Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 187 Di mana Dewi


__ADS_3

Tanpa terasa, hari sudah mulai siang. Nathan tengah menantikan kabar dari Dewi tentang kapan gadis itu selesai pelajarannya. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul tepat 12 siang, perasaannya mulai gelisah karena sama sekali tidak ada kabar. Nathan meraih ponsel yang terletak di atas meja, lalu mencari nama Dewi di sana. Setelah menemukannya ia langsung menghubunginya.


Hanya suara operator yang menjawab. Nathan mengernyit heran, kenapa ponselnya tidak aktif? Pikirnya. Perasaan semakin gelisah, ia takut terjadi sesuatu pada gadis itu. Karena penasaran, ia langsung menghubungi adikknya yang sedang kuliah di sana.


"Dewa, apa Dewi belum selesai dengan pelajarannya?" tanya Nathan di sambungan telepon.


"Tidak tau, kelasku cukup jauh dengannya. Memangnya ada apa? Tidak perlu khawatir seperti itu, dia gadis yang setia. Mungkin masih mempelajari tugas yang kemarin sempat tertinggal," jelas Dewa dengan berbisik, ia menggunakan earphone bluetooth disatu kiri telinganya.


"Coba kamu cari di kelasnya, liat, apa kelasnya masih berlangsung." Nathan tidak bisa diam jika belum dapat kabar dari Dewi.


Dewa mendengus kesal, semakin merepotkan setelah mereka resmi pacaran, pikirnya. Kemarin disuruh jadi mata-mata, apa saja yang dilakukan Dewi ia harus lapor kepada sang kakak. Tapi di sini, ia diperuntungkan. Nathan memberinya imbalan yang cukup pantastis, dan kali ini, ia akan menagih karena ia harus menjaga ekstra Dewi di kampus.

__ADS_1


Mau tak mau, ia pergi keluar dengan alasan izin ke toilet. Padahal, ini pelajaran yang sangat penting. Seharusnya ia tidak keluar kelas karena dosen sedang menerangkan pelajarannya.


Dewa menyusuri lorong, ada sedikit mahasiswa yang berlalu lalang di sana. Ia menanyakan kebeberapa siswa tentang kelas Dewi, masih berlangsung atau sudah selesai. Dapat kabar karena ternyata jam pelajarannya sudah selesai. Lalu kemana gadis itu pergi? Dan kenapa ponselnya tidak aktif? Pikirnya, dan ia pun mulai khawatir. Tidak biasanya ponsel gadis itu tidak aktif.


Lalu, tatapannya tertuju pada punggung gadis berkacamata tebal. Siapa lagi kalau bukan Sisil, salah satu gadis yang cukup dekat dengan Dewi. Dewa berlari menghampiri gadis itu yang tengah berjalan sendirian karena dirinya memang tak punya teman selain Dewi. Gadis yang terbilang aneh di kampus itu.


"Hai," sapa Dewa. Ia menghentikan langkah Sisil tepat di depannya. Sisil sedikit bingung karena tidak biasanya pria itu menegurnya.


Sisil nampak membetulkan kacamatanya, ia takut pria itu menelisik penampilannya. "A-ada apa?" tanyanya, "kenapa mencegatku?" Sisil terlihat mudur beberapa langkah.


"Pekerjaan?" Lagi-lagi Sisil membetulkan kacamatanya.

__ADS_1


"Ma-maksudku, aku harus tau di mana dia, karena kakak-ku yang memintanya. Apa kamu belum tau soal hubungan mereka? Tidak mungkin jika Dewi tidak memberitaumu soal ini."


"Aku belum bertemu dengannya, memangnya dia sudah masuk kuliah?" Sisil malah berbalik tanya dan itu membuat Dewa semakin bingung. Bukankah kakaknya tadi mengantarnya ke sini, lalu di mana Dewi? Pikirnya.


Sepertinya ada yang tidak beres, Dewi harus ditemukan sebelum Nathan mengamuk padanya. Dewa yang tengah berjalan berhenti. "Tapi ... Itu artinya Dewi tidak kuliah 'kan?" gumamnya, "aku harus hubungi kakak kalau begini caranya." Dewa mengambil ponsel yang ada dalam saku celananya. "Kak, Dewi tidak kuliah. Tapi tadi kakak mengantarnya kemari 'kan?"


Nathan terkejut saat mendengar penuturan serta pertanyaan yang jelas tadi ia sendiri yang mengantar kekasihnya bahkan sampai gadis itu masuk ke gerbang kampus. Nathan manjadi semakin khawatir. Ia harus pergi sekarang juga, 5 jam lalu sudah terlewat. Kemana gadis itu pergi selama 5 jam yang lalu?


...----------------...


Mampir di sini selagi nunggu aku up.

__ADS_1


Judul : Pesona Sang Diva



__ADS_2