Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 34


__ADS_3

Angga baru menyadari nya. "Kalau boleh tau kenapa yah Tuan?" tanya Dara.


"Saya hanya ingin tau, karena lemari saya sudah hampir kosong." ucap Angga. Fani terdiam .


"Kamu kenapa masuk ke ruangan saya?" tanya Angga.


"Saya membutuhkan tanda tangan tuan untuk perjanjian kontrak kerja sama baru kita." ucap Fani.


Angga mengambil kertas itu Tampa membacanya langsung menandatangani semua dengan lengkap.


"Apa masih ada yang lain?" tanya Angga.


"Tidak Tuan. Setelah ini saya akan ke perusahaan." ucap Fani.


"Bagus lah kalau begitu. Saya tidak akan ke perusahaan hari ini. Saya juga akan bekerja di sini." ucap Angga.


"Baik Tuan, kalau begitu saya mohon diri." ucap Fani. Dia langsung keluar dari ruangan Angga.


Angga membuka kembali CCTV yang di ponsel nya namun tidak melihat Tania di sana. "Seperti nya dia sedang menyuci." ucap Angga.


Di tempat lain. Tania tidak menyuci melainkan sedang duduk-duduk santai bersama pelayan lain nya.


mereka semua begitu ramah dengan Tania.


"Aku harus segera menyuci pakaian Tuan Angga hari ini, aku ijin dulu yah, Kalian lanjut saja berbincang-bincang ya." ucap Tania.


"Oohhh ya udah deh, tapi pakaian Tuan Angga pasti sangat banyak, kamu harus mencuci nya dengan tangan, karena kalau pakai mesin Cuci sedikit rusak. Tuan Angga sangat menyenangi pakaian nya." ucap pelayan.


"Oohhh begitu yah, aku juga sudah biasa kok pakai tangan, orang kaya sangat jarang menggunakan mesin Cuci, saya paham kok." ucap Tania.


Mereka tersenyum. Tania pun pergi. "Mbak Tania baik banget sih, ramah lagi. Biasanya wanita cantik seperti dia pasti sangat sombong sekali."


"Ssstt jangan berbicara seperti itu, tidak baik!" ucap pelayan yang lebih Tua. Tania sudah sampai di kamar mandi dia melihat betapa banyak nya mesin cuci.


"Hufffttt percuma Saja di sini banyak mesin cuci." ucap Tania dengan kesal. Dia merendam kain itu terlebih dahulu dan mulai mencucinya.


"Sekarang Eki sudah tidak apa belum yah." batin Tania tiba-tiba keingat anak nya. "Seandainya aku punya handphone, aku bisa menelpon Bibik dan juga aku bisa tau keadaan Mona seperti apa." ucap Tania.


Sudah satu jam dia mengerjakan pakaian itu namun tak kunjung selesai, dia harus hati-hati karena melihat brand nya saja membuat dia takut.


Dia sudah tau kalau Angga adalah orang yang sangat sensitive. Membuat kesalahan saja masalah nya bisa membuat Tania tidak hidup dengan tenang.


Karena sudah sangat lelah dia menyiapkan pakaian yang di rendam saja, dan setelah itu dia istirahat.

__ADS_1


"Berharap yang aku Cuci tadi kering." batin Tania.


"Tania!" panggil Dara. Tania berbalik menoleh ke arah Dara.


"Iyah Mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya Tania.


"Kamu kenapa bisa basah-basah seperti ini?" tanya Dara.


"Oohh saya mencuci pakaian Tuan Angga." ucap Tania.


"Kenapa sampai basah seperti ini? Bukan nya mencuci pakai mesin Cuci?" ucap Dara.


"Pelayan lain bilang mencucinya harus manual Mbak." ucap Tania.


"Semua nya kamu Cuci pakai tangan?" tanya Dara. Tania menganguk. Dara melihat tangan Tania banyak yang lecet-lecet dan juga tangannya sudah sangat dingin.


"Tidak semua pakaian Tuan Angga di cuci manual. Hanya Jas nya saja yang di kucek-kucek." ucap Dara.


"Hah?" ucap Tania.


Dara Menghela nafas panjang.


"Sudah lah, semua nya sudah terjadi, lain kali gunakan mesin Cuci." ucap Dara.


"Kamu segera mandi gih, dan menukar pakaian yang lebih bagus." ucap Dara.


"Seragam kamu hanya satu. Kamu harus segera mengantarkan makan siang Tuan Angga." ucap Dara.


"Baiklah Mbak." ucap Tania permisi.


"Tunggu Dulu!" Dara menahan. "Iyah Mbak ada lagi?" tanya Tania.


"Emang nya kamu sudah tau di mana ruangan Tuan Angga?" tanya Dara. "Bukan nya ada yang nganterin yah mbak?" ucap Tania.


Dara baru ingat kalau dia meminta seseorang untuk menjelaskan ruangan apa saja yang ada di sana.


Tania pergi ke kamar nya dan langsung mandi. Tidak beberapa lama dia keluar dan menyiapkan makanan di dalam Bekal untuk Angga.


"Ini ruangan nya, silahkan masuk."


Tania mengucap kan terimakasih.


"Tok!! Tok!! Tok!!"

__ADS_1


"Masuk!"


"Ini makan siang yang tuan minta." ucap Tania.


"Letak kan saja di atas meja!" ucap Angga.


"Baiklah kalau begitu saya permisi Tuan." Tania meletakkan dan berbalik badan keluar dari ruangan itu.


"Siapa itu? Apa itu wanita penjahit?" ucap Angga baru sadar ada orang masuk, karena dia sangat fokus bekerja.


Dia melihat keluar dan ternyata Tania sudah tidak ada lagi di sana.


"Tuan mencari sesuatu?" tiba-tiba bodyguard nya datang.


Angga Menggeleng kan kepala nya dan langsung masuk ke dalam.


Di tempat lain Nada sangat senang sekali karena Butik nya kembali ramai seperti biasa. Karena banyak nya pesanan masuk Nada berniat untuk membantu membayar rumah sakit Mona.


Dia sudah Otw ke rumah sakit tempat Mona di rawat.


Sampai di sana dia melihat kalau Tomi di pindahkan dari rumah sakit itu. Dia tidak banyak bertanya namun dia melihat Tomi di kawal oleh tiga orang pengawal dan satu bibik.


"Seperti nya Tomi adalah anak orang kaya. Namun kenapa orang tua nya tidak datang dan bertanggung jawab atas perbutan anak nya sendiri!" ucap Nada.


"Permisi dokter, saya saudara nya Mona. Mbak nya sedang ada urusan sehingga saya yang akan bertanggung jawab atas Mona. Kalau boleh tau bagaimana keadaan Mona?" tanya Nada.


"Sekarang Mona sudah bisa di pindahkan ke ruangan rawat inap Bu, dia jauh lebih baik. Obat-obat yang masuk ke tubuh nya membuat nya cepat sembuh." ucap dokter.


Nada senang mendengar Mona sudah bisa di pindahkan. Dia menunggu sampai Mona di pindahkan.


"Mbak Nada kenapa datang sendirian? Mbak Tania mana?" tanya Mona. "Dia sekarang bekerja di tempat orang kaya karena menebus rumah sakit kamu." ucap Nada.


"Mbak kenapa menyalah kan aku?" ucap Mona.


Nada Menghela nafas panjang. "Sebaiknya kamu cepat sembuh. Kamu harus berhenti membuat mbak kamu sedih, lelah dan juga bekerja mati-matian." ucap Nada.


"Mbak tidak bisa lama-lama di sini, karena mbak juga harus melihat keponakan kamu yang di tinggal kan dengan Bibik angkat kamu." ucap Nada.


Suster datang membawa makan siang dan setelah itu dia pun langsung keluar.


"Huff kalau aku mempunyai Adik tidak merasa bersalah seperti itu, aku sudah lama menghukum nya." ucap Nada.


"Aku tau kalau Tania bukan lah wanita seperti aku, dia tidak ingin kehilangan keluarganya sehingga dia menjadi korban. Dia rela melakukan semua nya.

__ADS_1


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya.


"Ayo tinggalkan saran. Apa pun itu akan author baca, author juga ingin tau pendapat kalian semua. 😇🙏


__ADS_2