyum, betapa besarnya cinta Adam pada wanita hamil itu. Niat tujuannya kemari memeriksa Aileen, tak menunggu lama lagi, ia memeriksa kandungan wanita itu.


"Bagaimana, El?" tanya Adam soal kandungan Aileen.


"Sehat, tapi sudah lama ya tak ditengok bapak-nya," celetuk Elena.


"Maksudmu?" Adam tak mengerti.


"Ah, sudahlah. Tidak usah dibahas, sebaiknya kamu rencanakan pernikahan kalian. Apa kamu tidak kasihan kalau bayimu lahir tanpa sosok ayah?" kata Elena.


Aileen pun berpikir seperti itu, tapi ia tak bisa keluar rumah tanpa pengawal.

__ADS_1


"Ai, kamu mau gak kawin lari?" tanya Adam. Ia tahu resikonya akan seperti apa, tapi Adam siap menghadapi Morano meski nyawa taruhannya.


Aileen tak menjawab, ia takut sesuatu terjadi pada Adam kekasihnya. Berjauhan pun sudah membuatnya menderita, hamil tanpa suami tentu bukan perkara mudah. Mungkin jika ia hidup dilingkungan biasa, ia pasti jadi bahan cemo'ohan banyak orang. Itu sebabnya Morano tak mengizinkan Aileen bepergian.


"Menurutku sih gak apa-apa kawin lari, gak ada hukumnya kok. Apa lagi demi sebuah pertanggungjawaban," sahut Elena.


"Tapi bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini?" Aileen pun bingung.


Hingga ide konyol itu muncul dalam benak Adam. Apa pun rencananya, ini harus berhasil. Dan Elena pun setuju dengan ide Adam. Mereka akan meyakinkan para pengawal untuk mengizinkan Aileen dibawa ke rumah sakit.


Dan akting pun di mulai.


Karena perjalanan mereka diapit oleh anak buah Morano. Seketika, mobil yang dikendarai anak buah Morano terhenti karena dicegat.


"Ada apa ini?" ucapnya sendiri, "Kalian menipuku, hah?" Pria berkepala plontos itu menatap tajam ke arah jok belakang. Aileen pun tak lagi pura-pura. Adam dan yang lainnya segera keluar dari mobil itu, sementara anak buah Morano saling baku hantam dengan orang suruhan Roy.


Adam dan yang lainnya pun undur diri dari kericuhan. Mereka melihat mobil Roy terparkir di tepi jalan.


"El, cepat kemari," kata Roy.

__ADS_1


Elena, Adam, dan Aileen pun segera masuk ke dalam mobil Roy. Setalah mereka masuk, Roy segera menancapkan gas mobilnya.


"Ide kalian memang gila!" cetus Roy, "kalau ada apa-apa dengan kalian bagaimana, hah?" Roy murka, karena ini menyangkutkan istrinya.


"Sorry," sesal Adam.


"Sorry-sorry!" kata Roy.


"Udah, dong ... Kok, malah berantem sih," timpal Elena, "lagian kita gak apa-apa kok, iyakan?" tanyanya pada Adam dan Aileen.


Adam dan Aileen langsung mengangguk.


"Kamu ajak kabur anak orang?" tanya Roy pada Adam.


"Tidak ada cara lain, Roy. Kamu kenapa sih? Sensi banget hari ini. Jangan bilang karena Laura, ya!" ujar Adam keceplosan, ia langsung menutup mulutnya sendiri.


Elena langsung menoleh ke arah Roy setelah mendengar Adam menyebut nama wanita itu, aoa hubungannya dengam suaminya?


"Sorry, Roy. Keceplosan," jelasnya pada Roy. Karena pria itu menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Elena cemberut, dan Roy harus menjelaskan soal ini. Tapi ini bukan tempat yang cocok, Roy terus melajukan mobilnya. Hingga mereka sampai dikediamannya. Adam dan Aileen pun ikut karena ini tempat yang paling aman untuk mereka.


__ADS_2