
Angga melihat papah nya tertawa dia juga ikut bahagia. "Eki yang baru pertama kali bertemu dengan papah sudah bisa membuat nya tertawa lepas. Mamah juga di sana pasti sangat bahagia melihat ini." ucap Angga dalam hati.
Dia mengambil foto mengirim kan kepada Tania. Tania melihat itu sangat terharu sekali, dia jadi mengingat almarhum kedua orang tua nya. Yang selalu menginginkan Cucu dari dia.
"Rejeki yang baik selalu kamu dapat nak, orang selalu suka dan menyanyangi kamu." ucap Tania, tidak terasa Air mata nya keluar.
Hari semakin malam mesin menjahit Tania Masih hidup.. Walaupun dia sudah menguap karena mengantuk dan lelah di terus memaksa agar yang terakhir untuk Malam ini selesai.
Handphone nya berdering..
"Halo Mona.." ucap Tania.
"Mbak di Mana? Apakah mbak tidak pulang hari ini?" tanya Mona.
"Sebentar lagi, Mbak bentar lagi pulang kok." ucap Mamah nya.
"Ini sudah jam sepuluh mbak, Bibik Sisi sudah sangat mengkhawatirkan Mbak, bagaimana juga dengan Eki, kasihan dia." ucap Mona.
Tania Menghela nafas panjang. "Baiklah mbak akan pulang sekarang." ucap Tania. Mona menginyakan panggilan telepon pun langsung mati.
Tania tidak kunjung pulang. Butuh waktu setengah jam lagi baru selesai.
Setelah selesai dia segera bergegas pulang.
"Jam segini sudah tidak ada bus lagi.. Bagaimana aku pulang?" ucap Tania.
Melihat jalanan sudah sepi membuat nya ragu pulang naik apa.
Tapi tiba-tiba ada mobil berhenti di depan nya.
"Silahkan masuk." ucap Angga membuka kaca mobil. Tania kaget kenapa ada Angga di sana.
"Kamu kenapa bisa di sini?" tanya Tania.
"Saya menunggu kamu dari tadi." ucap Angga.
"Menunggu ku? kenapa Kamu tidak masuk saja?" tanya Tania.
"Saya tidak ingin mengganggu kamu." ucap Angga.
Tania Menghela nafas panjang.
"Eki di Mana?" tanya Tania.
"Ada di rumah bersama orang tua ku." ucap Angga.
"Orang tua kamu belum pulang?" tanya Tania.
"Mereka menginap untuk malam ini, kamu juga menginap lah di rumah." ucap Angga.
Tania menggeleng kan kepala nya. "aku tidak enak." ucap Tania.
__ADS_1
"Mamah sama Papah Masih mau bersama Eki. Saya mohon jangan bawa dia dulu." ucap Angga.
Tania terdiam sejenak.
"Saya mohon tidur lah di rumah untuk satu malam ini saja." ucap Angga memohon. Tania tidak tega harus menolak namun dia juga sudah di tunggu di rumah.
Hanya saja dia harus membalas kebaikan Angga. Hanya dengan seperti itu dia bisa membalas Angga.
"baiklah aku akan menginap di rumah kamu, tapi aku harus tidur di kamar Tamu." ucap Tania.
"Baiklah.." ucap Angga tersenyum dia sangat senang akhirnya Tania mau.
Setelah sampai rumah sudah sepi. "Papah pasti sudah tidur." ucap Angga. Tania bernafas lega, karena dia sudah sangat gugup.
"Permisi Tuan.." Tania kaget berfikir itu adalah orang tua Angga namun ternyata Dara.
"Kamu bikin aku terkejut saja dara." ucap Tania.
"Maaf-maaf." ucap Dara.
"Ada apa? kenapa jam segini kamu belum tidur? Eki kemana?" tanya Angga.
"Oohh Tuan muda kecil lagi ada di kamar Tuan. Dia baru saja tidur karena menangis sepanjang tuan pergi." ucap Dara.
"Kamu tidak menjaga dengan benar." ucap Angga.
"Loh kok saya yang salah? Eki mau ikut dengan tuan, bukan karena saya tidak menjaga dengan benar." ucap Dara.
Dara Menghela nafas panjang.
"Humm baiklah Tuan. Saya juga sudah sangat mengantuk sekali." ucap Dara.
Tania senyum-senyum melihat perdebatan antara bos dan juga bawahan itu.
"Kamu dari mana sih Tania jam segini baru pulang?" tanya Dara.
"Aku kemana lagi kalau tidak bekerja." ucap Tania.
"Huff kamu sudah memiliki kekasih yang kaya, kenapa kamu capek-capek untuk bekerja sih? Lihat wajah kamu sampai kurang tidur seperti ini." ucap Dara.
"Kamu berbicara seperti tidak menghargai perjuangan ku." ucap Tania dengan Kesal. "Aku hanya bercanda saja kok." ucap Dara.
"Kamu istirahat saja, jangan melayani Dara." ucap Angga. Dara Menghela nafas panjang.
"Kalian sangat jahat!" ucap Dara. Dia pun istirahat ke kamar nya.
Angga sampai di kamar dia langsung mandi karena belum mandi.
Tania melihat Eki tidur di tempat tidur Angga tengkurap.
"Maafin mamah yah nak, karena Mamah kerja kamu jadi harus kekurangan kasih sayang mamah." ucap Tania mengelus kepala Eki.
__ADS_1
Angga keluar dari Kamar mandi.
"Saya menyarankan agar kamu berhenti bekerja. Saya bisa memberikan apapun yang kamu mau, semua kebutuhan kamu Akan saya tanggung." ucap Angga.
Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku menyukai profesi yang sekarang. Aku senang menjahit." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang. "Tapi Eki jadi jarang bisa bersama kamu." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Dia pasti tau kalau yang aku lakukan ini untuk dia juga." ucap Tania.
Angga mendekati Tania.
"Kamu masih belum percaya sepenuhnya kepada saya?" tanya Angga. Tania menatap wajah Angga.
"Bukan tidak percaya, hanya saja sudah banyak kamu membantu ku, sudah sangat banyak aku merepotkan kamu, aku ingin menjadi wanita mandiri." ucap Tania.
Angga mengelus rambut Tania.
"Saya tidak tega melihat kamu seperti ini kecapean setiap malam." ucap Angga.
Tania tersenyum.
"Apa kamu melihat aku Sedih? Aku sangat menikmati pekerjaan ku ini sebelum nanti aku beralih pekerjaan mengurus suami dan juga anak ku." ucap Tania.
Angga yang mendengar itu sangat terharu.
"Kamu sangat membuat aku terharu." ucap Angga.
"Ini adalah hobi dan juga pekerjaan ku, aku hanya minta ke kamu untuk selalu mendukung ku, agar aku tidak merepotkan kamu." ucap Tania.
"Saya selalu mendukung kamu, apapun yang kamu lakukan selagi hal baik saya akan mendukung, tapi kalau kamu merepotkan saya, saya tidak keberatan sama sekali." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Terimakasih.. Besok-besok aku pasti akan merepotkan kamu kok." ucap Tania. Angga tersenyum.. Tania mengambil handuk kecil Angga.
"Sini aku bantu kering kan." ucap Tania. Angga tersenyum.
Setelah selesai mengeringkan rambut. Tania mau mandi tapi dia tidak memiliki baju ganti.
Dia mau meminjam kepada Dara tapi dia malu dan Dara juga pasti sudah tidur.
Angga keluar dari kamar mau minum Kopi. Tania mengambil kesempatan untuk mandi karena sudah sangat gerah sekali.
"Saya membawa kopi untuk kamu." ucap Angga kembali ke kamar. Namun dia terdiam melihat Tania memakai kemeja nya dan juga celana pendek nya.
Angga menahan tawa.
"Aku tidak memiliki baju ganti, jadi aku memakai yang ini saja. Tidak apa-apa kan?" ucap Tania.
"Kamu sangat Lucu memakai itu." ucap Angga. Tania jadi malu karena di tertawain oleh Angga.
__ADS_1