Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 70


__ADS_3

Mereka duduk di ruang tamu bertiga.


"Bagaimana pekerjaan nya?" tanya Fani. "Sukses!" ucap Dara bersorak.


"Aku sangat senang sekali." ucap Dara.


"Bagus deh kalau begitu, bisnis kita selanjutnya akan jauh lebih lancar." ucap Fani.


"Perasaan Tuan Angga pulang sangat bersemangat sekali, kenapa dia malah pergi sih. Aku tidak pernah melihat Tuan Angga se senang itu mau pulang." ucap Dara.


"Kamu tau sendiri seperti apa marah nya Tuan Angga ketika tentang Tania." ucap Rendi.


"Humm kamu benar juga." ucap Dara.


Tidak beberapa lama akhirnya Angga sampai di depan rumah Tania. Dia mengikuti jalan yang bisa langsung ke depan rumah Bibik Nya.


"Tuan Angga." ucap Sisi. "Di mana Tania?" tanya Angga dengan wajah yang sangat dingin.


"Mbak Tania ada di dalam Tuan." jawab Mona.


Angga langsung masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam.


"Tuan Angga di sini?" ucap Bibik sisi yang melihat Angga baru masuk. Angga melihat Bibik Sisi langsung tersenyum sedikit menunduk kan kepala nya.


"Di mana Tania Bu?" tanya Angga.


"Kalau boleh tau kenapa yah Nak? Apa Tania tidak ijin dulu?" tanya Bibik.


"Saya baru kembali dari luar negri namun dia tidak di rumah, sebagai pelayan pribadi saya dia harus di rumah menunggu saya, namun dia pergi tanpa Ijin kepada saya." ucap Angga.


"Sekarang dia di mana Bu? saya harus membawa nya kembali." ucap Angga. "Keadaan Tania kurang baik Tuan." ucap Bibik Sisi.


"Bagaimana bisa kurang baik? Tadi siang baik-baik saja." ucap Angga.


Bibik Ja membawa Angga ke dalam kamar. Angga mengikuti Bibik Sisi.


Dan benar saja dia sangat kaget melihat keadaan Tania.


"Ada apa dengan nya Bu? Kenapa bisa seperti ini?" tanya Angga. "Rentenir itu datang dan memaksa Tania membayar hutang. Namun Tania tidak memiliki uang untuk membayar mereka sehingga mereka berbuat kasar." ucap Bibik Sisi.


"Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit Bu?" tanya Angga.

__ADS_1


"Bagaimana bisa saya membawa ke rumah sakit sedangkan makan saja kamu kesulitan." ucap Bibik sisi.


"Papah... Papah..." Eki tiba-tiba berdiri memegang kaki Eki. Melihat wajah Eki membuat nya sangat tersentuh.


"Saya akan membawa nya ke rumah sakit Bu." ucap Angga.


Bibik Sisi hanya mengangguk dia juga sudah sangat khawatir. Angga mengendong Tania namun Tania tiba-tiba bangun.


"Tuan Angga, Tuan Angga mau membawa ku kemana?" tanya Tania. "Ke rumah sakit. Luka mu sangat parah, kalau tidak segera di tangani berakibat fatal." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Jangan Tuan. Saya tidak ingin merepotkan Siapa pun." ucap Tania. "Kau hanya perlu diam dan ikuti kata-kata saya." ucap Angga.


Tania langsung terdiam. Angga mengendong Badan Tania membawa nya ke dalam mobil.


Wajah nya sudah sangat pucat bahkan perban di kepala nya sudah berdarah-darah. Angga meminta supir lebih cepat.


"Anak saya mana Tuan?" tanya Tania.


"Mereka akan segera menyusul." ucap Angga. Tania sudah sangat Sulit berbicara.


"Cepat pak! Lebih cepat lagi!" ucap Angga membentak supir. karena Rumah Tania cukup jauh dari rumah sakit jadi butuh waktu lama.


Di tambah lagi jalanan benar-benar sangat macet sekali.


Angga sudah sangat panik melihat Tania hampir menutup mata nya. Namun Angga berusaha meninggikan suara nya agar Tania Terus sadar.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Angga mengendong Tania dengan sekuat tenaga, kaki berjalan begitu cepat.


Tania merasa kan keringat Angga jatuh ke bagian Pipi nya.


Membuka mata nya perlahan melihat Angga yang sudah sangat kelelahan namun terus Menggendong Tania sampai ke ruangan gawat darurat.


"Tania saya di sini, kau jangan takut, kau pasti selamat." ucap Angga. Dia menggenggam tangan Tania tidak terasa air mata keluar, kesedihan nya Dulu teringat lagi.


Samar-samar dia mengingat di saat dia mengendong Almarhum kekasih nya ke rumah sakit yang sama untuk di selamat kan karena masih keadaan koma namun baru beberapa menit di rumah sakit tidak ada lagi harapan.


"Maaf pak, bapak harus menunggu di luar." ucap Suster. Angga pun berhenti. Tangan nya terlepas dari tangan Tania.


"Kamu pasti selamat." ucap Angga. Tidak beberapa lama Eki dan juga Bibik Sisi datang. Mona tidak bisa ikut karena keadaan nya yang kurang mendukung.

__ADS_1


"Bagaimana tuan?" tanya Bibik Sisi. "Masih di periksa di dalam Bu." ucap Angga. "Maafin kami yang merepotkan Tuan, Maaf.." ucap Bibik Sisi.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu khawatir Bu." ucap Angga.


"Papah... Papah..." Eki tidak berhenti meminta di gendong oleh Angga. "Tuan Angga lagi capek Eki, di gendong sama Bibik saja yah." ucap Bibik Sisi.


Angga melihat Eki yang tidak Mau di gendong oleh Bibik Sisi.


"Sini saya Gendong Bu." ucap Angga.


"Tapi Tuan Angga pasti sangat kecapean." ucap Bibik Sisi. Angga menggeleng kan kepala nya.


Eki sangat senang dia memeluk Angga. "Papah...." Eki tidak berhenti memanggil Angga dengan sebutan papah.


"Eki memang sangat sering menyebut Papah Tuan, Maaf kalau itu membuat Tuan tidak nyaman." ucap Bibik Sisi.


"Tidak apa-apa Bu." ucap Angga. Bibik sisi jadi sangat tidak enak karena merepotkan Angga.


Eki sudah sangat merindukan Angga. Dia tidak mau melepaskan Angga dan duduk begitu nyaman di pangkuan Angga sampai dia tertidur karena sudah malam juga.


"Tuan mari saya bawa Eki pulang, kasihnya Mona tidak ada teman di rumah." ucap Bibik Sisi karena sudah tiga jam di ruangan ICU Tania tak kunjung ada kemajuan.


Angga yang sudah ketiduran memeluk Eki sambil duduk membuka mata nya. "Baiklah Bu." ucap Angga.


"Sebaiknya Tuan juga pulang untuk istirahat. Tania Sudah ada yang menemani di sini para suster." ucap Bibik Sisi.


"ibu dan Eki pulang saja dulu." ucap Angga. Bibik Sisi menganguk. Bibik Sisi pun segera pulang.


Angga menunggu di depan pintu. Dia terlihat sangat khawatir dan juga sangat takut. Dia mondar-mandir di depan pintu ruangan ICU.


"Tania kamu pasti kuat. Kamu adalah wanita yang kuat. Kamu pasti bisa melewati semua nya." ucap Angga. Dia terus berdoa demi keselamatan Tania.


Tidak beberapa lama Dokter keluar.


"Pak Angga.." Panggil dokter. Angga berdiri di depan dokter.


"Bagaimana dengan Wanita itu Dok?" tanya Angga.


"Pasien baru saja melewati masa kritis nya setelah selesai operasi." ucap dokter. Angga menghela nafas lega.


"Apakah dari luka nya atau benturan berakibat ke organ tubuh yang lain?" tanya Angga. "Tenang saja pak semua nya sehat. Mungkin hanya sedikit pusing-pusing namun itu tidak akan lama." ucap Dokter.

__ADS_1


__ADS_2