Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 196 Rasanya Nano-Nano


__ADS_3

Membawa tubuh Dewi ke tengah ranjang setelah pelepasan kedua. Kini dirinya memposisikan tubuh, diam di atas tubuh istrinya. Mengapit tubuh itu dengan kedua paha. Bagian tubuhnya yang menegang menggesek di perut. Takut, tapi Dewi ingin melihatnya.


Matanya terbuka sedikit, rasa penasarannya jauh lebih besar dari rasa ketakutannya. Besar, panjang. Itulah hasil penampakkannya. Nathan mencodongkan tubuh, menyelipkan wajah di leher jenjang istrinya. Memberikan gigitan kecil sehingga Dewi mendesir, geli antar nikmat menjadi satu.


Gadis itu mengalungkan tangan di leher suaminya. Nathan mengangkat wajah, dan ciumannya berpindah pada benda kenyal yang menjadi incarannya. Kedua bibir itu menaut nikmat, disepanjang malam suara rintihan dari keduanya menggema. Rasanya cukup untuk mengalihkan ketakutan istrinya.


Bagian tubuh menegang itu dituntun ke area tubuh sensitif di bawah sana. Menarik tangan Dewi agar memposisikan agar bendanya pas pada lubang kecil di bawah sana.


Deg.


Jantung Dewi kembali berdetak lebih kencang saat Nathan mencoba mendorong bagian bawahnya agar menyatu sempurna. Sialnya, lelaki itu kesusahan saat akan menembusnya.


"Sakit, Kak," rintih Dewi.


Nathan menahannya dorongannya, lalu segera mencium bibir Dewi mengalihkan rasa sakit itu kembali penuh dengan rasa nikmat. Permainan lidah terjadi, dan sedikit demi sedikit, Nathan menekan sesuatu di bawah sana. Menancap dengan sempurna dengan sekuat tenaga. Dewi langsung menggigit bibir bawah suaminya saat menahan rasa sakit itu.


Perlahan, Nathan menggerakkan pinggulnya. Dewi kembali memekik kesakitan, tanpa sadar, sprai sudah meninggalkan bercak merah. Menggerakkan pinggulnya maju mundur, seolah berirama.

__ADS_1


"Sakit memang, tapi sebentar lagi rasa sakit itu berubah nikmat," bisik Nathan, ucapannya tidak jelas karena Dewi belum melepaskan gigitannya di bibir suaminya.


Bergerak terus sehingga Dewi mencengkram sprai kuat-kuat. Ia dapat merasakan nikmat itu kembali.


"Ah ...," desa*an panjang lolos dari mulut istrinya.


"Ah, terus bersuara," ucap Nathan. Suara itu membuatnya semakin mempercapat tempo yang bergerak di bawah sana.


"Sakit, Kak ..." Perih, nikmat, apalah itu, yang jelas rasanya nano-nano.


Tubuh Nathan bergetar sambil mengerang, sepertinya pria itu sampai *******. Puas, bahagia. Dirinya mencium kening yang berbalut butiran keringat. Sesuatu di bawah sana masih menancap sempurna. "Terima kasih, terima kasih sudah menjaganya. Aku bahagia dengan suguhanmu malam ini." Nathan mencabutnya dengan perlahan.


"Memangnya kenapa? Itu sudah biasa jika saat malam pengantin. Biarkan saja, kita tidur ya, besok pagi aku mau melanjutkannya lagi."


"Tapi itu kotor, apa tidak jijik?"


Bukannya menjawab, Nathan menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya. "Tidur ya, sudah malam. Kamu harus ada tenaga untuk besok pagi." Nathan tidak akan melepaskan wanita itu setelah menikmati sesi percintaannya.

__ADS_1


Rasa perih di area paha membuatnya tidak dapat langsung tidur, bolak-balik Dewi memposisikan tubuhnya. "Sungguh tidak nyaman," ucapnya.


Nathan memeluknya dari belakang, memeluk di area dada. Memainkan put*ngnya yang diapit ibu jari dan telunjuk. Memutar-mutarnya secara perlahan.


"Kak, geli," ucap Dewi.


"Geli tapi suka 'kan?" Pertanyaan Nathan membuat bibir Dewi melengkung tersenyum.


Memang nikmat, tapi sakit. Dewi mengerucutkan bibir tapi membalikkan tubuhnya karena suaminya harus mempertanggungjawabkan atas perbuatannya. Gadis itu seakan ketagihan atas luma*an yang diberikan di ujung put*ngnya.


Seperti bayi yang kehausan, Nathan kembali menghisapnya dengan rakus. Sepertinya tidak harus menunggu pagi untuk season keduanya. Kembali melanjutkan aktivitas panasnya. Menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang mulai terasa dingin, bermain di bawah selimut sepertinya akan lebih menyenangkan.


_


_


Sepertinya sudah puas ya kalau sudah begini. Akhir carita cukup sampai di sini ya.. Ayo sekarang beralih pada cerita sebelah, RANJANG PENGKHIANATAN (balas dendam) di sana juga sudah up episode 2. Jangan lupa tambah favorit, bacaan novel dewasa, yang bikin panas sekujur tubuh🤣🤣🤣

__ADS_1


Hadiah, like, komen juga vote dinantikan dari para readers. Ayo alih-alih ke sana ... Aku sudah up 2x tidak adil rasanya jika hanya mampir di sini.


__ADS_2