Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 143 Bertepuk Sebelah Tangan


__ADS_3

Di tempat lain.


Aileen tengah bersama Akhsa. Hari ini, Aileen begitu memanjakan anaknya. Karena lusa ia akan pergi menemui orang tuanya. Seburuk apa pun Morano, ia tetaplah ayahnya. Tidak ada kata mantan anak, atau pun mantah ayah.


Aileen tak lagi memikirkan soal siapa yang akan menjadi pasangannya kelak. Lagi pun, ia ingin menikmati kesendirian dengan keluarganya. Mungkin jika ia sendiri, Morano tak akan berniat buruk kepadanya lagi. Ia ingin hidup dengan tenang meski akhirnya harus merelakan rumah tangganya yang belum sempat ia jalani.


"Mama, aku mau naik itu sekali lagi," pinta Akhsa.


"Tapi ini waktunya kita pulang, nanti papa marah kalau kamu pulang terlambat."


"Tidak akan, Mama telpon papa saja. Bilang padanya kalau aku akan bermalam di apartemen bersama Mama."


Aileen pun menuruti keinginan putranya, ia mulai menghubungi mantan suaminya. Setelah itu selesai dan mendapatkan izin, Aileen pun menemani anaknya naik wahana karena mereka tengah berada tempat bermain di mall.


Asyik bersama sang mama membuat Akhsa merasa betah, ia puas bermain dengannya hari ini. Karena merasa sudah cukup, Akhsa meminta untuk pulang. Setibanya di apartemen, Akhsa langsung beristirahat karena lelah, ia tidur sangat pulas. Aileen membelai pucuk rambut anaknya, ia tak menyangka bahwa ia sudah melahirkan seorang malaikat tampan.


"Kamu baik-baik selama tidak ada Mama ya, hanya mama Nana yang bisa membuatmu nyaman. Mama sangat menyayangimu." Aileen mencium pucuk kepala Akhsa.


Dan ia pun ikut merrbahkan tubuhnya di samping anaknya.


* * *


Hingga tak terasa, waktu yang ditentukan sudah habis, Aileen benar-benar akan kembali bersama keluarganya dan akan tinggal bersama Morano. Akhsa memeluk Aileen dengan erat, seakan tidak ingin berpisah lagi dengan ibunya dan anak itu malah menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Nana dan Adam terus memberikan waktu kepada mereka. Adam dan istrinya hanya menunggu dan melihat dari kejauhan, ia tak ingin mengganggunya sampai Aileen benar-benar pergi.


"Jangan nangis, Mama pergi untuk kembali. Mama harus menemui kakek dulu, ada hal yang harus Mama bicarakan padanya." Aileen mencium anaknya dengan sayang. Perlahan pelukan itu pun terlepas. Saat mekera berpisah, tak lama dari situ Zack datang menyusul Aileen.


Dokter Zack tahu akan keberangkatan Aileen dari Andra, sejak ia menyatakan cintanya, Aileen tak pernah lagi menjawab panggilan darinya. Dan ia tahu kenapa sebabnya, Aileen menutup pintu hatinya untuknya. Cintanya bertepuk sebalah tangan.


Rasa sakit ini lebih sakit dari apa pun, ini yang dinamakan sakit tak berdarah tuh ini. Jika bukan tempat umum, mungkin ia sudah nangis kejer saking sakit hatinya. Ini yang kedua kalinya harus ditinggalkan orang yang dicintanya.


Sang istri telah pergi untuk selama-lamanya, dan kini Aileen. Pergi tanpa tahu kapan ia akan kembali. Secara perlahan Zack berjalan menuju wanita itu, hingga ia berhenti di tengah.


"Aileen ...," panggil Zack. Wanita itu menoleh ke arahnya.


Adam dan Nana pun melihat keberadaan Zack, dan Adam yakin kalau pria itu tengah menaruh hati pada mantan istrinya. Kalau tidak, mana mungkin pria itu datang jauh-jauh ke sini. Ke tempat tinggal Aileen kalau bukan untuk menemuinya.


Aileen menghampiri dokter Zack, ia meminta maaf karena tak bisa menerima ajakkannya.


"Maaf, aku rasa, aku terlalu buruk untukmu. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku, aku akan pergi," pamit Aileen sambil meminta maaf.


"Kamu tega meninggalkan aku dan Marsya? Dia menyayangimu, bahkan sudah menganggapmu sebagai ibunya, jika tak bisa menerimaku setidaknya kamu jangan pergi. Marsya ceria bersamamu, dia sangat bahagia," ucap Zack.


"Maafkan aku, dari awal aku tak berniat memberi harapan pada Marsya. Bukankah kamu sendiri yang membuat Marsya seperti sekarang? Sampai anakmu mengira kalau wajah ibunya mirip denganku, padahal poto yang kamu simpan di dompetmu itu memang potoku 'kan? Sejak kapan kamu menyimpannya?" tanya Aileen.


Zack diam tak bisa menjawab. Ia memang sudah menaruh hati pada Aileen sejak wanita itu menjadi pasien-nya. Di mana Aileen sering mencurahkan isi hatinya tentang Adam, disaat itu ia ingin menggantikan dan menyembuhkan luka yang dialami Aileen.

__ADS_1


Saat resmi bercerai, ia tak ingin mengundur waktu maka dari itu ia langsung mengajaknya untuk menikah. Ia kira, itu momen yang pas. Aileen sedang terpuruk dan ia datang untuk menyembuhkan lukanya. Tapi sayang, harapan tak sesuai ekspekatasi. Hatinya hancur berkeping-keping.


"Aku harus pergi sekarang sebelum ada lagi yang disakiti oleh papa-ku. Aku tak ingin Adam yang menjadi korban lagi, apa lagi ada istrinya juga anakku dan anak yang di kandung oleh istrinya. Mungkin jika aku pergi semuanya akan bahagia," tutur Aileen, "untukmu, carilah wanita yang lebih baik dariku."


Setelah mengatakan itu, Aileen kembali menghampiri Akhsa.


"Mama pergi ya, jaga adikmu nanti kalau sudah lahir." Setelah itu, Aileen benar-benar pergi.


"Mama ..." Akhsa menangis, tapi saat itu juga Nana menghampirinya dan memeluknya untuk memberikan ketenangan. Akhsa melihat sang mama pergi.


Aileen benar-benar sudah menghilang. Adam dan yang lainnya pun pergi meninggalkan tempat itu. Tinggal Zack yang berada di sana seorang diri, kini cintanya bertepuk sebelah tangan.


Bagaimana kalau Marsya menanyakan soal Aileen? Padahal ia sudah berjanji akan membawa Aileen ke rumahnya bahkan akan menikahinya. Tapi sekarang, semua itu tinggal kenangan. Pupus sudah harapan dan impiannya yang akan mendapatkan sosok ibu baru untuk kedua anaknya.


Gerimis mulai turun, dan saat itu juga dokter Zack menyadari bahwa Aileen sudah pergi. Sudah tidak ada di taman apartemen itu, dengan langkah gontai, Zack meninggalkan area parkir. Tidak ada tujuan lain selain kembali pulang, meski ia tahu kalau anaknya akan kecewa padanya. Tapi jujur akan lebih baik, meski itu sangat menyakitkan.


Zack hanya bisa menunggu kembalinya Aileen, jika berjodoh seberapa lama pun berpisah, mereka akan dipersatukan. Dan itu hanya Tuhan yang tahu. Sebagai manusia ia hanya menjalani takdir hidupnya.


* * *


"Maafkan aku dokter Zack, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku, aku hanya wanita yang berdosa," lirih Aileen sambil menatap jalan lewat jendela mobil.


Aileen mencoba membuka lembaran baru, jika ia menerima cinta Zack, itu sama saja ia menyakiti dirinya sendiri. Harus hidup berada dilingkungan yang tak ingin pernah ia ketahui lagi, ia harus melupakan semua kenangan manis bersama Adam. Karena sejujurnya, ia masih mencintai mantan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2