Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 177


__ADS_3

Tania melihat wajah Eki. "Sudah sangat susah kamu berada dititik ini bersama Eki dan Mona.. Bagaimana bisa semudah itu kamu memberikan Eki kepada mereka?" ucap Bibik sisi.


Tania menangis dia duduk di kursi.


"Sudah jangan menangis, kita harus menghadiri sidang itu, dan melihat keputusan pengadilan seperti apa." ucap Bibik sisi.


Tania terlihat sangat terpukul, dia sedih, bingung harus melakukan apa. Melihat wajah Eki membuat nya semakin sedih.


"Seandainya saja aku tidak menikah dengan Malvin hidup ku tidak akan sesulit ini." batin Tania mengingat lagi di hari pernikahan mereka yang sangat bahagia sekali.


Tidak terasa sudah waktunya Tania menghadiri surat panggilan dari pengadilan beberapa hari yang lalu.


Dia datang sendirian Tampa di dampingi siapapun.


Dia berdiri di depan kantor jaksa. "Hufff aku pasti bisa melewati ini. Kalau pun nanti Eki jatuh ke tangan mereka, aku berdoa agar Eki nyaman dan bahagia bersama mereka." ucap Tania dalam hati.


Tiba-tiba mantan mertua nya datang dengan mobil mewah. Memasuki halaman kantor Jaksa, mereka di sambut dengan begitu baik oleh orang-orang di sana.


Mereka juga di dampingi oleh orang yang sangat penting dan juga Pengacara yang terkenal di kota itu.


Melihat itu sudah membuat Tania tau kalau dia pasti akan kalah.


"Ayo saya temanin ke dalam." ucap seseorang yang tiba-tiba mengandeng Tania.. Tania terkejut dia melihat wajah pria yang menggandeng nya.


"Angga... Bagaimana bisa kamu di sini?" tanya Tania kaget, Angga tersenyum dia mencubit pipi Tania.


"Justru saya yang harus bertanya kenapa kamu menyembunyikan semua nya ini dari saya?" tanya Angga.


"Kamu pikir ini masalah sepele? Mantan Mertua kamu tidak memiliki hak atas Eki." ucap Angga.


"Kita akan memperjuangkan Eki sama-sama." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya. Dia melepaskan tangan Angga.


"Aku tidak ingin merepotkan kamu, aku tidak ingin menyulitkan kamu lagi." ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Kamu sama sekali tidak menyulitkan saya. Kenapa kamu berfikir seperti itu?" ucap Angga.. Tania menunduk kan kepala nya.


"Kamu jangan takut, kamu jangan menyerah, banyak yang mendukung dan membantu kamu." ucap Angga menunjuk ke arah belakang mereka.


Tania melihat Ada Nada, Aris, Dara, Rendi, Fani dan juga adik nya Mona.


"Ini pengacara andalan saya. Saya yakin dia bisa melawan Mertua kamu." ucap Angga. "Maafin aku yah mbak, aku terpaksa mengatakan ini kepada kak Angga, aku tidak ingin Eki di ambil oleh mereka." ucap Mona.

__ADS_1


"Kamu harus berterimakasih kepada Mona, karena kalau bukan karena Mona, kami tidak akan tau, bahkan Aris tidak tau kalau sekarang kamu di panggil ke sini." ucap Angga.


Tania langsung memeluk Angga. Dia tidak bisa mengatakan apapun.


Waktu nya mereka masuk ke dalam.


mantan mertua nya sangat terkejut melihat Angga mendampingi Tania, dan pengacara Angga benar-benar jauh di atas dari pada pengacara nya.


Banyak perdebatan di ruangan itu sehingga Sidang di tunda.


Walaupun Angga sudah membawa pengacara nya. Mantan mertua nya sudah banyak merekayasa bukti-bukti.


Dia mengatakan kalau Tania simpanan, Tania menafkahi anak. nya dengan uang yang haram masih banyak lagi.


Tania mencoba membela diri namun tidak ada yang bisa di tunjuk kan oleh nya.


Seperti nya Jaksa sudah di bayar oleh mantan mertua nya. Tania sangat putus asa, Angga dan Pengacara tidak bisa mengantakan apa pun lagi.


Angga hendak berbicara namun di larang karena tidak ada hak nya untuk berbicara mengenai masalah Tania.


Hak asuh jatuh ke tangan mantan mertua nya.


Namun Tania bersikeras tidak menyentujui keputusan jaksa karena ia adalah ibu nya.


"Aku tidak mau, aku tidak mau Eki bersama mereka." ucap Tania sambil menangis.


Angga memeluk nya.


"Kita tidak akan membiarkan itu terjadi." ucap Angga.


"Lakukan apapun Angga, aku mohon, jangan biarkan mereka membawa Eki." ucap Tania.


"Kamu jangan sedih, saya akan melakukan apapun untuk menjaga kamu dengan Eki agar tetap bersama." ucap Angga.


Tania sama sekali tidak bisa tenang. Mereka keluar dari sana.


Di luar rombongan Mona yang sudah mendengar keputusan tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Mbak... Aku tidak mau kehilangan Eki, aku tidak ingin mereka mengambil Eki." ucap Mona langsung memeluk Tania..


"Mbak juga tidak menginginkan itu dek." ucap Tania..Mona menangis di pelukan Tania.


Angga dengan pengacara nya merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Angga juga meminta orang-orang nya menjaga rumah Bibik sisi memastikan tidak ada yang kesana mengambil Eki.


"Kamu yang sabar yah Tania. Aku yakin semua nya pasti ada jalan keluar kamu jangan menyerah yah." ucap Nada kepada Tania.


Setelah dari sana mereka pulang ke rumah. "Bagaimana keputusan nya Tania?" tanya Bibik Sisi.


"Hak asuh jatuh ke tangan mereka bik, mereka sangat licik." ucap Angga. Bibik sisi yang mendengar itu menghela nafas panjang.


"Bagaimana bisa... Itu artinya Eki sudah bisa di ambil mereka?" ucap Bibik Sisi, Tania dan Angga menganguk.


"Tapi Bibik dan Tania tenang saja karena itu tidak mungkin terjadi." ucap Angga.


"Bagaimana tidak mungkin Tuan, sekarang hal asuh sudah jatuh ke pada tangan mereka." ucap Bibik Sisi. Angga membisikkan sesuatu agar Tania tidak mendengar hanya sekedar menenangkan Bibik Sisi.


Bibik sisi mengerti dia menganguk.


"Saya percaya kepada tuan, semoga saja Eki tidak bisa ambil oleh mereka." ucap Bibik Sisi.


Angga tersenyum.


"Kalau kamu Lelah, kamu bisa istirahat di kamar bersama Eki, saya akan berbicara dengan pengacara di depan." ucap Angga.


Tania menganguk.. Tania masuk ke kamar dia melihat Eki yang masih tertidur begitu lelap.


"Kamu sangat tampan ketika tidur seperti ini nak." ucap Tania mengelus pipi Eki. Eki bergeliat melihat Tania dia langsung terbangun.


"Mamah.... Mamah..." ucap Eki langsung meminta di gendong oleh Tania. Tania tersenyum langsung mengendong nya, walaupun air mata nya keluar.


Dia berusaha untuk menutupi nya dan terus tersenyum.


Melihat Senyuman Eki dan merasakan pelukan Eki dia kembali tenang.


"Mamah tidak akan membiarkan kamu berpisah dengan mbak, kamu jangan takut yah nak." ucap Tania. Eki sadar Tania menangis..Lama Eki memandangi wajah Tania.


Di luar Angga berdiskusi dengan Aris.


Cukup lama mereka berdiskusi.. Tiba-tiba mantan mertua Tania datang.


"Kenapa kalian semua di sini? apa kalian mau menghalangi kami untuk mengambil Eki?" ucap Mantan Mertua Tania yang laki-laki.


Angga mendekati Pria itu.


"Saya tau kalau bapak dengan ibu bermain curang, saya pasti kan kalau Bapak dengan ibu membawa Eki dari sini, kalian akan terkena imbasnya." ucap Angga.

__ADS_1


__ADS_2