Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 83


__ADS_3

Tania Menghela nafas panjang.


"Saya menyesal sudah sangat jahat, mengatai kamu, menyalah kan kamu." ucap Angga.


"Sebaiknya Tuan mandi, saya akan menyiapkan air mandi dan juga pakaian untuk Tuan." ucap Tania.


"Seperti saya tidak bisa mandi, Kamu lap badan saya." ucap Angga. Tania tidak bisa menolak karena itu adalah pekerjaan nya. Mereka masuk oe dalam kamar Angga. Eki sibuk bermain Sementara Tania fokus pada kerja an nya agar badan Angga bersih.


Angga sadar kalau Tania berusaha untuk memalingkan pandangannya dari tubuh Angga yang sangat bagus, berbentuk, atletis dan juga keras.


Siapa pun yang melihatnya itu pasti akan menyukai.


"Kenapa badan Tuan Angga sangat Bagus sekali? Kalau seperti ini aku tidak bisa menahan diri." batin Tania.


"Apa kamu ingin menyentuhnya?" tanya Angga menarik tangan Tania dan memaksa nya untuk menyentuh dada nya.


Tania kaget dia langsung menarik tangan tangan nya. Namun Angga langsung membawa Tania ke sofa agar Eki tidak terganggu.


"Tu-tuan apa yang ingin tuan lakukan?" tanya Tania.


"Kamu sudah tau apa yang ingin saya lakukan itu sebab nya kamu takut. Kenapa kamu harus bertanya?" ucap Angga. Tania terdiam sejenak.


Tiba-tiba Eki menangis. Angga dan Tania menoleh ke arah Eki dengan tatapan khawatir.. Namun ternyata Eki menangis hanya karena melihat Angga menahan Tania..


Dia berfikir kalau Angga akan melakukan hal yang jahat kepada mamah nya. Angga mengerti dia langsung melepaskan Tania.


Setelah semua nya selesai dan juga sudah jam delapan malam Angga dan Tania mengantarkan Eki pulang.


"Tuan mau kemana?" tanya Dara. "Saya akan mengantarkan Eki pulang." ucap Angga. "Tapi Tuan tidak bisa keluar malam." ucap Dara.


"Tidak perlu khawatir, sudah ada dia yang merawat saya." ucap Angga. Tania menyakinkan Dara.


"Tuan Angga sangat dekat dengan Eki, begitu juga dengan Eki, itu sebab nya Tuan Angga harus ikut." ucap Tania. Dara menganguk.


"Hati-hati yah, Titip Tuan Angga." ucap Dara. Tania menganguk.


Dara memastikan mereka pergi dan setelah itu dia langsung menghampiri pacar nya.


"Tuan Angga sudah pergi sayang." ucap Dara pada Rendi yang sedang bekerja.


Rendi menoleh ke arah Dara. "Kamu harus menyelesaikan pekerjaan kamu dulu." ucap Rendi.

__ADS_1


"Huff besok saja. Sekarang ayo Nonton." ajak Dara.


"Aku lagi tidak ingin Nonton, kamu pergi saja sendiri." ucap Rendi.


"Kamu jahat banget sih, kita jarang memiliki waktu bersama, giliran sudah punya waktu kamu nya Malah cuek aja, nyebelin banget sih!" ucap Dara kesal.


"Tapi aku lagi kerja, kamu gak Bisa lihat? Kalau aku tidak menyelesaikan nya tuan Angga akan sangat marah kepada ku." ucap Rendi.


"Tapi kan itu bisa besok." ucap Dara. "Kamu jangan keras kepala Dara! kalau kamu mau menonton kamu bisa ngajak orang yang bisa, aku tidak mau." ucap Rendi.


"Tapi aku maunya sama kamu." ucap Dara. "Aku tidak ingin pergi." ucap Rendi lagi.. Tiba-tiba handphone nya Berdering.


"Sebaiknya kamu keluar dan istirahat saja," ucap Rendi langsung menjawab telepon.


Dara merasa sangat kesal dia pun meninggalkan ruangan itu.


"Mbak Dara kenapa?" tanya pelayan lain karena Dara menangis. Dara menyembunyikan kesedihannya dan langsung melewati pelayan.


"Ada apa dengan mbak Dara? Tidak biasa nya dia menangis." ucap pelayan.


"Apa pak Rendi marah kepada mbak Dara? Tapi tidak mungkin sampai membuat Mabuk Dara nangis seperti itu." ucap pelayan.


"Siapa nangis?" tanya Fani.


"Siapa yang Nangis?" tanya Fani.


"Mbak Dara Bu, baru keluar dari ruangan Pak Rendi tiba-tiba menangis. Seperti nya sangat Sedih sekali." ucap pelayan.


"Sebaiknya mbak kembali melanjutkan pekerjaan," ucap u


Fani. Setelah itu Fani masuk ke ruangan Rendi. Dia melihat Rendi sedang berbicara di telepon. Dia duduk di depan meja nya.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Rendi.


Di perjalanan ke rumah Tania tidak ada percakapan apapun. Eki sudah tidur di pangkuan Angga.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


Mereka disambut begitu hangat oleh Bibik Sisi. Setelah Tania mengantarkan Eki ke kamar dan berbicara dengan Mona di a menyusul Angga ke depan.


"Tuan Apa malam ini saya boleh menginap di sini?" tanya Tania. Angga terdiam sejenak.

__ADS_1


"Saya mohon Tuan." ucap Tania. Angga yang tidak bisa menolak permintaan Tania akhirnya Menginyakan.


"Baiklah, kamu boleh tidur di sini. Tapi dengan syarat besok pagi kamu harus kembali ke rumah saya." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Iyah Tuan. Terimakasih banyak." ucap Tania.


"Kalau begitu saya akan pulang." ucap Angga. Tania menganguk dia mengantar kan ke depan dan ternyata hujan sangat deras sekali.


"Bagaimana ini Tuan? Hujan nya sangat deras, mobil tuan parkir cukup jauh. Supir tidak akan bisa ke sini." ucap Tania.


"Saya bisa mengunakan payung." ucap Angga. "Tapi payung saya tidak ada Tuan." ucap Tania.


"Tuan Angga menginap saja satu malam ini di sini. Tuan kurang sehat, kalau Basah karena hujan akan membuat Tuan semakin sakit." ucap Bibik Sisi.


Angga menoleh ke arah Tania. "Apakah saya boleh menginap?" tanya Angga.


"Tapi tempat tidur di sini tidak senyaman tempat tidur di rumah tuan, saya takut Tuan tidak nyaman." ucap Tania.


"Biar saja Tuan Angga tidur di kamar Bibik, Bibik akan tidur di kamar Mona dan juga Eki." ucap Bibik.


Tania tidak bisa membiarkan Angga pergi terkena hujan, akhirnya dia membiarkan Angga untuk menginap satu malam.


"Di sini tidak menggunakan AC Tuan hanya ada kipas, Tuan bisa tidur di sini mengunakan selimut seadanya dan juga kasur tipis ini." ucap Tania.


Angga berbaring di tempat tidur. Tania melihat kaki Angga yang gantung karena tempat tidur cukup kecil baginya..


Tania tersenyum melihat itu.


"Kalau saya tidur di sini, Bu Sisi tidur di kamar satu lagi kamu akan tidur di mana? Di rumah ini hanya ada dua kamar." ucap Angga.


"Saya sudah biasa tidur di ruang tamu Tuan." ucap Tania.


Namun tiba-tiba Petir sangat kuat membuat Tania kaget menutup telinga nya dan berteriak.


"Aaaaa!!!" Angga juga kaget melihat Tania kaget. Dia membantu Tania untuk berdiri.


"Sudah tidak ada lagi, kamu tidak perlu takut." ucap Angga dengan suara yang begitu lembut.


Tania membuka mata nya. Namun tiba-tiba mati lampu dia kaget dan langsung memeluk Angga menyembunyikan wajahnya di dada Angga.


"Saya takut Tuan, saya takut. Tolong hidup kan lampu nya." ucap Tania.

__ADS_1


"Ini mati lampu karena petir, mungkin Bentar lagi bisa hidup, kamu tidak memiliki lilin?" ucap Angga. Tania Menggeleng kan kepala nya. Angga mengambil handphone nya menghidupkan senter nya.


__ADS_2