
"Saya tidak pernah menjemput Pelayan saya, saya juga tidak pernah membantu merawat, membayar dan juga perduli kepada pelayan saya." ucap Angga. Tania terdiam.
"Yang di katakan tuan Angga benar. Aku sudah sangat beruntung di perduli kan oleh Tuan Angga Seperti ini, tapi dia sangat mengesalkan sekali." ucap Tania.
Tidak beberapa lama sampai di dalam mobil.
"Loh tuan bawa mobil sendiri?" tanya Tania.
"Jangan banyak tanya. Buruan masuk." ucap Angga. Tania hanya bertanya namun tidak di jawab membuat nya kesal.
Tania sepanjang perjalanan hanya diam saja.
"Apa keadaan mu sudah lebih baik?" tanya Angga. Tania tidak menjawab nya.
"Saya sedang berbicara, jawab lah!" ucap Angga.
Tania menatap Angga.
"Tuan bisa melihat sendiri." ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang.
"Saya minta maaf sudah tidak menjawab pertanyaan kamu tadi." ucap Angga. Tania diam.
"Nih untuk kamu." ucap Angga memberikan Paper bag kepada Tania. "Ini apa tuan?" tanya Tania. "Buka lah!" ucap Angga.
Tania Mengambil dan membuka nya ternyata isinya adalah boneka kecil yang sangat lucu.
"Boneka? Apa ini untuk Eki?" tanya Tania. "Untuk kamu." ucap Angga.
"Untuk saya?" ucap Tania bingung. Ada surat di balik badan boneka Beruang itu.
"Maaf saya tidak bisa datang selama dua hari karena Memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal Kan." isi surat itu. Dia tersenyum sendiri karena dia bisa menebak Angga enggan untuk berbicara seperti itu.
Tania menatap Angga.
"Jangan menatap saya seperti itu!" ucap Angga.
"Saya suka boneka nya. Terimakasih Tuan." ucap Tania. Angga tersenyum tipis ketika melihat Tania memeluk boneka itu.
"Kita mau kemana Tuan?" tanya Tania melihat arah yang berbeda. "Saya lapar." ucap Angga.
"Dari tadi kita melewati banyak restoran, kenapa tuan tidak berhenti?" tanya Tania.
__ADS_1
"Saya ingin makan di tempat ini." ucap Angga berhenti di sebuah restoran kecil yang cukup ramai namun tidak terlalu ramai.
"Tuan yakin mau makan di sini?" tanya Tania. "Ini adalah restoran favorit saya. Kelihatan nya sangat sederhana namun makanan nya sangat Enak." ucap Angga.
Dia turun terlebih dahulu dan setelah itu membantu Tania. "Hati-hati." ucap Angga memegang tangan Tania. Namun keseimbangan kaki nya tidak pas sehingga dia hampir jatuh namun langsung di peluk oleh Angga.
"Saya sudah bilang untuk hati-hati!" ucap Angga. "Saya masih pusing Tuan. Tuan selalu saja marah-marah!" ucap Tania kesal.
Angga Menghela nafas panjang. "Baiklah saya minta maaf. Mereka pun masuk ke dalam.
"Pak Angga.. Silahkan duduk pak, saya akan menyiapkan hidangan nya." ucap penjaga Restoran.
Angga tersenyum manis kepada wanita itu. "Idihh giliran cewek cantik saja dia langsung tersenyum ramah seperti itu." ucap Tania dalam hati.
"Ayo duduk, apa yang kamu tunggu?" tanya Angga.
Tania mengikuti Angga.
"Silahkan Pak Angga. Mbak.." ucap wanita itu.
"Terimakasih.." ucap Angga. "Sudah cukup lama pak Angga tidak ke sini, apa ada restoran lain yang sering bapak Angga kunjungi?" ucap wanita itu basa-basi.
Angga berbicara dengan sangat lembut dan juga terlihat akrab.
"Kenapa kau berbicara begitu Kepada nya?" tanya Angga.
"Di terlalu modus, dia ingin menggoda tuan." ucap Tania. "Saya dengan dia sudah sangat dekat, jadi wajar saja." ucap Angga.
"Oohh sudah dekat?" ucap Tania. Angga terlihat senang melihat wajah gemas Tania ketika kesal.
"Dia sangat pintar memasak, ini adalah restoran nya. Namun tidak semua orang yang tau. Saya sudah beberapa kali meminta dia untuk menjadi Chef saya namun dia tidak mau." ucap Angga.
Tania diam. "Kenapa kau hanya diam? Apa kau bisa masak seperti dia?" tanya Angga.
"Ini hanya lah makanan biasa. Semua restoran menjual ini, saya juga bisa memasak nya, saya bisa memasak seperti ini setiap hari untuk Tuan , tidak perlu dia." ucap Tania.
"Coba saja dulu." ucap Angga. Tania mencoba nya dan ternyata Benar saja. Makanan itu cukup enak sekali.
Angga hanya bisa senyum-senyum melihat Ekspresi Tania.
"Ini makanan enak banget, rasanya pas." ucap Tania.
__ADS_1
"Bagaimana enak kan?" tanya Angga. "Biasa saja." ucap Tania
"Kalau biasa saja kau tidak akan Makan begitu lahap." ucap Angga. "Saya hanya lapar, saya sudah beberapa hari memakan makanan yang ada di rumah sakit rasanya sangat hambar sekali." ucap Tania.
Angga memerhatikan Tania. Dia mengambil Tisu memberikan nya kepada Tania.
"Kau Makan seperti anak kecil. Mulut mu sangat kotor!" ucap Angga. Tania mengambil tisu yang baru mengabaikan Tisu Angga.
Dia membersihkan Mulut nya namun tidak tepat. "Anak dengan Orang nya sama saja." ucap Angga sambil membersihkan bibir Tania.
Lagi-lagi mata mereka bertemu. "Indah sekali." batin Angga.
Tiba-tiba Tania mengambil tisu dan membersihkan nya sendiri.
"Terimakasih banyak." ucap Tania langsung membersihkan mulut nya sendiri. Mereka lanjut untuk makan lagi.
"Hummm perut ku kenyang sekali." ucap Tania sambil dia bersendawa. Angga hanya menggeleng kan kepala nya melihat Tania.
Mereka masuk ke dalam mobil.
"Saya akan membawa kamu kembali ke rumah saya." ucap Angga setelah di dalam mobil. "Tapi saya ingin melihat anak saya Tuan." ucap Tania.
"Saya harus segera sampai di rumah. Saya akan meminta supir menjemput Eki." ucap Angga.
"Saya tidak ingin ikut dengan Tuan. Saya ingin pulang." ucap Tania. "Kamu harus ikut dengan saya! Bukan nya kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu akan menyelesaikan perjanjian awal kita." ucap Angga.
Tania terlihat sangat sedih tidak bisa langsung pulang ke rumah nya. Sepanjang perjalanan dia hanya diam saja. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
Angga mau membantu Tania namun semua orang sudah ada di depan, tidak mungkin dia berlebihan pada Tania. Akhirnya dia pergi begitu saja masuk ke dalam tanpa membantu Tania.
Tania melihat Angga masuk. Dia turun sendiri namun Dara langsung datang membantu. "Kamu gak kenapa-napa kan? Ada apa dengan kepala mu?" tanya Dara.
"Hanya kecelakaan sedikit." ucap Tania. "Kecelakaan bagaimana? Ini kelihatan nya sangat parah. Ya ampun.." ucap Fani.
Mereka membantu Tania masuk ke dalam.
"Kamu istirahat saja yah." ucap Dara pada Tania. Mereka segera keluar.
Tidak beberapa lama Angga masuk diam-diam ke kamar Tania.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun hari ini. Saya akan bekerja sampai larut malam." ucap Angga.
__ADS_1
"Tuan tidak perlu memberi tahu saya!" ucap Tania. Angga mengacak-acak rambut Tania.
"Wanita yang sangat keras kepala." ucap Angga.