Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 39


__ADS_3

Nindya mencoba melepaskan tangannya yang sedang digenggam oleh suaminya, ia benar-benar ketakutan. Tubuhnya mulai bergetar ketika melihat sorot mata yang menyalak dari Wiliam untuknya. Sayang, Andra tak melepaskan genggaman itu, ia malah memperkuat pegangannya.


Andra tak bisa jika sang daddy selalu membentak Nindya, bagaimana pun wanita itu kini istrinya. Sah secara hukum dan agam. Andra menarik tangan Nindya agar ia ikut berjalan menghampiri ke arah Wiliam. Tatapan kedua pria itu saling menyorot tajam.


Bahkan Anye pun berada di sana, menyaksikan perseteuran antar anak dan ayah. Ia juga sama gemetarnya seperti menantunya, bahkan dadanya terasa sesak. Tapi sebisa mungkin ia tahan rasa sakit itu demi melindungi putranya jika suaminya berbuat yang tidak-tidak.


"Lepaskan dia, Andra. Dia tak pantas diperlakukan seperti kekasih pada umumnya." Wiliam hanya menebak bahwa anaknya memiliki rasa pada pembantu itu, dari sorot mata Andra ia bisa melihat ada cinta di dalam sana. Apa lagi sejak ia tahu bahwa kedatangan Andra di apartemen tadi disambutnya dengan sebuah pelukkan.


"Lepaskan." Wiliam menarik tangan Andra dan Nindya agar terlepas, tapi sangat susah karena Andra tak melepaskannya. Wiliam melihat keberadaan istrinya berdiri di anak tangga. "Anye, kamu pasti tahu sesuatu pada mereka. Dan, apa yang akan kamu tunjukkan di apartemen tadi?"


"Nindya istriku, Daddy," ucap Andra sangat pelan. Meski begitu, telinga Wiliam cukup normal untuk mendengar kalimat yang terucap dari bibir anaknya.


"A-apa? Istri? Se-sejak kapan kalian menikah? Jangan bercanda kamu, Andra?"


Percaya atau tidak, inilah kenyataannya. Andra harus mempertanggungjawabkan atas perbuatannya pada gadis itu. Seorang gadis yang memang hanya seorang pembantu di rumah itu, tapi tetap saja, Andra harus menikahinya karena Ayunindya gadis yang ia rampas mahkotanya. Gadis yang jauh lebih terhormat dari pada Aileen menurutnya.


"Ya, gadis yang bernama Ayunindya ini adalah istri sah-ku," jelas Andra.


Plak ...

__ADS_1


Wiliam menampar pipi putranya tanpa berpikir dua kali, ia tak memikirkan apa yang terjadi setelah ia menamparnya. Tangan Andra pun sampai terlepas ketika ia mendapatkan sebuah tamparan dari sang ayah untuk yang pertama kalinya. Suka atau tidak, Wiliam harus menerima Nindya yang kini menjadi menantunya. Karena Andra menikahinya secara resmi.


"Kau! Berani sekali masuk ke dalam hidup putraku! Tidak bisa kah sadar diri? Apa masih kurang dengan segala bantuan yang sudah kuberikan pada keluargamu? Kau menikah karena harta 'kan? Dasar wanita murahan!" sarkas Wiliam.


"Cukup, Daddy. Dia bukan wanita murahan yang seperti Daddy bilang, aku mencintainya sejak dulu."


Wiliam tak bisa terima akan hal itu, ia sendiri tidak tahu apa sebabnya anaknya bisa menikahi wanita kampungan itu.


Sedangkan Anye, wanita itu tak bisa menahan beban tubuhnya lagi. Kaki terasa semakin bergetar dan lemas, ditambah jantung yang semakin sakit karena menahan rasa sesak ketika melihat suaminya menampar putra kesayangannya. Seketika, wanita paruh baya itu terjatuh dari anak tangga dan berguling beberapa kali di lantai.


"Mommy ..." Teriak Andra sembari menghampiri ibunya. "Mommy, Mommy bangun, Mom!" Andra langsung meraih tubuh ibunya untuk dibawa ke kamar. Karena berat, Wiliam pun akhirnya membantu putranya. Kedua pria itu sibuk mengurus Anye. Ia langsung menghubungi dokter untuk segera datang.


"Mom, bangunlah," lirih Andra.


Rasa menyesal didiri Wiliam pun ada, pria itu terlalu emosi dengan kabar yang terlontar dari mulut putranya. Masalah dengan Aileen saja belum selesai, tapi anaknya sudah berani menikahi wanita lain. Kalau begini caranya, apa bedanya dengan wanita itu? Sama-sama menjalin hubungan di luar pernikahan.


Sedangkan di ruangan lain, Nindya menangis. Kejadian tadi membuat para pelayan tahu bahwa Nindya ternyata sudah jadi istri dari majikannya. Terlebih pada Loly yang tak menyukai Nindya.


"Duh .. Duh ... Duh ... Tak kusangka, ternyata kamu pintar mencari kesempatan dalam kesempitan ya? Benar apa kata tuan Wiliam, kamu itu murahan, Nindya. Sudah tahu 'kan kalau tuan Andra menikah? Kenapa mau dinikahi olehnya?" cecar Loly. Apa lagi setelah Loly tahu kabar dari berita.

__ADS_1


"Pasang pelet apa sampai tuan Andra menikahimu? Kalau dibandingkan dengan nona Aileen, kamu itu tidak ada apa-apanya. Sadar diri dong, Nindya," ucap Loly lagi.


"Kalau kamu tidak tahu kebenarannya sebaiknya kamu diam dan jangan ikut campur!"


"Wah ... Berani sekali kamu bicara seperti itu padaku! Jangan mentang-mentang sudah jadi istri tuan Andra kamu bisa seperti ini, ingat, tuan Wiliam tidak menyetujui hubunganmu dengan tuan Andra. Sebaiknya berhenti bermimpi bisa hidup bahagia dengan seorang pangeran."


"Ada masalah apa dihidupmu? Kalau hanya sekedar iri padaku, sebaiknya itu jangan! Hanya buang-buang energimu, siapa kamu berani membandingkanku dengan nona Aileen?" Nindya tidak bisa membiarkan Loly seenaknya padanya, toh propesinya sama dengannya. Tidak ada yang harus ditakutkan oleh Nindya pada wanita itu.


Pembicaraan mereka ternyata didengar oleh Lee. Lee masih bekerja pada Aileen, karena ia dibayar mahal untuk selalu memberikan informasi di rumah utama padanya. Apa lagi dengan informasi mengenai Nindya, meski ia belum tahu apa yang terjadi pada wanita itu sekarang karena hari ini ia sibuk di rumah jadi ia tak tahu berita di tv, ia langsung mengabari Aileen melalui ponselnya.


Lee mengetik informasi itu untuk ia kirimkan pada ponsel Aileen.


* * *


Morano keluar dari rumah sakit, kini pria itu menuju rumah yang selama ini di tempati oleh Aileen. Morano semakin marah ketika ia mendapatkan kabar tentang Andra dari salah satu anak buahnya. Kabar Andra dengan seorang wanita pun menyebar luas, penasaran Morano berniat mencari bukti tentang menantunya itu. Siapa tahu ia mendapatkan bukti-bukti untuk membalikkan tuduhan atas perselingkuhan putrinya.


Sesampainya di sana, Morano dan Lidia langsung masuk. Mona yang berada di sana pun terkejut dengan kedatangan orang tua Aileen. Pria itu tanpa permisi menyelonong pergi ke kamar anaknya. Ia juga melihat ponsel yang ia ketahui bahwa ponsel itu milik putrinya. Yang menjadi pusat perhatiannya, ponsel itu bergetar beberapa kali. Karena penasaran, ia pun membuka pesan yang masuk lalu membacanya.


"Andra ... Bisa-bisanya kau melakukan ini pada putriku." Hidung Morano kembang kempis, amarah yang nampak begitu memuncak. Sungguh, ia tak terima dengan ini. Apa lagi ia menuduh putrinya yang sudah selingkuh.

__ADS_1


Lidia yang dibuat penasaran pun langsung mengambil alih ponsel itu, ia sama terkejutnya dengan suaminya. Tak habis pikir kalau masalah ini begitu rumit. Tapi, Lidia memaklumi Andra menikahi perempuan lain, mana ada lelaki yang mau menikah dengan wanita bekas, pikirnya.


__ADS_2