Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 30


__ADS_3

Dara mengkhawatirkan luka tuan nya namun dia harus segera bekerja.


Dia keluar dari ruangan itu. "Permisi Bu Dara. Apa hari ini penjahit baru itu tidak datang?" tanya penjaga ruangan menjahit.


"Sudah tidak lagi, ruangan itu sudah bisa di tutup kembali." ucap Dara. "Baik Bu." dia pun meninggalkan Dara.


Dara masuk ke dalam ruangan nya memeriksa uang yang di minta di kembalikan oleh Butik itu namun sampai sekarang tak kunjung ada masuk.


Tidak terasa sudah jam sepuluh kurang.


Dara dan juga anggota lainnya sudah menunggu Angga di bawah.


Angga mengenakan Jas yang di jahit oleh Tania. Senyuman indah keluar. Bagi seorang Angga penampilan adalah nomor satu bagi nya.


Tidak beberapa lama Angga keluar dari kamar nya dia menoleh ke arah tangga yang Menuju ruangan menjahit.


"Tuan Angga sudah datang, semua nya berdiri!" ucap Rendi.


Mereka memberikan sambutan kepada tuan nya.


"Dara!" panggil Angga.


"Iyah Tuan." jawab Dara. "Bagaimana data-data nya semua nya sudah siap?" tanya Gerwyn.


"Sudah Tuan. Maaf saya telat. Di jalanan sangat macet." ucap Fani yang baru saja datang.


"Lain kali kalau kamu telat saya tidak akan memberikan hukuman ringan." ucap Angga.


"Maksud Tuan saya di hukum?" tanya Fani. "Selesaikan semua data-data yang saya kirim ke kamu. Harus selesai hari ini." ucap Angga.


Fani menghela nafas panjang. "Baik Tuan." jawab Fani.


"Kalau begitu ayo berangkat." ucap Angga. Mereka semua meninggalkan kediaman Angga.


Setiap kali Angga keluar dia harus di dampingi oleh bodyguard dan juga orang-orang kepercayaannya.


Setelah beberapa lama akhirnya sampai juga di gedung DDT itu. Ternyata sudah banyak orang yang menunggu mereka.


"Selamat pagi Tuan Angga." Sapa rekan kerja nya. Angga hanya mengangguk dan tersenyum tipis saja.


Setelah yang di tunggu datang, acara pun langsung di mulai.


Sementara di tempat lain Tania sedang berusaha fokus menjahit.


"Tania.." Panggil Nada masuk keruangan Menjahit.

__ADS_1


"Kamu baru saja datang?" ucap Tania. Nada menganguk.


Tania melihat jari-jari Tania banyak bekas luka karena terkena jarum.


"Kalau kamu belum bisa fokus bekerja lebih baik kamu libur saja dulu. Job kamu di kasih ke yang lain saja dulu, keadaan kamu terlihat jauh sangat buruk sekarang." ucap Nada.


Tania Menggeleng kan kepala nya. "Mana mungkin aku bisa Libur Nada, aku harus membayar hutang ku, dan juga biaya rumah sakit adik ku entah dari mana aku sangat bingung sekali." ucap Tania.


Nada duduk di kursi. "Bagaimana keadaan adik kamu?" tanya Nada. "Sangat buruk Nada, tulang-tulang nya banyak yang cedera, untuk sementara di lumpuh. Dan sekarang dia masih koma." ucap Tania.


"Ya ampun!" nada mendengar nya saja menjadi merinding.


"Ini sudah waktunya Makan siang, kamu makan dulu gih." ucap Nada. Tania menganguk.


"Eki di mana? kamu tidak membawa nya?" tanya Tania.


"Aku menitipkan kepada Bibik angkat ku. Untuk sekarang aku meminta tolong dia untuk menjaga Eki agar aku bisa fokus bekerja dan juga melihat Mona sesekali ke rumah sakit." ucap Tania.


"Oohh Bagus deh, aku juga sangat ragu kalau kamu membawa Eki Bekerja." ucap Nada. Tania tersenyum.


"Ya udah kalau begitu aku keluar dulu yah." ucap Nada.


"Bagaimana aku mengatakan nya pada Tania yah? Aku sangat tidak tega mengatakan nya." ucap Nada dalam hati.


Empat jam kemudian acara berlanjut akhirnya selesai juga.


"Dara bagaimana uang dari butik itu sudah kembali?" tanya Angga.


"Belum Tuan." ucap Dara. "Kita ke butik itu sekarang!" ucap Angga. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.


"Tuan Angga!" batin Nada. Biasanya kalau Angga datang dia sangat senang namun kali ini dia sangat takut sekali.


"Permisi." ucap Angga berdiri di depan Nada.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Nada.


"Jangan berpura-pura tidak tau, saya ingin uang saya kembali." ucap Angga.


"Kami memiliki sedikit masalah Tuan. kasih saya waktu satu Minggu untuk mengembalikan nya." ucap Nada.


"Butik sebesar ini tidak memiliki uang untuk. mengembalikan Uang saya? Seperti nya Anda sudah mencoba untuk mempermainkan saya!" ucap Angga.


"Bukan seperti itu tuan. Tapi uang itu sudah saya pakai." ucap Dara. "Kalau begitu segera kembali kan uang saya! Dan juga kerugian saya karena percaya memperkerjakan penjahit itu." ucap Angga.


"Tapi Tuan."

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian! Dan anda akan tau akibatnya." ucap Angga. Tania yang tidak sengaja melihat ramai di depan membuat nya penasaran dan dia melihat Angga membuat nya penasaran.


Dia mendengar kan pembicaraan mereka.


"Kalau Anda tidak kunjung mengembalikan uang saya, saya akan menuntut Butik ini." ucap Angga.


"Uang Tuan Angga saya yang memakai nya. Jangan libatkan Butik ini karena yang salah adalah saya." ucap Tania. Dara Terkejut karena Tania datang.


"Owhh ternyata kau. Wanita yang tidak pernah bertanggung jawab sama pekerjaan berani-beraninya memakai uang yang jumlahnya cukup besar." ucap Angga.


"Kasih aku beberapa waktu untuk membayar nya Tuan." ucap Tania.


"Saya tidak bisa, saya ingin uang itu sekarang ini juga. Apa kamu sudah menghabiskan uang itu untuk foya-foya?" ucap Angga.


"Adik saya sakit Tuan, saya harus membayar deposit rumah sakit dan juga membeli darah yang cukup banyak. Saya mohon berikan Saya Waktu untuk membayar semua nya." ucap Tania.


"Saya tidak mau tau masalah nya apa. Kau sudah mempermainkan saya." ucap Angga.


"Saya minta maaf Tuan. Saya akan melakukan apapun yang Tuan minta agar Tuan mau memberikan saya waktu." ucap Tania.


"Melakukan apapun yang saya mau? Anda yakin?" ucap Angga. Tania terdiam, sementara Nada tidak bisa mengatakan apapun.


"Baiklah kalau begitu kau harus menjadi pelayan pribadi saya selama Empat bulan secara gratis! Saya akan memberikan waktu satu bulan untuk kau membayar hutang." ucap Angga.


"Tidak mungkin tuan. Bagaimana bisa saya menjadi pelayan sementara saya harus mencari uang untuk membayar hutang." ucap Tania.


"Saya tidak perduli!" ucap Angga.


"Saya tidak bisa Tuan." ucap Tania.


"Baiklah kalau tidak mau, hari ini sebelum jam delapan malam uang itu sudah kembali ke saya." ucap Angga.


Setelah itu dia pun langsung pergi.


"Bagaimana Ini Tania? Seharusnya kamu tidak perlu Jujur." ucap Nada.


"Aku tidak ingin kamu mendapatkan masalah karena aku." ucap Tania.


"Dan seperti ini, apa yang harus kita Lakukan lagi Tania?" ucap Nada pusing.


Namun baru dua jam Angga pergi. Nada sudah mendapatkan berita tentang Butik nya.


Dia langsung menyusul Tania di ruangan nya dan memberi tahu kabar yang sudah beredar.


"Pak Angga sudah membuat berita kalau Butik ini menipu dan juga menenggelamkan uang Costumer." ucap Nada. Tania mendengar itu sangat kaget.

__ADS_1


__ADS_2