Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 9


__ADS_3

"Ini adalah Rumah rentenir yang sangat galak dan sangat jahat itu Mbak." ucap Pak supir.


"Saya turun di sini saja pak, terimakasih sudah mengantar kan saya ke sini." ucap Tania langsung membayar nya.


Dia melihat rumah yang di kelilingi pagar besi serta di jaga oleh security di depan.


"Bismillahirrahmanirrahim." ucap Tania. Dia berjalan ke arah pagar rumah itu. "Selamat Sore Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya security.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Candra." ucap Tania.


"Nama ibu Siapa? Tujuan ibu apa?" tanya security.


"Nama saya Tania. Saya ingin bertemu dengan dengan Pak Candra membayar hutang saya." ucap Tania.


"Tunggu sebentar yah Bu." Security menelpon ke dalam, setelah itu Tania di ijinkan masuk ke dalam. Tania masuk melihat banyak bodyguard di luar membuat nya takut.


"Selamat sore Bu Tania. Mau mencari pak Candra kan?" tanya perempuan yang rapi menghampiri nya.


"Iyah." jawab Tania. "Saya kasir di sini, saya akan membawa ibu bertemu dengan pak Candra." ucap wanita itu.


Tania pun langsung mengikuti wanita itu.


"Tok.. Tok.. Tok.. Bunyi ketukan pintu.


"Silahkan masuk." ucap pria dari dalam.


Mereka pun masuk ke dalam.


"Saya keluar dulu yah Bu." ucap kasir itu. Dia meninggal kan Tania di sana.


Tania melihat pria yang duduk di Balik kursi putar itu.


"Saya sudah menunggu kamu cukup lama, namun kamu baru datang sekarang." ucap pria itu.


"Saya datang ke sini karena saya merasa anggota bapak sudah sangat keterlaluan." ucap Tania.


"Hahaha..." suara pria itu tertawa terdengar sangat menyeramkan di telinga Tania.


"Keterlaluan? Ini semua adalah kesalahan di anda, anggota saya sudah memberikan surat namun anda tidak kunjung datang." ucap pria itu.


"Saya akan datang ketika saya sudah memiliki uang nya, saya tidak memiliki uang untuk membayar hutang itu." ucap Tania.


"Saya tidak perduli. Saya ingin anda membayar nya segera." ucap pria itu. "Saya hanya membawa Lima juta untuk saat ini, lain nya akan saya cicil. Saya minta jangan pernah datang ke rumah saya lagi. Karena saya tidak akan pernah kabur." ucap Tania.

__ADS_1


Pria itu berputar. Tania menatap wajah pria yang tidak asing itu.


"Candra!" ucap Tania terkejut. "Kenapa? Apa kamu masih mengenal saya?" tanya Candra.


"Kenapa kamu sangat tega melakukan ini?" ucap Tania.


"Apa yang salah?" tanya Candra.


"Ayah kamu meminjam uang kepada ayah ku, dan sekarang aku yang mengurus semua usaha Bokap ku karena dia tidak sanggup." ucap Candra.


"Ayah ku sangat baik pada kamu, namun kenapa sangat tega melakukan ini pada aku dan adikku." ucap Tania.


"Baik? Ayah kamu memecat saya Tampa alasan, apa itu yang kamu bilang baik?" ucap Candra.


"Itu hanya masa lalu Candra, kamu sudah menjadi sekretaris ayah ku cukup lama. Ayah ku sudah menolong kamu." ucap Tania.


"Justru aku yang menolong ayah kamu, ayah kamu sama sekali tidak tau berterima kasih." ucap Candra.


"Sekarang aku tidak mau tau, hutang tetap lah utang. Aku mau kamu membayar nya dengan cepat." ucap Candra.


"Kamu tau sendiri ekonomi ku sedang tidak baik. Semenjak Ayah meninggal aku harus menanggung semua nya sendiri, utang yang di tinggal kan ayah cukup banyak." ucap Tania.


"Aku tidak mau tau!" Tiba-tiba Candra menggeprak meja.


"Tidak perduli apapun itu alasan kamu. Bayar utang ayah kamu secepat nya atau tidak aku akan mengambil rumah kamu secara paksa." ucap Candra.


"Tolong jangan pernah menyuruh anggota kamu ke rumah." ucap Tania.


"Aku kasih kamu waktu setengah tahun untuk mencicil itu semua." ucap Angga.


"Setengah tahun? Waktu yang sangat singkat bagaimana bisa aku mendapat uang sebanyak itu." ucap Tania.


"Kalau kamu tidak bisa, rumah kamu akan saya ambil." ucap Angga.


"Oke aku setuju. Tapi jangan pernah ganggu tempat tinggal ku." ucap Tania.


"Untuk sekarang ini uang ini sebagai bunga nya saja." ucap Angga. Tania mau protes namun dia sudah malas debat dengan Candra.


Akhirnya dia pun keluar dari sana.


"Sungguh tidak habis pikir pada semua karyawan Ayah ku dulu, semua nya pada lupa diri!" ucap Tania.


"Ayah ku sangat baik kepada mereka, namun mereka malah menusuk ayah ku dari belakang seperti ini." ucap Tania.

__ADS_1


"Tin!! Tin!! Klakson mobil membuat Tania yang sedang kesal terkejut. "Aaaa Siapa sih pakai negejutin." ucap Tania.


"Tania." Panggil Doni yang berhenti di depan nya.


Dia turun menghampiri Tania.


"Kamu dari mana? Kok jalan sendirian?" tanya Doni.


"Aku baru saja membayar utang ayah ku. Kamu sendiri dari mana?" tanya Tania.


"Biasa abis pulang kerja." ucap Doni.


"Oohhh." ucap Tania.


"Kita sudah tidak bertemu satu Minggu, mau ikut ngopi-ngopi bareng gak?" tanya Doni. "Boleh juga tuh, aku juga lagi kesal." ucap Tania. Doni Membuka kan pintu mobil pada Tania.


Tidak beberapa lama akhirnya Sampai di cafe kecil.


"Bagaimana kabar Cafe sekarang?" tanya Tania. "Yah seperti biasa. Namun kurang ramai karena banyak pengemar kamu Apa lagi laki-laki tidak datang lagi karena kamu tidak bekerja di sana." ucap Doni.


Tania terdiam.


"Kamu sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Doni.


"Cukup buruk." ucap Tania.


"Apa kamu belum menemukan pekerjaan? Aku akan membantu kamu." ucap Doni.


"Aku sudah bekerja di salah satu Butik Teman ku, aku jadi penjahit di sana. Kebetulan aku mempunyai keahlian di bidang jahitan." ucap Tania.


"Wahh bagus dong, selamat yah." ucap Doni. Tania menganguk. Mereka minum sambil banyak membahas tentang kehidupan.


"Ini sudah jam enam sore, sebaiknya aku pulang yah, soalnya anak dan adik ku pasti mencari." ucap Tania.


"Aku anterin yah." ucap Doni. "Habis bekerja kamu pasti lelah, kamu langsung pulang saja aku bisa kok pulang sendirian." ucap Doni.


"Sudah lama aku tidak nganterin kamu pulang, aku juga mau bertemu dengan Eki." ucap Doni. Karena Doni terus memaksa akhirnya dia pun mau.


"Aku tidak tinggal di rumah ku dulu untuk saat ini, karena penagih hutang datang sehingga membuat Adik ku trauma, kami menumpang di rumah teman ku." ucap Tania.


"Astagfirullah. Kenapa kamu tidak mengatakan apapun sebelum nya, aku akan membantu kamu." ucap Doni.


Tania Menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Don. Tapi aku bisa mengatasi nya sendiri kok. Aku tidak ingin menyusahkan orang lain." ucap Tania.


Doni menghela nafas panjang, dia sudah terbiasa dengan penolakan Tania. Tania tidak akan pernah mau menerima bantuan orang lain selagi dia Masih bisa.


__ADS_2