Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 81


__ADS_3

"El, kamu apakan si Adam?" tanya Roy.


Rasanya ingin sekali Roy tertawa saat melihat tampilan sahabatnya itu.


"Jangan ketawa, ini perjuanganku!" cetus Adam. Sebenarnya, Adam tak suka didandani seperti ini oleh Elena. Tapi tak ada cara lain agar bisa masuk ke rumah Aileen. Penyamaran ini, ia harap akan berhasil.


Elena pun sebenarnya sedang menahan tawa. Ia tak menyangka ide gilanya akan dituruti oleh Adam. Cinta Adam begitu besar pada Aileen, Elena harap apa yang diperjuangkannya tak sia-sia.


Adam melihat tampilannya di cermin.


"El, tidak salah kamu membuatku seperti? Nanti Aileen malah takut saat melihat tampilanku." Adam mengakui betapa jeleknya ia, tak ada mirip-miripnya seperti wanita. Yang ada malah terlihat seperti badut.


Roy tak lagi bisa menahan tawanya, ia pun akhirnya tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya. Elena langsung mencubit pinggang suaminya.


"Seneng banget cubit pinggangku," kata Roy.


"Jangan diketawain, kasian 'kan. Dia lagi memperjuangkan cintanya, betapa besarnya cinta Adam pada Aileen. Kamu mana mungkin mau begini," sela Elena.


Elena tidak tahu saja, bahwa cinta Roy padanya tengah diuji. Hadirnya Laura membuatnya harus bisa bertahan agar ia tak kembali memiliki rasa pada wanita itu. Cinta pertama akan selalu berkesan, dan inilah ujian Roy. Ia harap, keluarga Wiliam segera kembali dan memulangkan Laura ke asalnya.

__ADS_1


"Roy, aku pergi dulu ya. Aku mau membantu Adam bertemu dengan Aileen." Karena Elena dokter, jadi ia bisa masuk ke rumah dengan alasan ingin memeriksa wanita hamil itu.


"Apa aku perlu ikut?" tawar Roy.


"Kamu tunggu saja di rumah, yang berjaga di sana pasti mengenalimu karena bagaimana pun, bos-mu itu mantan Aileen," terang Elena.


"Iya, Roy. Nanti yang ada malah kacau dengan kehadiranmu," timpal Adam.


"Ya, baiklah. Aku akan menunggumu kalian kembali." Roy pun akhirnya memasrahkan istrinya pergi bersama Adam, "aku titip istriku, jaga dia. Awas kalau terjadi apa-apa pada istriku!" Menurut Roy, ini sedikit berbahaya karena Elena akan terbawa masalah jika mereka ketahuan.


"Kamu tenang saja, dia hanya membantuku untuk masuk ke rumah itu. Selebihnya itu urusanku," terang Adam.


Berangkatlah Adam dan Elena ke mansion Aileen.


"El, aku harap kamu juga bisa melewati ujian rumah tangga kalian," ucap Adam saat sedang menyetir.


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" tanya Elena.


"Hidup tidak selamanya mulus, El. Apa pun yang terjadi, kalian harus saling percaya," tutur Adam lagi.

__ADS_1


"Iya, Dam. Terima kasih sudah mengingatkan."


Sampailah mereka di rumah Aileen. Benar saja, kediaman itu nampak dijaga ketat. Bahkan mobil yang ditumpangi Elena dan Adam langsung distop oleh penjaga di sana.


Elena cerdik bisa menyembunyikan wajah asli Adam yang penuh dengan brewok. Masker wajah tak luput menyempurnakan penyamaran mereka. Dan berhasil, Adam dapat masuk tanpa diperiksa lebih detail oleh penjaga itu.


"El, jangan cepat-cepat. Aku tidak bisa berjalan dengan sepatu ini." Akhirnya, Adam melepas sepatunya. Ia merasa tak nyaman.


"Ekhem ..." Suara mengejutkan mereka, apa lagi dengan sikap Adam yang berjalan seperti biasa.


Tidak ingin ketahuan, Adam kembali menggunakan sepatu wanita itu. Penjaga yang berkeliaran nampak curiga, hampir saja Adam ketahuan. Untung, Aileen segera datang.


"Pergilah, mereka tamuku," ucap Aileen pada penjaga di sana.


Aileen memang sudah ada janji dengan dokter Elena. Karena Aileen juga tidak diizinkan keluar meski sekedar untuk mengecek kandungannya.


Aileen juga merasa aneh dengan perawat yang diajak oleh Elena, ia tidak tahu kalau perawat itu adalah Adam kekasihnya. Karena penjaga sudah pergi, Aileen mengajak dokter Elena ke kamarnya. Ia ingin tahu perkembangan janinya.


Di rumah Aileen sudah dilengakapi alat pemeriksaan, Morano begitu ketat padanya. Entah apa yang direncanakan olehnya sehingga ia tidak membolehkan Aileen bertemu dengan Adam.

__ADS_1


Adam melihat ruangan yang sudah seperti rumah sakit. Ia masih menutupi wajahnya di hadapan Aileen. Dan tak lama, Adam membuka masker yang menutupi wajahnya.


"Apa aku mimpi?" tanya Aileen yang tak percaya akan siapa yang ada di hadapannya.


__ADS_2