Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 193 Si Cupu Jadi Cantik


__ADS_3

Tubuh lelah serta kaki yang terasa pegal dirasakan oleh Dewi. Gadis itu akhirnya bisa mendudukkan diri setelah berjam-jam berdiri di atas fodium. Nathan membawakan minum untuknya, dan Dewi pun meraih gelas itu lalu meminum segelas air berwarna orange.


"Segar ...," ucap Dewi setelah menghabiskan minuman itu. "Tamunya banyak sekali, Kakak undang berapa orang sih?" tanya Dewi dengan polosnya.


Baru saja bisa bersantai, tamu kembali datang berombongan. Entah kini tamu dari perusahaan mana, semua nampak kompak dengan baju yang dikenakan mereka. Memiliki cabang garment yang cukup lumayan besar, membuat karyawan bertekad datang ke pesta itu hanya untuk melihat keturunan William menjadi ratu dan raja dalam sehari itu.


Dewi dan Nathan kembali berdiri, memasang wajah seramah mungkin. Tak lama dari situ, hadirlah seorang gadis yang membuat Dewi tercengang.


"Kak, apa aku tidak salah liat? Itu, Sisil 'kan?" tanya Dewi.


Gadis yang sedang berjalan anggun itu menghampiri sang pengantin. Seceroboh itukah gadis itu berjalan hingga kakinya tersangkut di sisi karpet merah. Tubuh gadis itu limbung dan hampir terjatuh jika tidak ada seseorang yang menangkapnya.


Akhsa berhasil meraih tubuh gadis itu, gadis yang tak lain adalah Sisil. Gadis berkacamata dengan ciri khas poninya kini hilang. Gadis itu berubah menjadi cantik dalam sekejap. Pandangan mereka bertemu. Namun, dengan cepat Sisil memposisikan tubuhnya untuk kembali menegak. Membetulkan bajunya, kembali berjalan seolah tidak terjadi apa-apa.


Akhsa mematung melihat gadis itu, seperti kenal tapi tidak tahu pernah melihatnya di mana.


"Sil ...," teriak Dewi. Dewi tak mengira kalau Sisil akan secantik itu. Si cupu jadi cantik, pikirnya


"Suuttthh ..." Sisil meletakkan jarinya di bibir. Ia tak ingin ada yang tahu bahwa ia adalah si gadis culun yang bermetamorfosa menjadi cantik dalam sehari. Ia menyanggupi permintaan Dewi sahabatnya, tapi itu hanya untuk kali ini saja berpenampilan cantik. Ia tak percaya akan yang namanya lelaki, semua lelaki buruk di matanya.


"Kamu cantik, Sil. Aku sampai pangling melihatnya," puji Dewi.


"Jangan keras-keras, hanya kamu yang tau soal aku. Termasuk dia." Tunjuknya ke arah Nathan.


"Tenang, Kak Nathan bisa jaga rahasia. Iyakan?" kata Dewi. Nathan tidak peduli tentang gadis itu. Terserah dia mau berbuat apa, pikirnya.


Akhsa pun mendekat ke fodium, ia begitu penasaran dengan gadis itu. Setahunya, Dewi mau pun Nathan tidak berteman dengannya. Tapi kenapa melihat Dewi begitu akrab dengan gadis itu?

__ADS_1


"Siapa dia?" bisik Akhsa di telinga Nathan.


"Kenalan dong, gak gantle banget," sindirnya. "Sayang, ada yang mau kenalan sama dia," ucap Nathan


Dewi melempar pandangannya kearah Sisil, dan gadis itu memejamkan mata sejenak sebagai isyarat agar sahabatnya itu tetap merahasiakan jadi dirinya.


"Ah iya, kenalkan, Kak. Dia Sil ..."


"Sila," pungkas Sisil. Dewi mengernyitkan keningnya, padahal ia ingin memberitahukan bahwa Akhsa lelaki baik, dan tidak ada gunanya membohonginya, pikirnya.


"Sila?" ulang Akhsa, "sudah lama berteman dengan Dewi? Kok, aku liat?" tanya Akhsa.


"Aku ... Aku teman dari kampung, iyakan, Wi?" Sisil mengedipkan matanya agar Dewi bisa diajak kompromi.


"Oh, pantas. Aku baru liat, aku Akhsa. Teman mereka berdua," kata Akhsa.


"Sendirian?" tanya Akhsa pada Sisil.


"Kan, semua lelaki itu sama. Gak bisa liat cewek bening saja langsung sibuk cari tau," gumam Sisil.


"Apa kamu bilang?" tanya Akhsa tidak jelas mendengar ucapan Sila yang tak lain adalah Sisil.


"Ya, maksudku, aku sendirian," jelas Sisil.


"Dah, temani dia," ujar Nathan.


Dan akhirnya, Akhsa mengajak Sisil turun dari fodium. Ia tak bermaksud menuruti apa kata Nathan, ia hanya ingin menghilangkan rasa jenuh karena terus melihat senyum Dewi yang tengah berbahagia bersama Nathan.

__ADS_1


Omong kosong jika dirinya tidak sakit hati. Akhsa hanya butuh teman untuk mengobrol.


* * *


Acara respsi akhirnya selesai. Tamu undangan pun mulai undur diri. Termasuk Sisil dengan Akhsa, entah mereka pulang bareng atau berpisah di depan hotel. Yang jelas mereka pamit secara bersamaan.


Keluarga pulang ke rumah masing-masing, dan kini hanya menyisakan Nathan dan Dewi di hotel itu. Nathan mengajak Dewi untuk beristirahat malam ini. Dewi melihat kamar itu dengan takjub. Kelopak bunga mawar memenuhi isi kamar dari mulai lantai sampai menuju kamar mandi sekali pun.


"Sini." Nathan menepuk sisi ranjang mengajak istrinya untuk duduk bersamanya yang sudah lebih dulu mendaratkan tubuhnya di sana.


Jantung Dewi sudah berdebar, perlahan ia mendekat dan duduk di samping suaminya.


_


_


Yang sudah tidak sabar malam keramat Dewi dan Nathan, tahan dulu ya. 🤭🤭🤭


Selagi nunggu aku nulis untuk malam keramat mereka, kalian bisa mampir di sini. Karya baruku baru netes, kuy ramein di sana.


Judul : RANJANG PENGKHIANATAN (balas dendam)



Karena pengkhiatan istrinya, Axel terluka, hingga luka itu mendarah daging. Memperegoki istrinya yang tengah bercinta dengan sahabatnya sendiri. Tak cukup sampai disitu, Hanna yang merupakan istrinya harus pergi selama-lamanya akibat perkelahian antar suami dan selingkuhannya.


Berimbas, Axel yang menjadi tersangka akan pembunuhan yang dilakukan sahabatnya sendiri. Axel mendekam selama 15 tahun di penjara. Saat terbebas, ia akan membalaskan dendamnya pada sahabat sekaligus pembunuh yang sebenarnya. Hasil dari perselingkuhan, hadirlah sosok wanita cantik yang menjadi incaran Axel untuk membalaskan dendamnya.

__ADS_1


__ADS_2