
"Tidak mungkin aku cemburu sama pria playboy seperti kamu. Masih banyak laki-laki di dunia ini, kenapa aku harus cemburu sama orang seperti kamu." ucap Nada.
"Kamu sudah mulai suka sama aku kan? Kamu jangan berbohong deh, jangan di pendam nanti sakit loh." ucap Aris.
Nada yang di perlakukan seperti itu oleh Aris semakin kesal. Dia tidak suka di bercandaiin Sementara dia lagi sangat kesal sekali.
"Sebaiknya kamu keluar dari ruangan aku! aku tidak mau melihat wajah kamu!" ucap Nada mengusir Aris.
"Kenapa kamu sangat marah? Aku ke sini membuat kamu marah yah?" tanya Aris. Nada menatap Aris dengan tatapan Kesal.
"Kalau kamu tidak pergi, aku yang akan pergi." ucap Nada.
"Jangan seperti itu dong." ucap Aris menahan tangan Nada. Nada menepis tangan Aris.
"Jangan menyentuh ku!" ucap nya.
"Kamu kenapa? Aku melakukan kesalahan?" ucap Aris.
"Aku muak melihat kamu." ucap Nada pergi dari ruangan nya.
"Nada! Nada! Panggil Aris sambil mengejar Nada ke lobby.
"Kamu ngapain sih! Sebaiknya kamu pergi saja!" ucap Nada.
Aris memegang kedua tangan Nada. "Lepas! Aku tidak mau sama kamu!" ucap Nada.
"Aku mau bertanya serius sama kamu, aku mohon tenang kan diri kamu dulu." ucap Aris. "Kamu mau tau aku seperti ini karena apa?" ucap Nada.
Aris diam. "Aku cemburu melihat kamu bersama Tania, aku cemburu melihat kamu dekat dengan Tania. Aku sangat bodoh.." ucap Nada.
Aris menggeleng kan kepala nya. "Kamu tidak bodoh.. Justru aku laki-laki yang sangat bodoh tidak mengerti dengan perasaan kamu. Maafin aku." ucap Aris.
"Aku sudah menolak kamu dari awal, tidak seharusnya aku seperti ini sama kamu, maafin aku. Aku harap kamu bahagia kembali dengan Tania lagi." ucap Nada.
Aris menggeleng kan kepala nya. "Aku dengan Tania hanya berteman, kamu sudah tau berapa lama pertemanan kami." ucap Aris.
"Aku tidak pernah main-main dengan perasaan ku pada mu, sudah aku bilang aku akan menunggu sampai kamu mau." ucap Aris.
Nada menatap wajah Aris.
"Kamu mau kan menjadi pacar ku?" tanya Aris. Nada terdiam sejenak.
"Aku janji tidak akan membuat kamu marah, membuat kamu cemburu, membuat kamu overtingkhing." ucap Aris.
Nada masih diam.
"Asal kamu tau aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." ucap Aris.
"Kamu janji?" ucap Nada, Aris menganguk.
"Apa kamu mau menjadi pacar ku?" tanya Aris. Nada malu-malu sambil senyum.
"Iyahh aku mau.." ucap Nada..
Aris tersenyum dia juga jadi ikut malu.
__ADS_1
"Hore!!!!" Semua orang yang melihat itu bertepuk tangan.
termasuk ada Tania dan Eki yang ikut tertawa.
Mereka berdua jadi malu.
"Selamat yah bos."' ucap karyawan.
"Selamat yah Nada, Aris, aku senang deh akhirnya kalian jadian. Jangan ngambek-ngambek lagi." ucap Tania kepada Nada.
"Kamu bisa saja." ucap Nada malu. Eki tertawa.
Hari ini butik sangat happy sekali. Aris dan Nada di ejekin setiap berduaan. Nada jadi malu tidak berani dekat-dekat dengan Aris.
Waktu nya pulang bekerja.
"Kamu pulang pakai apa? Aku Anyer anterin yah." ucap Aris kepada Nada.
"Aku bawa mobil. Justru kamu harus nganterin Tania, kasihan dia harus naik bus bersama Eki.
"Bagaimana kalau kamu ikut sekaligus jalan-jalan." ucap Aris.
"Hummm..."
"Mau yahhh, kamu juga sudah lama. tidak dari rumah Tania." ucap Aris.
"Humm kamu sok tau banget." ucap Nada.
"Tapi aku benar kan?" ucap Aris.
Aris tersenyum.
"Nah gitu Dong." ucap Aris.
Di dalam mobil mereka sangat kompak sekali. Selama perjalanan mereka tidak berhenti bercerita lalu tertawa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.
"Kalian gak turun?" tanya Tania.
"Kami langsung pulang saja yah, nanti malam aku ada acara dengan klien ku." ucap Aris.
"Kamu nada?" tanya Tania. "Aku langsung pulang aja deh, aku sudah sangat lelah." ucap Nada.
"Oohh ya udah deh terimakasih yah sudah mau mengantar kan aku jauh-jauh ke sini." ucap Nada.
Tania dan Eki turun.
"Bye-bye anak ganteng." ucap Nada kepada Eki.
Eki yang di tegur oleh wanita selalu memasang wajah genitnya membuat orang tertawa.
"Kamu Temanin aku sebentar yah." ucap Aris kepada Nada.
"Mau kemana lagi? aku tidak mau!" ucap Nada.."Udah ikut saja." ucap Aris. Nada diam.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka saling diam, di dalam mobil jadi sangat canggung sekali.
"Kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Aris. Nada menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.
"Gak apa-apa kok." ucap Nada. Nada memasang musik romantis namun tiba-tiba Aris memegang tangan Nada.
Nada sedikit terkejut, tapi dia juga sangat senang.
"Kamu gak nyaman yah?" tanya Aris kepada Nada.
"Hummm aku hanya tidak terbiasa saja." ucap Nada. Aris tersenyum.
"Baiklah aku mengerti." ucap Aris mau melepaskan tangan Nada namun Nada menahan nya.
"Tidak perlu di lepas. Bukan kah sepasang kekasih sudah wajar berpegangan tangan?" ucap Nada.
Aris jadi senyum-senyum. Sepanjang perjalanan mereka memang hanya diam namun hati mereka seperti berbicara.. Tangan tak kunjung di lepaskan.
Tidak beberapa lama berhenti di sebuah restoran.
"Anggap saja ini makan malam pertama kita setelah jadian." ucap Aris.
"Tapi aku tidak lapar." ucap Nada.
"Aku tau kamu belum makan dari Siang tadi, tidak mungkin kamu tidak lapar. Tidak perlu malu nanti juga terbiasa kok." ucap Aris.
Nada tersenyum.
"Ya udah kalau begitu ayo turun." ucap Aris membuka pintu mobil bagian Nada.
Di rumah Tania baru bisa istirahat setelah memberikan Eki makan dan juga mandi.
"Hufff badan ku begitu lelah sekali." batin Tania, dia berbaring namun mata nya sudah mengantuk. Dia ketiduran sementara Eki belum tidur.
Handphone nya tiba-tiba berdering dari Angga. Mona mendengar dan masuk ke kamar.
"Halo Tuan." ucap Mona.
"Tania maafin saya baru bisa menghubungi kamu, saya sangat sibuk." ucap Angga.
"Tapi saya Mona Tuan." ucap Mona. Angga terdiam dia memastikan terlebih dahulu nomor Siapa yang dia telpon. "Ini nomor Tania, kenapa kamu menjawab nya?" tanya Angga.
"Mbak Tania sudah tidur tuan, apa saya perlu membangun kan nya?" tanya Mona.
"Tidak perlu, biarkan saja dia tidur, bilang pada nya kalau saya menelpon.." ucap Angga.
"Baiklah Tuan." ucap Mona, panggilan langsung mati.
"Permisi Tuan." Fani masuk ke ruangan Angga.
"Ini data-data baru yang sudah selesai. Tuan periksa setelah itu bisa di tandatangani." ucap Fani.
"Kerja kamu cukup cepat juga." ucap Angga. Fani tersenyum.
Angga memeriksa semua nya.
__ADS_1
"Terimakasih yah sudah banyak membantu saya." ucap Angga.. Fani menganguk.