Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 147


__ADS_3

"Baiklah-baiklah kalau begitu saya akan pergi. Kabari saya kalau kamu sudah selesai." ucap Angga. Tania menganguk, Angga akhirnya pergi.


Tania memegang pipi nya. Dia senyum-senyum sendiri.


"Ekhem-Ekhem!!! aku melihat nya." ucap Nada yang sengaja lewat. Tania jadi malu sendiri. Dia pun masuk dan mulai memegang kain bahan.


Angga di perjalanan pulang kefikiran Eki..


"Sebaiknya aku membeli buah dulu." ucap Angga.


Di malam hari nya Angga sedang menunggu Tania di depan Butik.


"Tania kamu belum mau pulang?" tanya Nada.


"Sebentar lagi, emang nya kenapa Nad?" tanya Tania.


"Lihat tuh dari tadi Tuan Angga sudah menunggu kamu di depan. Kasihan dia pasti sudah sangat bosan." ucap Nada.


Tania melihat ke parkiran depan. Tania menghela nafas panjang. "Ya udah deh kalau begitu aku pamit pulang duluan yah, jas yang sebelumnya sudah selesai kok." ucap Tania.


Nada menganguk. "Ya sudah hati-hati yah, Titip salam sama Bibik Sisi." ucap Nada. Tania menganguk.


Dia keluar dari Butik. Angga melihat Tania datang dia langsung mematikan ponsel nya tersenyum ke arah Tania sambil membuka pintu mobil untuk Tania.


"Kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini, aku jadi malu dan juga tidak enakan." ucap Tania.


Angga Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu mengkhawatirkan Apapun ataupun memikirkan apapun." ucap Angga. "Bagaimana bisa aku tidak memikirkan apapun , kamu datang ke sini menjemput aku dari sore tadi. Seperti tidak ada pekerjaan lain saja." ucap Tania.


"Ssstttt.... Jangan berisik." ucap Angga. "Aku serius Angga!! lain kali jangan melakukan ini lagi. Aku bisa pulang sendiri." ucap Angga.


"Ehekkk... ehekkk...."" tiba-tiba Eki merengek karena mendengar suara Mamah nya yang berisik.


"Tuh kan apa saya bilang jangan berisik." ucap Angga menenangkan Eki yang tidur di bangku belakang.


"Loh Eki ikut? kenapa kamu membawa nya?" tanya Tania.


"Sssttt...." Angga meminta Tania diam. Setelah Eki diam mereka meninggalkan Butik.


"Tadi Eki tidak mau di tinggal. Saya harus ke kantor sebentar Tadi." ucap Angga.


"Kamu membawa Eki ke kantor?" tanya Tania. Angga menganguk.


"Seharusnya kamu tidak perlu membawa nya." ucap Tania.

__ADS_1


"Kamu terlalu banyak larangan. Dia juga senang. Aku tidak merasa keberatan karena kedepannya dia akan lebih sering ikut dengan saya." ucap Angga.


Tania menghela nafas panjang.


"Terserah kamu saja, aku heran sama kamu." ucap Tania.


"Jangan marah-marah gitu dong." ucap Angga.


"Loh kita mau kemana?" tanya Tania.


"Ke rumah orang tua ku, mereka mengundang kita untuk makan Malam bersama." ucap Angga.


"Loh kok kamu gak bilang dulu, mana mungkin aku seperti ini ke rumah orang tua kamu." ucap Tania.


"Tidak apa-apa, kamu cantik kok seperti ini." ucap Angga.


"Aku belum siap ketemu orang tua kamu, kenapa kamu memaksa aku untuk datang menemui orang tua kamu? bagaimana kalau mereka marah-marah?" tanya Tania.


"Tidak ada yang di khawatir kan Tania. Mereka yang meminta agar saya membawa kamu dan juga Eki." ucap Angga.


"Aku capek, kamu membuat aku semakin pusing saja. Kamu berlebihan seperti ini membuat aku risih, kamu sama sekali tidak membicarakan nya dulu, aku belum mengantakan setuju kamu langsung saja." ucap Tania.


"Tapi ini hanya bertemu untuk makan malam." ucap Angga.


Angga mau putar balik namun sudah sangat dekat ke rumah orang tua nya. Demi menghargai orang tua nya akhirnya mereka meneruskan ke rumah orang tua Angga.


Tidak beberapa lama akhirnya di rumah orang tua Angga.. Mereka di sambut dengan sangat hangat.


"Bu, Om.." Tania menyalim tangan Orang tua Angga.


"Ayo masuk. Makanan dari tadi sudah siap." ucap Orang tua Angga.


"Tidak terlalu banyak percakapan mereka karena masih terasa sangat canggung sekali setelah kejadian sebelumnya.


Setelah selesai makan malam mereka berpamitan untuk pulang.


Sesampainya di rumah Angga tidak mengatakan sepatah kata pun kepada Tania. Karena takut Tania Akan marah-marah lagi kepada nya.


"Tuan Angga kenapa kelihatan nya murung?" tanya Dara kepada Tania. "Kami memiliki perdebatan." ucap Tania.


"Hufff perdebatan apa lagi sih? baru saja selesai dari masalah, sekarang sudah berdebat lagi." ucap Dara.


"Aku sedikit risih dengan perlakuan Angga. Dia terlalu berlebihan sehingga aku takut aku menjadi beban untuk dia." ucap Tania.


"Maksud kamu apa?" tanya Dara.

__ADS_1


"Semua perlakuan dia berlebihan kepada ku." ucap Tania.


Dara Menghela nafas panjang.


"Tuan Angga seperti itu karena dia sangat mencintai kamu, dia menunjukkan tanda cinta nya kepada kamu, karena dia takut kamu ragu kepada nya." ucap Dara.


"Tapi tidak harus seperti ini juga Dara.." ucap Tania.


"Kamu mau nya tuan Angga diam saja? Tidak memperdulikan kamu Atau pun keluarga kamu?" tanya Dara.


Tania Menghela nafas panjang. "Tuan Angga sangat takut kehilangan kamu, hal yang dia lakukan itu sangat lah wajar." ucap Dara.


Tania terdiam. "Kamu tidak perlu memikirkan itu lagi. Kelihatan nya kamu sangat lelah sebaik nya istirahat saja." ucap Dara.


Di dalam kamar Angga dia berdiri di balkon kamar nya.


"Apa yang aku lakukan Membuat Tania risih? aku hanya memperdulikan dia, apa salah nya kalau aku melakukan hal seperti itu." ucap Angga.


"Apa dia tidak serius kepada ku? Apa dia tidak pernah memikirkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius lagi?" ucap Angga jadi overtingkhing.


Di pagi hari nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Dara kepada Tania yang keluar dari kamar sudah membawa tas baju semua barang-barang nya.


"Mau pulang ke rumah." ucap Tania.


"Kamu sudah bilang sebelumnya kepada tuan Angga?" tanya Dara.


"Seperti nya dia masih marah kepada ku." ucap Tania.


"Sebaiknya kalian berbicara terlebih dahulu. Kalau kamu pulang seperti ini akan membuat tuan Angga semakin marah." ucap Dara.


"Benar banget Tania, sebaik nya bicarakan dulu baik-baik." ucap Fani yang baru saja datang bersama Stevan.


"Aku sebenarnya belum kefikiran untuk lebih dari hubungan seperti sekarang ini, aku ingin lebih mengenal satu sama lain terlebih dahulu." ucap Tania.


"Kamu kurang kenal apa tentang Tuan Angga? aku rasa kamu pasti sudah sangat tau Tuan seperti apa." ucap Dara lagi.


"Kamu pasti tidak hanya memikirkan tentang itu kan? Kamu memiliki masalah lain yang mengganjal di hati kamu kan?" tanya Fani.


Tania terdiam.


"Kamu seharusnya jujur saja kepada Tuan Angga. dalam hubungan yang sehat pasti ada komunikasi yang baik.. Kalau kamu memiliki masalah coba ceritakan kepada Tuan Angga." ucap Fani.


"Benar banget, apapun itu bicarakan saja. Agar tidak ada salah paham di kemudian hari." ucap Dara.

__ADS_1


__ADS_2