
"Terimakasih banyak Don. Tapi aku bisa mengatasi nya sendiri kok. Aku tidak ingin menyusahkan orang lain." ucap Tania.
Doni menghela nafas panjang, dia sudah terbiasa dengan penolakan Tania. Tania tidak akan pernah mau menerima bantuan orang lain selagi dia Masih bisa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Nada.
"Terimakasih yah sudah mau nganterin aku." ucap Tania.
"Sama-sama, kamu masuk gih. Aku juga mau langsung pulang saja." ucap Doni. "Kamu gak mau singgah dulu? sekalian ketemu sama Eki dan Mona?" tanya Tania.
Doni pun ikut turun. "Assalamualaikum." sapa Hena yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Walaikumsalam Mbak." jawab Mona. Tania melihat Mona yang sedang mengasuh Ponakan nya.
"Tania akhirnya kamu pulang juga. Kenapa sangat lama?" tanya Nada yang baru saja Keluar dari kamar nya.
"Maafin aku sudah lama, aku ngobrol dulu dengan teman kerja ku dulu. Kenalin nama nya Doni." ucap Tania. Nada menyalim tangan Doni.
"Nada, teman nya Tania." ucap Nada. Doni tersenyum.
Doni melihat Eki. "Sudah lama tidak ketemu kamu makin embul saja." ucap Doni pada Eki.
Cukup lama Doni bermain dengan Eki setelah itu dia pun ijin pulang. Setelah Doni pergi Nada langsung duduk di samping Tania.
"Itu teman kamu atau calon ayah untuk Eki?" tanya Nada. Tania kebingungan.
"Maksud kamu apa?" tanya Tania. "Udah deh gak usah pura-pura tidak mengerti, itu calon ayah untuk Eki kan?" ucap Nada lagi.
"Maksud kamu Doni?" tanya Tania.. Nada menganguk.
"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu? Aku dengan dia hanya sekedar teman kerja saja, selama aku kerja di Cafe dia banyak membantu ku." ucap Tania.
"Yakin hanya teman saja? Mana mungkin hanya Teman saja dia sangat dekat dengan anak kamu." ucap Nada.
Tania tersenyum.
"Iyah Nada, aku tidak ada hubungan lebih selain temanan dengan dia." ucap Tania. "Humm ya udah deh kalau gitu. Aku berfikir kalau itu adalah calon kamu." ucap Nada.
__ADS_1
"Lagian kenapa sih kalau aku mempunyai pasangan?" tanya Tania. "Bagus dong kalau begitu." ucap Nada.
"Eki ada Ayah, kamu juga tidak perlu susah-susah mencari nafkah sendirian, kamu sampai sangat kurus seperti itu." ucap Nada.
"Sejak kapan aku gendut? Aku selalu mempunyai badan seperti ini." ucap Tania. Nada tersenyum.
"Ya udah deh kalau begitu kamu mandi sana, lihat tuh Anak kamu dari tadi mau minta di gendong." ucap Nada.
Tania tersenyum.
"Mbak mandi dulu yah." ucap Tania pada Mona. Mona menganguk. Setelah itu dia pun langsung mandi.
Di kamar dia menghela nafas. "Badan ku pegal-pegal semua." batin Tania. Setelah merasa badan nya sudah tidak lelah dia pun segera mandi. Dia tidak bisa lama-lama karena dia mempunyai anak kecil.
Tapi karena bantuan Adik nya yang tidak pernah protes mengurus anak nya dia sangat terbantu sekali. Setelah selesai mandi dia langsung turun.
Eki di gendong oleh nya sangat senang sekali. Dia harus memberikan Eki Makan dulu, sementara Adik nya belajar.
"Tania!" panggil Nada duduk di samping Tania yang sedang sibuk memberikan anak nya Makan.
"Ada apa?" tanya Tania.
"Boleh, kenapa harus minta ijin dulu?" tanya Tania. "Sebenarnya aku kurang pandai, itu sebab nya kamu harus mengawasi nya." ucap Nada.
Tania memberikan pada Nada, namun Nada tidak berani sama sekali, dia sangat takut. Tania tersenyum.
"Awal nya juga aku tidak pinter, namun semakin lama karena sudah mempunyai anak aku sudah bisa." ucap Tania.
"Huff aku takut dia jatuh." ucap Nada. Tania tersenyum.
"Kalau di lihat-lihat dia sangat mirip yah dengan almarhum papah kamu. Sama kamu tidak mirip sama sekali." ucap Nada.
Tania tersenyum. "Waktu aku hamil aku sangat sedih, aku tidak bisa berhenti memikirkan ayah ku, itu sebabnya dia sangat mirip dengan Kakek nya." ucap Tania.
"Yang sabar yah Tania." ucap Nada, Tania tersenyum.
Eki sudah selesai makan mereka duduk di ruang tamu sama-sama.
__ADS_1
Saat asik menonton TV tiba-tiba ada orang datang. Dan ternyata tukang pengantar makanan. "Nih kamu harus cobain Pizza kesukaan aku." Nada. Mereka pun Makan sama-sama.
Sementara di tempat lain. Angga duduk di temani oleh bodyguard dan juga beberapa teman laki-laki nya.
"Livy sangat cantik sekali." puji teman Angga. Angga hanya diam saja. "Kapan kamu menikahi Livy Angga?" tanya teman nya itu.
"Aku ingin secepatnya, namun dia bersedia sama sekali, dia ingin fokus pada karier nya terlebih dahulu." ucap Angga.
"Huff awas nanti keburu di ambil orang lain loh, Livy adalah idaman para pria pengusaha." ucap Teman nya.
Livy yang sedang party di lantai bawah menoleh ke arah Kursi yang terletak di lantai atas yang bisa kelihatan ke bawah, khusus di sewa untuk Angga yang tidak bisa dengan keramaian.
Mendengar berisik saja sudah hampir membuat kepala nya pusing, namun dengan minuman alkohol yang di atas meja membuat nya sedikit tenang.
"Di Indonesia kamu sama sekali tidak mengumumkan kalau kamu mempunyai pasangan. Sampai kapan kamu akan menyembunyikan hal itu?"
Angga menggeleng kan kepala nya. "Aku sangat ingin mempublish nya, aku ingin seperti teman ku yang selalu membawa pasangan mereka di acara penting, namun Livy tidak mempunyai waktu untuk itu, bahkan dia melarang aku untuk mempublikasikan hubungan ini." ucap Angga.
Dia memeriksa ponsel nya tiba-tiba ada notifikasi dari Dara. "Tuan muda, bagaimana dengan Jas nya? Apakah Cocok dengan Tuan muda?" tanya Dara.
Angga meminta Bodyguard nya mengambil foto mereka bertiga. Dan setelah itu mengirim kan nya pada Dara.
"Saya sangat kecewa dengan Jas buatan nya, ini sungguh mengecewakan, saya sudah rugi banyak." Isi pesan Angga.
"Wahh Tuan muda sangat tampan sekali." ucap Dara berteriak. Semua orang langsung melihat ke layar ponsel.
"Wahh ini adalah Jas yang sangat Cocok dengan Tuan muda." ucap Dara. Dia membaca pesan nya. Dia langsung Menghela nafas panjang.
"Ya Ampun Tuan muda. Ini adalah Jas termurah Milik Tuan muda, ini juga yang sangat bagus." batin Dara.
"Ini sudah sangat bagus dan cocok untuk Tuan Muda." balas Dara. Angga tidak lagi menjawab nya.
Dara mengirimkan Foto itu pada Tania.
Tania yang sedang asik berbincang-bincang dengan Nada memeriksa ponsel nya, dia berfikir itu adalah pesanan lagi. Namun ternyata foto dari Dara.
"Ini seriusan Tuan Angga? Dia sangat tampan sekali." ucap Nada merampas handphone Tania..
__ADS_1
"Pujaan hati ku. Kamu akhirnya memakai baju dari butik ku. Di Jas mu berlogo Huruf depan nama ku." ucap Nada.