Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode terakhir


__ADS_3

Malvin memegang tangan Tania.


"Aku ingin meminta maaf kepada kamu, aku sangat minta maaf, sekarang aku sudah sadar. Aku mengiklas kan kamu dengan Angga." ucap Malvin.


"Terimakasih.." ucap Tania.


"Terimakasih bro," ternyata Angga juga datang ke sana, Tania dan Malvin kaget.


"Sebelum kamu kembali ke luar negeri, aku ingin kamu datang ke acara pernikahan kami." ucap Angga.


Satu bulan kemudian Tania dan Angga sudah selesai mengurus semua urusan yang di butuhkan untuk persyaratan menikah.


"Bik." ucap Tania kepada Bibik Sisi.


"Iyah kenapa?" tanya Bibik.


"Aku bingung kenapa Angga ataupun keluarga tidak membahas baju pengantin." ucap Tania.


"Yah jelas lah, baju pengantin itu sudah selesai kamu jahit sendiri beberapa hari yang lalu." ucap Bibik Sisi.


"Maksud Bibik?" tanya Tania.


"Baju pengantin yang kamu jahit adalah pesanan keluarga Angga. Baju pengantin kamu sendiri." ucap Bibik Sisi.


Tania terdiam sejenak.


"Apa kamu tidak Percaya?" tanya Bibik Sisi.


Tania menggeleng kan kepala nya. "Kalau begitu telpon lah calon suami kamu." ucap Bibik Sisi. Tania mengambil handphone nya dia langsung menelpon Angga.


Setelah di katakan Angga benar dia sangat senang sekali.


Acara tunangan mereka sekaligus dengan pernikahan mereka.


Itu sudah persetujuan kedua keluarga.


"Kenapa Tuan ada di sini?" tanya Dara melihat Angga sedang berada di ruangan nya.


Angga menatap Dara.


"Saya tidak nyaman Dara." ucap Angga.


"Kenapa Tuan? Apa ada masalah lagi dengan Tania?" tanya Dara.


Angga menghela nafas panjang. Seketika Dara memasang wajah panik.


"Kenapa lagi tuan? Perasaan tiap Minggu ada saja masalah nya." ucap Dara.. Karena minggu-minggu sebelumnya ada saja konflik di antara mereka.


"Ini bukan masalah Dara." ucap Angga.


"Lalu apa Tuan? Jangan sampai pernikahan dua hari lagi di batalkan." ucap Dara.


"Semua persiapan sudah siap, jangan sampai gagal Tuan." ucap Dara.


"Bukan masalah Dara, kamu dengar saya dulu." ucap Angga.


"Lalu apa Tuan?" tanya Dara.


"Dua hari lagi saya sudah tidak lajang, saya sudah menjadi suami Tania dan sekaligus menjadi Ayah untuk Eki. Saya deg-degan tidak menyangka dan seperti nya saya tidak sabar." ucap Angga.


Dara menghela nafas panjang setelah mendengar itu.


"Ya ampun Tuan, karena itu saja?" ucap Dara.. Angga menganguk.


"Kalau kamu menikah nanti, kamu pasti merasakan hal ini." ucap Angga.


Dua hari kemudian tiba di hari pernikahan..


"Ya ampun kamu cantik banget sih nak." ucap mamah nya Angga kepada Tania. "Terimakasih Bu." ucap Tania.


"Sudah waktunya keluar, calon suami kamu pasti sudah menunggu di luar." ucap orang tua Angga.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya pengantin wanita nya keluar.


"Subhanallah cantik sekali..." ucap Angga melihat Tania keluar.

__ADS_1


Semua pangling dengan kecantikan Tania yang benar-benar sangat cantik sekali.


"Sebelum nya mbak Tania memang cantik memakai baju pengantin, tapi sekarang jauh lebih cantik sekali, terlihat sangat bahagia." ucap Mona.


Tomi tersenyum.


"Kamu juga pasti sangat cantik memakai baju itu." ucap Tomi..Mona tersenyum sambil memukul perut Tomi.


Pengucapan ijab-kabul sudah selesai. Mereka sudah sah menjadi suami istri.


Waktu nya Angga mencium kening Tania.. Tania mencium punggung tangan suami nya.


"Sekarang kamu sudah resmi menjadi istri ku." ucap Angga. Tania tersenyum.


Malvin datang dia melihat Tania dan Angga sudah bersanding. Dia tersenyum.


Malvin mendekati nya.


"Aku pikir kamu tidak akan datang." ucap Tania.


"Tidak mungkin aku tidak datang." ucap Malvin.. Tania tersenyum.


Malvin memberikan hadiah nya.


"Selamat yah. Aku senang kamu bahagia." ucap Malvin.. Tania menganguk.


"Dan Buat kamu, jaga Tania baik-baik, kalau dia tersakiti aku akan mengambil nya lagi.. Begitu juga dengan Eki, kalau kamu membeda-bedakan nya jangan harap hidup mu tenang." ucap Malvin.


"Kamu bisa percaya kepada ku, aku akan menjaga kepercayaan kamu untuk menjaga Tania dan Eki." ucap Angga.


Malvin tersenyum. Mereka berpelukan.


Keluarga yang melihat itu sangat senang sekali. Tiba-tiba Eki bersorak membuat mereka tertawa bahagia.


Acara pun selesai.


"Mbak Eki dengan aku saja yah mbak, sebelum kak Malvin kembali ke luar negeri dia mau menghabis kan waktu dengan Eki." ucap Mona.


Tania menoleh ke arah Angga.


"Tapi kamu tetap awasi yah." ucap Tania.


setelah mereka pergi Angga pamit sebentar untuk menyapa teman-teman nya. Sementara Tania di antar oleh Dara dan Fani ke kamar pengantin.


"Huff ternyata kamu adalah jodoh tuan Angga. Selamat datang di rumah ini nyonya tuan Angga." ucap Dara.


"Huff aku tidak suka panggilan itu." ucap Tania. Dara dan Fani tertawa.


Cukup lama mereka berbincang-bincang dan mengambil foto bersama. Setelah itu Angga masuk.


"Kalian di sini?" ucap Angga..


"Humm sudah waktunya kita keluar nih. Kami keluar dulu yah Tania, selamat menikmati malam pertama." bisik Dara.


"Dara...." ucap Tania Kesal.


"Pelan-pelan yah Tuan karena sudah lama menjanda pasti sempit lagi, jangan lupa kunci pintu." ucap Dara.


Angga menatap tajam.


"Bercanda Tuan..Kaburr." ucap Dara.


Angga dan Tania tersenyum melihat tingkah Dara.


Angga tersenyum dia mendekati Tania.


"Kamu sudah menjadi istri ku." ucap Angga mendekati Tania.


"Ingat untuk mematikan lampu yah tuan." ucap Dara.


"Dara...." ucap Angga dengan kesal. Dara tertawa.


Angga langsung menutup pintu.


"Loh kamu mau kemana?" tanya Angga melihat Tania berdiri.

__ADS_1


"Aku mau bersih-bersih dulu, setelah itu istirahat." ucap Tania.


"Istirahat?" ucap Angga.


"Humm, kaki ku sangat sakit. Badan ku juga sudah pegal." ucap Tania.


Angga berdiri di belakang Tania.


"Saya sudah menunggu ini cukup lama Tania, dari tadi saya sudah menahan diri, saya tidak perduli kamu Lelah atau tidak." ucap Angga perlahan menurun ressleting baju pengantin yang di kenakan Tania.


"Tapi aku mau bersih-bersih dulu.'" ucap Tania. Angga menarik tangan Tania ke kamar mandi. Setelah itu mereka mandi bersama.


Setelah selesai mandi Angga sudah tidak bisa menahan lagi, terjadi lah malam pertama yang begitu indah dan sangat berkesan karena ada saja yang menganggu orang yang iseng.


Dua bulan pernikahan mereka...


"Sayang..." Panggil Tania kepada Angga yang sedang menemani Eki bermain bola di halaman rumah karena lagi libur.


"Iyah kenapa?" tanya Angga.


"Aku rindu sama Bibik sisi dan Mona." ucap Tania.


"Assalamualaikum..." Tiba-tiba mereka datang..


"Walaikumsalam." ucap Tania.


Dia sangat senang sekali.. Sekarang Bibik sisi sudah tinggal di rumah baru Yang di belikan oleh Angga. Tania Sudah di belikan salah satu Butik kepada dia. Dengan cara itu dia bisa membantu keluarga nya.


Tidak terasa sudah magrib. keluarga Tania mau pun Keluarga Angga sudah pulang.. Tania dan Angga serta Eki hanya tinggal bertiga. Mereka sudah pindah ke rumah yang tidak terlalu besar karena permintaan Tania.


Tidak jauh dari rumah utama.


Mereka sholat bersama. Eki ikut juga berdiri di belakang Angga.


Setelah selesai sholat Tania memyalim tangan Angga.


"Sayang aku ada hadiah untuk kamu." ucap Tania.


"Apa sayang?" tanya Angga. Tania memberikan kotak kecil.


Angga bingung dia membuka nya. dia sangat kaget melihat isi nya adalah alat tes kehamilan yang sudah garis dua.


"Kamu hamil sayang?" tanya Angga. Tania menganguk.


Angga menangis dia bersujud syukur..


Selama Tania hamil Angga lebih banyak di rumah, bekerja dari rumah. Tidak mengijinkan Tania kecapean.. Karena lagi hamil Tania sedikit sensitif sekarang Angga yang mengurus Eki.


Setelah beberapa lama akhirnya Tania melahirkan anak perempuan yang sangat cantik. Angga sangat senang sekali.


Keluarga mereka juga sangat senang.


"Sayang aku tidak melihat Eki dari kemarin,dia kemana?"Tania baru sadar Eki tidak datang bahkan sudah pulang ke rumah.


"Eki merajuk, dia berfikir kalau kehadiran Novi dia tidak di sayang lagi." ucap Mona.


"Sekarang dia lagi sama nenek dan kakek nya." ucap Mona.


Angga merasa bersalah sekali, karena fokus merawat Tania dan Novi anak perempuan nya dia tidak ingat Eki pasti akan berfikir yang aneh-aneh.


Angga dan Tania mencoba untuk adil sampai Eki mengerti. Perlahan Eki mengerti dia mulai sayang kepada Novi.


Angga dan Tania hidup bahagia setelah memiliki dua buah hati.. Angga juga sudah memutuskan hanya memiliki anak satu Aja, karena takut kasih sayang nya berbeda-beda.


Dua tahun kemudian... Novi sudah bisa berjalan dan. berbicara.


"Papah... Mamah... Kak Eki kemana?" tanya Novi.


"Aku di sini." ucap Eki yang menunjukkan diri ternyata berada di tengah-tengah Tania dan Angga yang sedang bersantai di pinggir kolam.


Novi cemburu, mereka rebutan untuk berada di orang tua nya. Angga dan Tania melihat itu tertawa bahagia sekali.


...----------------...


Tamat....

__ADS_1


__ADS_2