Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 162


__ADS_3

"Ingat yah Tuan belum menikah, Belum boleh ngapa-ngapain." ucap Dara.


"Saya tidak melakukan apapun, saya hanya ingin Eki tidur dengan nyenyak dan nyaman." ucap Angga.


"Humm Iyah deh Tuan, Iyah." ucap Dara.


"Ayo Tania." ucap Angga. "Tapi.." Namun Angga terus memaksa nya.


Akhirnya mereka pergi ke kamar terlebih dahulu.


"Humm kalau seperti ini sudah harus di nikahin sih, Tuan Angga kelihatan nya sudah sangat terpikat kepada Tania." ucap Dara. Fani tersenyum.


Tania dan Angga masuk ke kamar. "Eki belum mau tidur sama sekali." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


"Saya juga belum ngantuk, hanya saja kita perlu waktu untuk berdua." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Dara dan Fani pasti berfikir yang tidak-tidak." ucap Tania.


"Sudah jangan perduli kan Apa kata mereka." ucap Angga.


Angga duduk di samping Tania. "Kelihatan nya tadi Kalian berbicara sangat serius sekali, apa yang kalian bicarakan? Apa itu tentang saya?" tanya Angga.


Tania tersenyum.


"Kamu terlalu Kepedean banget." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang. "Saya takut mereka menghasut kamu agar menjauhi saya." ucap Angga..


"Jangan berfikir selalu negatif seperti itu. Kami membicarakan tentang yang lain kok." ucap Tania.


Angga bernafas lega.


"Bagus deh kalau begitu, saya takut kalau kamu mudah terpengaruh. Karena saya tau saya banyak kurang nya dan saya juga takut kehilangan kamu." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Sudah aku bilang kalau Kamu mencintai aku, kamu juga harus percaya." ucap Tania.


Angga memasang wajah iba, Tania tiba-tiba mencium pipi Angga. "Aku mencintai." ucap Tania. Angga tersipu malu.


Namun Eki tiba-tiba datang mengganggu mereka berdua.


Di tempat lain Nada tidak keluar dari kamar nya sama sekali untuk makan malam.


"Nada kamu tidak turun untuk makan?" tanya Bibik nya, namun tidak ada respon dari dalam kamar.


"Ah mungkin dia sudah tidur." ucap Bibik nya memilih untuk turun ke bawah lagi.


Sementara Aris di tempat lain sudah sangat pusing memikirkan hubungan nya dengan Nada.


"Bagaimana ini? Aku harus menjelaskan bagaimana? Sekarang Nada sudah sangat marah kepada ku." ucap Aris.

__ADS_1


Keesokan harinya..


"Assalamualaikum Bik." Sapa Tania yang baru saja datang dan melihat Bibik Sisi menyapu teras depan.


"Walaikumsalam..." Jawab Bibik Sisi. Bibik melihat Tania datang bersama Angga dan juga Eki.


"Maafin aku yah bik tidak pulang tadi malam." ucap Tania.


Bibik Sisi hanya diam saja.


"Silahkan duduk dulu." ucap Bibik sisi. Angga duduk. Tania dan Eki masuk ke dalam.


"Kedatangan ku ke sini ingin meminta ijin dari Bibik menikahi Tania. Aku sangat membutuhkan Restu dari Bibik sebagai pengganti orang tua Tania." ucap Angga kepada Bibik sisi.


Bibik Sisi terdiam sejenak.


"Apa yang harus aku lakukan agar Bibik bisa percaya kepada ku?" tanya Angga.


"Tuan sudah tau kalau Tania janda, sementara tuan masih lajang. Bagaimana keluarga tuan menerima Tania? Mungkin untuk saat ini mereka menerima namun keesokan harinya pasti ada saja masalah ini nya." ucap Bibik Sisi.


"Apapun masalah kita berdua akan mencari jalan keluar sama-sama Bik, saya akan terus melindungi dan membela istri saya." ucap Angga.


Bibik Sisi terdiam.


"Saya sudah sangat mencintai Tania dan juga Eki bik, keluarga saya juga sudah menerima hubungan kami." ucap Angga.


"Tapi tetap saja Bibik khawatir Tuan," ucap Bibik Sisi.


"Kalau saya membuat Tania sedih atau pun terluka, Bibik bisa menghukum saya. Bibik bisa melakukan apapun yang akan Bibik lakukan kepada saya." ucap Angga.


Tania yang mendengar di dalam rumah hanya bisa berharap Bibik sisi memberikan restu kepada mereka berdua.


"Bik saya mohon, saya ingin menikahi Tania." ucap Angga.


"Apa kamu bisa menepati janji kamu untuk menjaga dan selalu mencintai Tania dan Eki?" tanya Bibik Sisi.


"Saya akan memegang kata-kata saya." ucap Angga dengan tegas.


"Suatu saat nanti kalau kalian memiliki anak, jangan pernah mengasingkan Eki." ucap Bibik sisi.


"Apa itu arti nya Bibik sudah memberikan Restu?" tanya Angga.


"Kalau kalian sudah saling mencintai Bibik tidak bisa melarang dan mengatakan apapun lagi. Bibik merestui hubungan kalian." ucap Bibik sisi.


Angga tersenyum, Tania juga tersenyum sangat senang sekali.


"Jangan sampai Bibik mendengar Tania bersedih karena kamu." ucap Bibik Sisi.


"Iyah Bik, Bibik bisa percaya kepada saya, terimakasih banyak Bik." ucap Angga.

__ADS_1


"Kamu keluar saja Tania, Bibik tau kok kalau kamu menguping." ucap Bibik sisi. Tania langsung keluar sambil cengengesan.


"Terimakasih banyak yah bik." ucap Tania.


"Walaupun kamu bukan anak kandung Bibik.. Tapi kamu sudah seperti anak Bibik sendiri, kamu juga menghormati Bibik.. Semoga hubungan kamu dengan Tuan Angga langgeng." ucap Bibik sisi.


Tania langsung memeluk Bibik sisi. "Terimakasih Bik, aku sayang Bibik." ucap Tania.


"Kalau kamu bahagia Bibik bahagia, dan orang tua kamu juga pasti sangat bahagia." ucap Bibik Sisi.


"Jadi kapan rencana kalian akan menikah?" tanya Bibik Sisi.


Angga menoleh ke arah Tania.


"Aku masih Sibuk mengurus pernikahan Nada dan Aris bik, setelah itu selesai barulah kita membicarakan masalah ini."' ucap Tania.


"Oohh begitu. Ya udah kalau begitu Bibik akan tetap mendoakan yang terbaik untuk kamu." ucap Bibik Sisi.


Tania tersenyum.


"Aku dengan Angga harus pergi lagi bik, gak apa-apa kan Eki di sini bersama Bibik." ucap Tania.


"Gak apa-apa, Bibik juga Bosan sendirian di rumah menunggu Mona pulang." ucap Bibik Sisi.


Tania tersenyum.


"Ya udah kalian berangkat kerja gih, jangan sampai telat." ucap Bibik sisi.


Mereka menyalim tangan Bibik Sisi dan pergi.


"Papah...." Eki mengejar Angga.


"Om pergi kerja dulu yah, Eki sama Bibik di rumah Dulu." ucap Angga mencium Eki dan pergi.


Di perjalanan tidak ada Percakapan apapun, Angga tiba-tiba mengandeng tangan Tania. Tania senyum-senyum sampai akhir nya di butik.


"Kita sudah sampai." ucap Angga. "Humm nanti aku mau belanja, apa kamu mau menemani aku?" tanya Tania.


"Berbelanja?" tanya Angga.


"Iyah.." jawab Tania.


"Baiklah. Kamu kabarin saja." ucap Angga. Tania menganguk.


"Kalau begitu aku turun dulu yah." ucap Tania. Angga menganguk. Mereka melambaikan tangan dan berpisah.


"Ya ampun kenapa jantungku tidak berhenti berdetak dari tadi? Aku sudah lama bersama Tania, namun seperti baru Pdkt saja." batin Angga.


Akhirnya dia meninggal kan Butik. sepanjang perjalanan dia tidak berhenti tersenyum karena sangat senang.

__ADS_1


"Aku tidak sabar memiliki Tania seutuhnya, membuktikan ke semua orang kalau cinta kita itu Nyata dari hati." batin Angga.


__ADS_2