Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 191 Siap Menunggu


__ADS_3

Selepas kepergian Nathan.


"Heuh ... Aku gak habis pikir denganmu, kenapa mau sama dia, Cinta terkadang membuat kita buta," oceh Sisil.


Dewi mendekatinya, lalu menarik kacamata tebal itu dari wajahnya. "Iya, sampai kamu tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang tidak! Kamu itu sebenarnya cantik, kenapa harus menutupi kecantikkanmu hanya karena masalah orang tuamu."


Sisil mengambil kacamatanya dan memakainya kembali. Gadis itu menyembunyikan kecantikkannya dari jati dirinya yang menipu semua orang. Hanya Dewi yang tahu soal dirinya, tidak ada yang dirahasiakan oleh Sisil pada Dewi.


"Sebentar lagi aku tunangan sama kak Nathan, tapi kalau sudah begini aku tidak tau mau melanjutkan pertunangan atau tidak."


Sisil membulatkan mata. "What? Tunangan?" Sisil terkejut, "lanjut atau batal? Maksudnya gimana?"


"Entah tunangan atau langsung menikah, aku sudah pikirkan ini matang-matang. Aku tidak mau tinggal sendirian, aku butuh seseorang dalam hidupku. Aku juga tidak mungkin tinggal di sini satu atap bersama kekasihku, apa kata orang nanti?"


"Jadi ... Kalian sudah pacaran? Kenapa tidak bilang padaku? Teman macam apa kamu ini? Tega tidak memberitauku." Sisil mengerucutkan bibir.


"Maaf, aku bukannya tidak bilang. Tapi belum sempat karena kecelakaan papaku," lirihnya. Sisil memeluknya dengan sangat erat.


"Kamu mencintainya?" tanya Sisil. Dewi mengangguk.


"Aku memang sudah lama menyukainya, mungkin harus seperti dulu baru bisa bersatu," terang Dewi.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah siap menikah?" tanya Sisil lagi. Dewi mengangguk.


Tanpa disadari ternyata Nathan berdiri di ambang pintu, pria itu tersenyum lebar. Ia tak akan mengulur waktu jika tahu sudah begini.


"Aku akan segera menikahimu," ucap Nathan.


Dewi melepaskan pelukan Sisil, lalu menoleh ke arah suara. "Sejak kapan Kakak di situ?" Wajah Dewi memerah karena malu mengakui bahwa ia sudah siap menikah.


"Sejak kamu melepas kacamata wanita itu." Tunjuknya ke arah Sisil. Sisil pun ikut terkejut, jangan sampai pria itu tahu tentangnya, pikirnya.


"Jangan beritau orang lain tentangnya, ini rahasia kita," ucap Dewi.


"Itu rahasiamu dengannya, aku tidak mau ikut campur. Lagian, aku tidak peduli dengan tujuannya menyembunyikan diri aslinya," tutur Nathan, "Tuhan memberikan kelibihan itu harusnya bersyukur," sindirnya.


Nathan melirik jam di tangan, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Tidak usah mengusirku, aku sudah mau pulang," ujar Sisil saat merasa dirinya tahu bahwa lelaki itu melirik jam karena ia masih berada di rumahnya dalam keadaan malam-malam.


"Sil, jangan marah," kata Dewi.


"Aku tidak akan marah, aku tetap akan membantumu soal tugas kuliah. Tapi tidak padanya." Tunjuk Sisil menggunakan wajah ke arah Nathan. Dari awal sudah tidak suka, maka ia akan tetap tidak suka meski orang itu sudah berbaik hati padanya. "Aku pulang, kamu jaga diri baik-baik di sini."

__ADS_1


"Apa maksudmu bicara seperti itu? Memangnya aku mau apain Dewi, hah?" kata Nathan.


"Pikiran Kakak saja yang terlalu jelek." Sisil menjulurkan lidah seraya mengejek.


"Sudah, biarkan dia pulang. Jangan buat dia marah dan imbasnya ke aku," terang Dewi.


Nathan tak lagi mempermasalahkan gadis penyamar itu, lagian gadis itu sudah menghilang dari rumahnya.


"Kamu serius siap menikah?" tanya Nathan.


"Iya, tapi tunggu sampai 40 hari papa ya?"


Tentu Nathan mengiyakan, ia siap menunggu sampai hari itu tiba.


...----------------...


Remokemdasi hari ini.


Judul : Sang Ratu Malam


By : Asire

__ADS_1



__ADS_2