
"Kamu selesaikan masalah kamu setelah itu baru bisa memutuskan kedepannya seperti apa. Mari kita fokus dengan tujuan masingmasing." ucap Tania.
"Apa maksud kamu kita tidak perlu berhubungan?" ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak berkata seperti itu, aku hanya ingin kamu meluruskan masalah yang terjadi, menyelesaikan semua seperti pembicaraan kita sebelum nya." ucap Tania.
"Saya sedang berusaha. Saya hanya ingin melihat kamu karena saya merindukan kamu, apa itu saja tidak boleh?" ucap Angga.
Tania Menghela nafas. "Baiklah terserah kamu saja, aku bingung harus mengatakan apa lagi, kamu sama sekali tidak bisa di larang." ucap Tania.
Tania Hendak pergi namun di tahan oleh Angga. "Kamu mau kemana?" tanya Angga kepada Tania.
"Aku mau menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat. Jadi kamu harus pergi dari sini agar tidak menggangu ku." ucap Tania.
"Saya tidak akan pergi, saya akan menemani kamu di sini, dan tidak akan mengganggu." ucap nya langsung berdiri dari tempat duduknya membiarkan Tania duduk. Namun Tania tidak hendak duduk dia memaksa Tania agar duduk.
Tania menatap Angga. Angga tersenyum manis. "Sebaiknya kamu lanjut bekerja. Aku janji tidak akan mengganggu, tapi Ijin kan aku menemani kamu di sini, sampai rindu ku terobati." ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang. "Kamu membuat kesabaran ku hilang. Aku sudah meminta kamu untuk pergi dari sini." ucap Tania. Angga memasang wajah sedih.
"Jangan mengusir ku seperti itu." ucap Angga. Tania hendak berbicara namun ponsel Angga tiba-tiba berdering.
"Siapa?" tanya Tania penasaran karena Angga tak menjawab nya.
"Livy." jawab Angga. Tania langsung diam.
"Halo.. Ada apa?" tanya Angga. "Kamu di mana sih sayang? Aku sudah di kantor kamu Tapi kamu gak ada." ucap Livy.
"Aku ada janji di luar, kamu ngapain datang ke kantor?" ucap Angga. "Tante sama Om yang meminta aku ke sini." ucap Livy.
"Sebaiknya kamu pulang saja, aku masih lama di sini." ucap Angga. "Kamu di mana? Kamu menemui wanita itu kan?" ucap Livy.
"Itu bukan urusan kamu!" ucap Angga.
"Aku yakin kamu pasti menemui dia, aku akan mengatakan kepada Tante dan Om kalau kamu tidak pulang sekarang juga!" ucap Livy mengancam.
"Kamu tidak berhak untuk mengatur saya!" ucap Angga.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, aku akan memberi tahu orang tua kamu." ucap Livy.
__ADS_1
"Kamu jangan macem-macem yah Livy!" ucap Angga.
"Sekarang kamu harus pulang ke kantor. Aku tidak mau tau!" ucap Livy.
"Sebaiknya kamu pulang saja ke kantor." ucap Tania.
"Itu suara perempuan itu kan? Kamu benar-benar di sana kan?" ucap Livy.
Angga menatap wajah Tania.
"Baiklah-baiklah saya akan segera pulang!" ucap Angga menutup panggilan.
"Kamu pulang saja." ucap Tania. "Livy benar-benar sangat menyebalkan sekali!" ucap Angga.
"Pulang saja." ucap Tania lagi. Angga memasang wajah iba kepada Tania.
Tania memeluk nya. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin kamu menyelesaikan masalah agar waktu kita tidak terganggu lagi." ucap Tania.
Angga memeluk erat-erat Tania. "Baiklah kalau begitu saya permisi." ucap Angga langsung pergi. Tania melihat Angga pergi menemui wanita yang akan menjadi istri Angga membuat Tania berkecil hati.
"Ya Allah kalau dia bukan jodohku jauh kan lah. Jangan engkau membuat sakit yang begitu dalam di hati ini " ucap Tania.
"Loh tuan ada di sini?" ucap Nada. "Saya memesan jas, sekarang saya harus pergi." ucap Angga.
Dengan terburu-buru dia pergi sampai membuat Nada bingung. "Humm ada apa sih?" ucap Nada.
"Assalamualaikum..." Nada masuk ke ruangan menjahit Tania.
"Walaikumsalam.. Kamu baru datang yah." ucap Tania. Nada tersenyum sambil mengangguk.
"Ada apa dengan raut wajah mu ini? Kamu tersenyum namun terlihat sangat banyak masalah." ucap Nada. "Aku hanya fokus saja menjahit." ucap Tania.
"Serius? Kelihatan nya kamu sama sekali tidak fokus." ucap Nada. Tania menghela nafas panjang.
"Kemarin baru saja aku melihat wajah ceria kamu, sekarang kelihatan sangat sedih." ucap Nada.
"Sudah lah jangan membahas nya lagi. Aku tidak ingin membahas itu." ucap Tania. Nada mengelus punggung Tania.
"Kalau kamu ada masalah cerita sama aku yah, jangan sungkan." ucap Nada. Tania menganguk sambil tersenyum. "Makasih yah kamu sudah begitu baik kepada ku." ucap Tania. Nada tersenyum.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu lanjut saja dulu, aku mau kembali ke depan." ucap Nada.
Angga baru saja sampai di kantor nya dia melihat Livy yang duduk di kursi kekuasaan nya itu.
"Akhirnya kamu datang juga." ucap Livy melihat Angga datang. "Apa sih mau kamu? Berani-beraninya kamu mengancam ku!" ucap Angga.
Livy tertawa kecil. "Apa salah nya aku melakukan itu demi bertemu dengan orang yang aku cintai, kamu juga melakukan hal yang membuat kamu bisa bertemu dengan orang yang kamu cintai bukan?" ucap Livy.
Angga menatap Livy. "Jangan aneh-aneh kamu!" ucap Angga kepada Livy.
"Aku tidak aneh-aneh, justru kamu yang aneh-aneh. Kamu tidak bisa mempermainkan ku begitu saja." ucap Livy.
Angga menatap Livy dengan tatapan tajam.
"Kamu yang membuat semua nya seperti ini!" ucap Angga.
"Aku tidak melakukan apapun!" ucap Livy. Angga menatap tajam Livy.
"Berapa kali aku mengatakan kalau aku tidak mencintai kamu, aku tidak mencintai wanita yang berani berselingkuh dan Menghianati pasangan nya dan hanya menginginkan uang saja!" ucap Angga.
"Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu!" ucap Livy mau menampar Angga namun di Tahan oleh Angga.
"Kamu tidak bisa melakukan apapun yang kamu mau begitu saja!" ucap Angga.
"Aku akan membongkar semua aib kamu!" ucap Livy.
"Silahkan! aku sama sekali tidak perduli." ucap Angga. Livy melepaskan tangan nya dari Angga.
"Kamu harus meninggalkan wanita itu dan menikah dengan ku." ucap Livy. "Aku tidak akan pernah menikah dengan kamu!" ucap Angga menekankan sekali lagi.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menyampaikan kepada orang tua kamu." ucap Livy.
Angga menahan tangan Livy.
"Jangan aneh-aneh kamu yah Livy!" ucap Angga. "Lepaskan!" ucap Livy langsung pergi. Angga menghela nafas panjang. Dia mengelus rambut nya dan duduk di atas meja kerja nya.
"Livy kamu mencoba untuk memancing emosi saya." ucap Angga. Tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari rumah.
Mereka memberi tahu kalau orang tua nya ada di rumah. Angga harus segera pulang sebelum Livy bertemu dengan orang tua nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Namun pekerjaan nya tidak bisa di tinggal kan, dia harus menghadiri meeting yang sangat penting ternyata. Dia menukar pakaian yang lebih rapi dan masuk ke ruangan rapat bersama Fani.