Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 30


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, Anye diperbolehkan pulang. Tapi ia masih kesal pada anaknya yang enggan untuk mengakui bahwa anak yang dikandung Aileen adalah darah dagingnya. Andra rasa sudah tak ada lagi yang harus ditutupi pada orang tuanya, kecuali untuk Nindya. Ia masih merahasiakan pernikahannya itu.


"Mom, mau sampai kapan mengacuhkanku?" tanya Andra pada sang mommy yang sedang beristirahat di kamar.


Terlebih ia juga sedang pusing pada Roy karena lelaki itu masih belum memberikan keterangan tentang Adam padanya. Bahkan pria itu selalu menghindar darinya.


"Pergilah, Mommy tidak ingin diganggu." Jawab Anye sembari memalingkan wajahnya yang tak ingin melihat putranya itu.


Anye tak bisa membiarkan masalah ini terus berlanjut, apa lagi ia ingin tahu sendiri apa yang dikatakan Aileen itu benar atau tidak. Dan ia juga tidak ingin kalau suaminya lebih dulu mengintrogasi Nindya. Bagaimana pun ia yang lebih mengenal gadis itu ketimbang Wiliam. Suaminya hanya memandang orang itu dari status dan latar belakang seseorang.


Andra pun undur diri, pria itu begitu menyayangi sang mommy lebih dari apa pun. Hingga ia tak bisa berkutik, dan ia sampai tak sempat mengabari istrinya selama Anye di rumah sakit. Ia lebih menjaga agar pernikahannya tak tercium oleh orang tuanya.


Setelah kepergian Andra, Anye menghubungi seseorang.


"Kirimkan beberapa bukti itu padaku!" ucap Anye pada sambungan telepon.


Ia sendiri yang akan bergerak untuk masalah putranya, ia sudah menyiapkan diri dan mental untuk mengetahui semuanya. Hingga akhirnya ia sudah mendapatkan semua informasi itu secara detail.


Tak lama dari situ, Aileen datang menemui mertuanya.


"Mom, apa Mommy sedang tidur?" tanya Aileen.


Anye beranjak dari tempatnya, dan mendudukkan diri di sandaran ranjang.


"Ada apa? Jika kamu mau menjelekkan Andra sebaiknya kamu tidak usah mengatakannya. Apa kamu masih ingin berpura-pura seolah Andra yang salah?" tanya Anye.


Aileen nampak terkejut mendengar pertanyaan itu dari ibu mertuanya, yang ia tahu Anye percaya padanya. Bahkan ia sudah mengatakan bahwa sikap Andra dingin padanya karena Nindya, gadis itu mencoba merayu suaminya.


"Apa maksud, Mommy?" tanya Aileen yang masih pura-pura tidak mengerti seolah ia yang paling benar.


"Siapa Adam Bagaskara? Kamu mengenalnya 'kan?"

__ADS_1


"Adam Bagaskara? Siapa dia, Mom? Aku tak mengenalnya."


Lalu, Anye memperlihatkan tayangan di ponselnya. Disitu terlihat seorang pria yang sedang duduk bersama Roy, Roy berhasil mengintrogasi Adam.


"Dia bilang dia mengenalmu, bahkan kamu masih menjalin hubungan disaat sudah menikah dengan Andra. Kamu bisa menipu suamiku, tapi Mommy percaya pada anak Mommy. Dia pria yang sangat bertanggung jawab, Andra pasti mengakui anak yang kamu kandung jika dia merasa tidur bersamamu. Jadi, katakan yang sebenarnya pada Mommy sebelum kamu menyesal!"


Kini, Aileen terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan ibu mertuanya.


"Mengaku, atau Mommy adukan ini pada orang tuamu! Mereka pasti kecewa padamu, Aileen." Anye masih berlaku baik pada menantunya itu, ia tak ingin membuang energi dan mengakibatkannya kembali drof.


"Mom, jangan pisahkan aku dengan Andra. Aku mencintainya, Mom. Aku memang salah, aku minta maaf. Aku menyesal, awalnya aku menolak perjodohan ini. Tapi, lambat laun perasaan itu muncul. Aku sudah memutuskan hubunganku dengan pria itu," jelas Aileen.


"Lalu bagaimana dengan kandunganmu? Dia bukan cucuku, kamu bilang pada Daddy-nya Andra yang sebenarnya sebelum terlambat. Cinta tak bisa dipaksakan, Aileen!"


"Tidak, Mom. Aku mencintai suamiku."


"Kamu jangan egois, anak yang kamu kandung membutuhkan sosok ayah. Adam mencintaimu, bahkan dia sampai rela menjual semua asetnya untuk bergabung dengan perusahaan Andra, dia rela hidup menderita demi dirimu. Pria itu sedang berjuang untuk membuktikan bahwa dia bisa seperti Andra."


Aileen bersimpuh di hadapan Anye, ia tetap tak ingin berpisah dengan suaminya. Padahal Anye sudah menawarkan kebijakan untuk membantunya agar orang tuanya bisa menerima Adam.


"Tidak, Aileen. Ini salah, ini tidak boleh terjadi. Bahkan Mommy sudah tahu yang sebenarnya."


Beberapa hari yang lalu selama di rumah sakit kemarin, diam-diam Anye menyuruh orang untuk mengikuti Roy, setelah tahu apa yang dilakukan pria itu Anye langsung mengitrogasi Roy. Awalnya Roy tidak memberitahukan ini pada majikannya itu, ia tidak ingin membuat Anye drof dengan kabar yang akan ia sampaikan.


"Apa yang terjadi sebenarnya, Roy? Kenapa Andra tidak mengakui anak yang dikandung Aileen? Dan siapa pria yang bersamamu kemarin?" tanya Anye soal pertemuannya dengan Adam.


"Dia Adam, kekasih nona Aileen."


Anye merasakan sakit kembali di bagian dada.


"Nyonya tenanglah, ini masih belum terlambat. Saya sedang mencari informasi yang sebenarnya, dan ternyata benar, pria itu adalah kekasih nona Aileen dan anak yang dikandungnya adalah anak dari pria itu. Tuan Andra tak pernah menyentuh istrinya," jelas Roy.

__ADS_1


Kini Anye tahu yang sebenarnya, dan ia akan membantu anaknya agar terlepas dari wanita yang sudah membohonginya.


"Kenapa tidak bilang semuanya dari awal?"


"Maaf, Nyonya. Tuan tidak ingin membuat Anda drof, hanya saja-,"


"Hanya apa? Apa ini soal Nindya?"


"Nyonya tahu itu?"


"Aileen menuduh Nindya yang sudah mencoba merusak rumah tangganya."


"Tidak, Nyonya. Tuanlah yang sudah merenggut kesucian nona Nindya, dan ini berawal dari kekecewaan tuan Andra yang sudah dibohongi nona Aileen. Dari situlah kenapa tuan Andra tidak menyentuhnya."


Setelah tahu semua dari Roy, Anye tak lagi bisa memendam kekesalannya terhadap menantunya itu, ia hanya merahasiakan ini pada Andra dengan apa yang sudah diketahuinya.


"Keluarlah, Mommy ingin sendiri. Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik soal tawaran Mommy untukmu, akui semuanya sendiri atau Mommy yang akan menceritakan semuanya pada keluargamu."


Mau tidak mau, Aileen pun keluar dari kamar mertuanya.


"Ajak dia ke apartemen yang sudah saya siapkan," ucap Anye yang menghubungi seseorang.


Semoga apa yang dilakukannya sudah benar, ia tak ingin suaminya tahu akan hubungan Andra dengan Nindya. Ia akan meyakinkan suaminya lebih dulu untuk mau menerima pembantu itu.


* * *


"Saya mau dibawa kemana?" tanya Nindya yang tahu saat jalan yang ia lalui bukanlah menuju rumah utama. "Siapa yang menyuruh kalian menjemputku?" Nindya yakin kalau ini bukanlah suruhan suaminya, ia mencoba membuka pintu mobil.


"Tenanglah, Nona. Kami tidak akan menyakitimu, jadi jangan memberontak seperti ini." Kata orang yang duduk di sampingnya. Karena Nindya terus memberontak, mau tak mau pria itu membius Nindya agar bisa tenang dan tak dianggap sedang penculikan.


Mobil yang ditumpangi mereka pun sampai di sebuah apartemen dan langsung membawa Nindya.

__ADS_1


__ADS_2