
Di pagi hari yang begitu cerah di London..
"Selamat pagi sayang.." Wanita cantik menerobos masuk ke kamar Angga begitu saja. Angga yang masih enak tidur mengusap matanya melihat wanita yang duduk di samping nya.
"Livy. Kapan kamu sampai di sini?" tanya Angga dengan suara serak sambil duduk.
"Baru saja, aku sangat merindukan kamu." ucap Livy mencium bibir Angga.
"Kenapa sih kamu datang sangat lambat? aku menunggu kamu tau." ucap Livy.
"Maaf yah sayang. Ada sedikit kendala karena wanita penjahit itu." ucap Angga. "Jangan cemberut lagi, sekarang aku sudah di sini." ucap Angga.
Livy tersenyum dia memeluk Angga.
"Siap-siap gih, aku mau ngajakin kamu ke tempat sarapan pagi." ajak Livy.
"Kenapa tidak makan di sini saja? Aku masih sangat lelah." ucap Angga. "Tapi aku ingin ngajakin kamu ke sana." ucap Livy.
"Baiklah-baiklah." ucap Angga. Dia harus mengalah demi keinginan kekasih nya itu. "Tapi sebelum nya selamat ulang tahun yah Sayang." ucap Angga.
Livy tersenyum. "Makasih sayang, hadiah untuk aku mana?" tanya Livy. Tiba-tiba Pintu terbuka.
"Permisi Tuan." Bodyguard nya datang tiga orang sambil memegang paper bag masing-masing di tangan.
"Letak kan di atas meja, setelah itu kalian keluar!" ucap Angga. Mereka meletakkan semua nya di atas meja.
"Ini apa sayang? Ini hadiah untuk aku?" tanya Livy. Angga yang Masih duduk di kasur menganguk sambil tersenyum tipis.
"Itu hadiah untuk kamu." ucap Angga. "Serius? aku boleh membuka nya?" tanya Livy.
Angga menganguk. Setelah itu dia pun langsung membuka nya dia sangat terkejut isi nya adalah perhiasan berlian, tas Branded dan juga topi yang mahal.
"Sayang... Makasih banyak yah." ucap Livy sangat senang sekali. "Kalau kamu suka aku sangat bahagia." ucap Angga. Livy tersenyum.
"Aku akan memakai nya di acara nanti malam. Ini sangat bagus sekali." ucap Livy.
"Kalau begitu aku siap-siap dulu." ucap Angga. Dia sudah rapi dan sangat tampan sekali.
"Sudah siap, ayo berangkat." ajak Livy. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di restoran yang di maksud oleh Livy.
__ADS_1
Mereka bergandengan tangan masuk ke dalam.
Angga menunduk kan kepala nya karena dia melihat begitu banyak orang.
"Kamu kenapa sayang? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Livy karena melihat Angga memegang kepala nya.
"Aku tidak bisa di keramaian seperti ini, kenapa kamu membawa ku ke sini?" tanya Angga.
"Hanya beberapa orang saja. itu hanya pelayan." ucap Livy. Angga melihat ke sekitar. namun sakit kepala nya tidak hilang dia langsung masuk kembali ke mobil.
"Sayang! Sayang..." Ucap Livy, dia merasa sangat malu. "Huff sangat menyebalkan sekali, aku sudah memesan makanan." ucap Livy.
"Sayang kita pulang saja yah. Saya tidak akan bisa makan di sini." ucap Angga. "Semua nya hancur, aku sudah merencanakan ini sudah lama, aku sangat kesal." ucap Livy.
"Maaf kan aku, aku tidak terbiasa dengan tempat itu." ucap Angga. "Jangan marah Sayang, kan Masih ada waktu dinner dan party nanti malam." ucap Angga.
"Huff sudah lah, lebih baik kita pulang saja." ucap Livy.
"Kamu lagi apa Tania?" tanya Nada yang baru saja keluar dari kamar nya. "Masak sarapan. Kamu tunggu sebentar yah." ucap Tania.
"Kamu pandai Masak juga yah." ucap Nada. Tania tersenyum. "Awal nya sih gak bisa, namun aku harus bisa demi anak dan juga adik ku." ucap Tania.
"Badan nya kurang enak Nad, mungkin dia sangat trauma tentang kemarin." ucap Tania.
"Ya ampun, apa sudah kamu kasih obat?" tanya Nada. "Aku membeli dari depan dan memberikan pada dia." ucap Tania.
Setelah selesai makan Tania dan Nada siap-siap untuk berangkat ke ke Butik. Sementara Eki terpaksa harus di titip pada Mona. Dia sudah lebih baik sehingga dia yakin bisa merawat Eki.
"Kapan kamu akan pergi menemui rentenir itu?" tanya Nada. pada Tania yang duduk di samping nya. Sementara dia yang menyetir.
"Seperti nya Selesai kerja." ucap Tania. "Oh iya aku cek pesanan sangat banyak sekali. Mereka sangat suka dengan jahitan kamu." ucap Nada.
Tania tersenyum. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Butik. Baru saja di buka namun langsung sudah ada orang yang ingin mengukur badan nya.
"Selamat bekerja Tania." ucap Nada. Karyawan lain nya pun mulai datang.
Di sore hari nya. Angga baru saja selesai mandi dia melilitkan handuk di pinggang nya. Dia melihat pemandangan kota London dari kamar nya.
Angga melihat Pakaian nya yang sudah di sediakan oleh bodyguard nya di atas meja. Dia langsung melihat nya.
__ADS_1
Dia menyentuh nya.
"Sangat rapi, bagus, lembut." kata-kata pujian keluar dari mulut nya. Dia langsung mencoba nya. "Wahh ini sungguh sangat bagus." ucap Angga.
Dia tidak berhenti melihat dirinya di cermin. "Permisi Tuan. Mobil sudah siap." ucap bodyguard. Angga menganguk.
Dia menata rambut nya, memasang Dasi.
"Perfek!" dia meninggal kan kamar itu.
Dia Menuju Club terbesar yang sudah di sewa oleh nya sebelum nya khusus untuk pacar nya itu.
Sebelum ke sana dia menjemput Livy dulu.
"Sayang..." ucap Livy kaget melihat penampilan Angga.
"Kamu Tampan sekali dengan jas ini." ucap Livy.
"Seperti permintaan kamu, aku harus memakai jas warna kesukaan kamu." ucap Angga. "Kamu sangat tampan dengan Jas warna maroon seperti ini." ucap Livy.
"Kamu juga sangat cantik dengan gaun ini." ucap Angga. Mereka pun langsung berangkat. Mereka terlebih dahulu dinner berdua. Ruangan di desain sangat romantis lengkap dengan musik romantis.
Di Butik Nada mereka baru saja tutup. "Ayo Tania aku anterin kamu ke rumah rentenir itu." ucap Nada.
"Terimakasih Nad, tapi sebaiknya kamu pulang duluan saja, aku tidak ingin merepotkan kamu, aku bisa ke sana sendirian." ucap Tania.
"Kamu yakin?" tanya Nada.
"Sekalian aku juga mau nitip anak aku gak apa-apa kan?" tanya Tania. "Baiklah kalau begitu." ucap Nada.
Mereka keluar dari butik. Nada pulang terlebih dahulu sementara Tania menghentikan Taksi dan pergi ke alamat yang di berikan oleh dua preman yang datang ke rumah nya waktu itu.
"Berhenti pak. Seperti nya ini deh." ucap Tania.
"Mbak yakin mau ke rumah ini?" Tanya supir.
"Yakin Pak, emang nya kenapa?" tanya Tania.
"Ini adalah Rumah rentenir yang sangat galak dan sangat jahat itu Mbak." ucap Pak supir.
__ADS_1
"Saya turun di sini saja pak, terimakasih sudah mengantar kan saya ke sini." ucap Tania langsung membayar nya.