
"Non Livy tidak bisa masuk ke dalam karena tuan Angga sedang istirahat " ucap Rendi.
"Kamu jangan mencoba menghalangi saya!" ucap Livy.
"Maaf non sebaiknya non pergi istirahat juga." ucap Rendi.
"Kamu siapa? Kamu tidak berhak mengatur saya dan melarang saya." ucap Livy mendorong Rendi dari depan pintu mau masuk namun di tutup membuka handle pintu namun di kunci dari dalam.
"Kenapa di kunci sih? Nyebelin banget." ucap Livy. Rendi membiarkan Livy kesal sendiri dia pergi dari sana.
Keesokan harinya Angga dan Rendi mulai menemukan sedikit demi sedikit tentang kecelakaan itu.
Mereka juga berusaha mengambil bukti yang di miliki oleh Livy.
"Kita harus segera menemukan nya Rendi sebelum Livy melaporkan nya ke polisi." ucap Angga. Rendi menganguk.
Namun Livy tidak bodoh dia langsung melaporkan ke polisi. "Siapa pun tidak ada yang bisa bermain-main dengan ku." ucap Livy sambil tertawa.
Keluarga Angga yang melihat tentang berita yang menyangkut anak nya membuat mereka semua panik. Bahkan sudah banyak orang yang berkomentar dan mencari tahu di mana Angga dan kebenaran nya seperti apa.
Terdengar ke telinga Tania.
"Ini tidak mungkin.. Mana mungkin Angga melakukan ini." ucap Tania. "Ada apa sih Tania? Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Nada.
"Lihat deh ini." ucap Tania menunjukkan berita.
"Wahhh ini sangat keterlaluan sekali. Aku harus membantu tuan Angga." ucap Nada.
"Kamu mau kemana?" tanya Tania.
"Kamu diam saja di sini tidak pernah khawatir." ucap Nada kepada Tania.
"Ya Allah tolong selamatkan Angga dari isu-isu yang tidak jelas seperti ini, mana mungkin Angga melakukan hal seperti ini." ucap Tania.
"Permisi apakah Tuan Angga ada?"..." Kepolisian datang menjemput Angga ke perusahaan nya.
"Tuan Angga tidak ada di sini." ucap Fani. Semua kepolisian mencari Angga di mana, namun benar-benar tidak ada di sana.
"Kalian semua jangan mencoba untuk menyembunyikan tuan kalian karena kami akan menemukan nya." ucap polisi.
Keluarga Lidya juga sudah datang ke rumah Orang tua Angga marah-marah. Mereka sangat kecewa kepada Angga.
Orang tua Angga bingung harus menjelaskan nya bagaimana. Namun mereka berusaha memohon agar tidak memasukkan anak nya ke dalam penjara.
__ADS_1
"Sudah dapat?" tanya Angga kepada anggota nya.
"Belum Tuan." ucap para anggota nya. Angga Menghela nafas panjang.
Dia melihat kepolisian sudah ada di depan tempat persembunyian nya. "Tuan Angga keluar dari sana kalau tidak kami akan memberikan ampun." ucap kepolisian.
Angga memilih untuk menyarahkan diri karena dia percaya kepada Anggota nya dan juga Rendi.
Setelah Angga keluar mengangkat tangan nya dia langsung di borgol. Dia melihat Nada yang Tiba-tiba datang.
Nada terlihat sangat sedih melihat Angga di bawa pergi oleh polisi.
"Ini tidak mungkin.. Tuan Angga tidak bersalah, aku akan membuktikan nya." ucap Nada. Karena Nada banyak tau tentang kehidupan Angga dia memutuskan untuk ikut campur dengan masalah itu.
Dia tidak sendirian melainkan di temanin oleh Dara.
Angga sampai di kepolisian dia melihat orang tua nya di sana, orang tua Lidya dan juga Livy.
"Kamu sangat jahat sekali Angga! Kenapa kamu melakukan itu kepada Lidya?" ucap Orang tua Lidya.
"Anak ku tidak mungkin melakukan itu." ucap Papah nya Angga.
"Semua nya sudah terbukti." ucap Orang tua Lidya.
Angga tidak banyak basa-basi mereka langsung membawa ke ruangan interogasi.
"Bagaimana keadaan nya Angga sekarang? Aku tidak bisa berhenti memikirkan dia, aku ingin bertemu dengan nya, Tapi itu tidak mungkin." batin Tania.
"Selamat siang Tania..." Tiba-tiba Danil datang. Tania melihat Danil.
"Loh bapak kok bisa di sini? Mau menjemput Jas yah? Tapi belum selesai pak." ucap Tania.
"Enggak kok, saya ke sini mau melihat kamu." ucap Danil.
"Melihat saya?" ucap Tania. Danil menganguk.
"Kamu mau kemana?" tanya Danil. "Mau makan siang." ucap Tania.
"Kebetulan banget saya belum makan siang, ayo makan siang sama-sama," ucap Danil.
"Tidak perlu pak. Saya hanya Makan di kantin dekat sini saja." ucap Tania.
"Saya juga ikut." ucap Danil. Tania bingung harus menolak nya bagaimana. "Tapi makanan di kantin sini tidak seenak di restoran." ucap Tania.
__ADS_1
Danil tersenyum. "Saya bisa Makan di mana saja kok, bukan seperti Angga yang sangat pemilih." ucap Danil. Tania menghela nafas panjang.
Dari pada ribut akhirnya Tania memperbolehkan Danil ikut dengan dia Makan siang.
"Kamu pasti sudah mendengar Tentang Angga kan?" tanya Danil setelah sampai di meja makan kantin.
"Sudah." jawab Tania.
"Angga benar-benar sangat tega sekali. Kenapa dia sangat tega membunuh tunangan nya dan juga orang tua nya." ucap Danil.
"Saya tidak percaya Tuan Angga melakukan itu. Mungkin bisa jadi saja dia di fitnah karena banyak orang yang punya penyakit hati." ucap Tania.
"Kamu baru saja mengenal Angga. Dia adalah orang yang begitu jahat. Saya Saran kan kamu jauh-jauh dari dia." ucap Danil.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi. Tania bisa melihat yang menelpon adalah Livy karena ada foto Livy di kontak nya.
"bentar yah saya menjawab telpon Dulu." ucap Danil. Tania menganguk.
Tania segera menyelesaikan Makan nya. Danil cukup lama menelpon dia langsung pergi dari sana.
"Apa hubungan pak Danil dengan Livy? Ini sangat mencurigakan." batin Tania. Dia tidak jadi pulang melainkan mengikuti Danil mendengar kan pembicaraan mereka.
"Kamu harus terus memantau semua anggota Angga, jangan membiarkan mereka mendapatkan bukti yang sebenarnya." ucap Danil.
"Kamu tenang saja sayang..." Ucap Livy. Tania sangat terkejut mendengar itu.
"Sayang??? Apa Livy selama ini selingkuh dengan Danil?" ucap Tania dalam hati.
"Dan pembicaraan mereka bukti yang sebenarnya? Sekarang aku yakin kalau Angga di fitnah, aku tidak bisa tinggal Diam saja." ucap Tania.
Dia tidak bisa meninggal kan Butik namun dia Mengabari Nada apa yang baru saja dia dengar.
Nada dan Dara langsung mengerti. "aku sudah menduganya." ucap Dara.
"Kita tidak memiliki waktu banyak, ayo segera beranjak.,x ucap Nada.
Mereka langsung melangsungkan aksinya. Tidak bisa berlama-lama lagi karena mereka tau tuan nya bukan manusia yang sabaran.
"Loh Tania mana?" Danil kembali ke kursi nya namun Tania sudah tidak ada lagi.
"Bapak mencari teman bapak tadi yah?" tanya Pelayan.
"Iyah, dia kemana yah?" tanya Danil "Sudah pulang terlebih dahulu Pak."
__ADS_1
"Kalau begitu saya juga akan pergi, minta bill nya." ucap Danil. Setelah dari kantin dia langsung ke Butik.
"kenapa kamu meninggalkan saya di kantin begitu saja?" tanya Danil masuk ke ruangan menjahit Tania.