Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 92


__ADS_3

Setelah selesai sholat dia ketiduran di Sajadah nya. Angga diam-diam mengintip Tania setelah semua nya sepi.


Dia hanya memastikan Tania baik-baik Saja.


Melihat Tania tidur di lantai membuat nya tidak tega, akhirnya dia memutuskan memindahkan Tania ke tempat tidur.


"Selamat tidur calon istri ku." ucap Angga mengelus kepala Tania yang Masih di tutupi Mukenah warna putih nya.


Menyelimuti Tania setelah itu keluar tidak lupa juga untuk mematikan Lampu kamar Tania.


Tania terbangun dia Sadar kalau Angga datang dia tersenyum dan kembali tidur lagi.


Keesokan harinya Angga bangun karena merasa ada seseorang yang naik ke kasur nya. "Good morning.." Bisik Tania di telinga Angga.


Angga langsung bangun dia menatap Tania sambil tersenyum.


"Kenapa kamu bisa di sini sepagi ini?" tanya Angga.


"Aku baru saja selesai sholat shubuh." ucap Tania.


"Sholat? sepagi ini?" ucap Angga. Tania menganguk. Wajar saja Angga kurang paham karena keluarga nya jauh sekali dari agama.


"Apa Tuan tidak ingin sholat?" tanya Tania.


"Saya tidak paham, saya juga tidak mengerti mau melakukan nya bagaimana." ucap Angga.


"Mau saya ajarin?" tanya Tania. Angga menganguk.


Alhasil Tania mengajari nya untuk sholat shubuh. Sedikit sulit karena untuk pertama kalinya.


Namun setelah di ajarin hampir bisa Tania baru bertanya agama Angga apa dan ternyata agamanya Kristen yang membuat Tania terdiam sejenak, dia bingung harus mengatakan apa.


Dia berfikir kalau Angga adalah Islam.


"Sebaiknya Tuan berhenti Sholat." ucap Tania. Angga menatap Tania.


"Saya ingin masuk Islam." ucap Angga. Tania menatap Angga.


"Jangan Tuan." ucap Tania. "Loh kenapa?" tanya Angga. "Saya tidak ingin Tuan masuk Islam Karena saya. Saya ingin Tuan masuk Islam karena Allah." ucap Tania.


"Kalau begitu apa saya perlu belajar Islam lebih Banyak lagi?" tanya Angga. Tania menganguk.


"Ini sudah waktunya Tuan mandi, saya akan keluar menyiapkan sarapan." ucap Tania. Angga tiba-tiba mencium pipi Tania sebelum pergi.


"Tuan..." ucap Tania. Angga tersenyum. "Saya mau Mandi." ucap nya dan langsung pergi ke kamar mandi sambil tersenyum.

__ADS_1


Tania juga ikut tersenyum.


"Cie.. Cie... Senyum-senyum nih yeeee..." Ucap Dara yang sudah di bawah.


Tania menatap Dara.


"Kok terkejut gitu? Ada apa? Seperti kepergok saja." ucap Dara. "Huff Berhenti menggoda ku Dara." ucap Tania.


Dara tersenyum.


"Aku senang deh melihat kamu yang sekarang, kamu jauh lebih ceria." ucap Dara. Tania menatap wajah Dara.


"Jangan-jangan wajah sedih ku dulu pindah ke kamu'." ucap Tania.


Dara tersenyum. Namun tiba-tiba cemberut sambil duduk di kursi.


"Ada apa? Kamu sama Rendi Masih ada masalah?" tanya Tania. Dara menghela nafas panjang.


"Kamu cerita dong, Siapa tau Aku bisa bantu. Aku bisa kasih saran atau hanya mendengar kamu cerita." ucap Tania.


"Aku sudah baikan dengan Rendi. Tapi aku bingung dengan sifat nya kepada ku, kami memang pacaran namun seperti orang yang tidak pacaran. Dia sangat Cuek bahkan tidak perduli pada ku." ucap Tania.


"Akhir-akhir ini dia kelihatan sangat capek, di kantor dia hanya memiliki jam istirahat untuk makan, selebihnya dia harus bekerja." ucap Tania.


"Kamu coba tanyain baik-baik kepada dia. Ada apa sebenarnya? apa dia mempunyai masalah, Atau dia memiliki masalah dengan kamu." ucap Tania.


"Aku sudah bertanya namun dia hanya diam, dia meminta ku untuk biasa saja, dia mengatakan sifat nya biasa saja padahal dia sangat berubah." ucap Dara.


"Yang Sabar yah Dara." ucap Tania mengeluarkan punggung Dara.


"Ada apa dengan kamu?" tanya Angga berdiri tidak jauh dari mereka..Dara yang tadi nya sedih langsung berdiri begitu juga dengan Tania langsung diam.


"Kenapa kalian malah berbicara di sini? Mana sarapan belum di Siapkan!" ucap Angga.


"Baik tuan kami akan menyiapkan nya segera." ucap Tania dan juga Dara.


Mereka berlomba untuk menata makanan di atas meja.


Setelah selesai Rendi dan juga Fani datang.


Apartemen Fani tidak jauh dari sana itu sebab nya dia ikut sarapan di sana karena itu sudah peraturan dari Angga.


"Tania ayo sarapan sama-sama." ucap Fani kepada Tania.


"Saya sarapan di Belakang saja mbak." ucap Tania.

__ADS_1


"Kalau di suruh di sini ya di sini, jangan banyak Membantah." ucap Angga. Tania langsung terdiam dia duduk di samping Dara.


Dara memerhatikan Rendi yang sama sekali tidak mau menatap nya. Malah kelihatan asyik pada Fani.


Dara masih belum berfikir negatif tentang mereka, dia berusaha untuk berfikir positif saja.


Namun Dara memerhatikan Rendi yang begitu perhatian kepada Fani. Mengambil nya tisu, menuangkan air minum.


"Fani memiliki tangan sendiri, kenapa kamu melakukan nya seperti putri?" ucap Angga. Rendi terdiam.


"Minum nya jauh Tuan, dan lagi tisu di depan Tuan." ucap Rendi. Angga hanya diam..


"Kamu dengan Fani pacaran?" tanya Angga membuat mereka semua terkejut. Namun ekspresi wajah Angga malah seperti meledek bukan marah.


"Enggak kok tuan. Tidak mungkin lah, kamu harus menuruti peraturan di rumah ini." ucap Rendi.


"Oh iya saya lupa bilang pada kamu kalau peraturan itu sudah saya hapus. Kalau kamu berpacaran dengan Fani saya mendukung nya, Kalian benar-benar sangat Cocok sekali." ucap Angga.


"Tidak Tuan." ucap Rendi. Sementara Dara hanya bisa menunduk kan kepala nya membunyikan rasa Cemburu, kesal dan marah nya.


Fani melihat ke arah Dara. "Lagian ni si Rendi nyebelin banget sih, pasti Dara sangat marah." batin Fani.


"Saya ke kantor Duluan Tuan. Saya permisi." ucap Dara. Dia langsung pergi..


Semua mata Menuju ke arah nya.


"Ada apa dengan nya? Tidak biasa nya sepagi ini dia ke kantor." ucap Angga.


"Kami akan berangkat terlebih dahulu Tuan." ucap Fani menarik tangan Rendi dan pergi menyusul Dara.


"Kamu kenapa mengejar dia? Biarkan saja. Aku sengaja melakukan itu agar dia mengerti, aku tidak bisa mengatakan nya langsung." ucap Rendi.


Fani menampar wajah Rendi. "Aku kecewa sama kamu, bagaimana kalau Dara tidak bisa menerima nya, dia sangat mencintai kamu, dia pasti sakit hati melihat nya." ucap Fani.


"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi. Aku sudah bilang kalau aku mencintai kamu, aku tidak mencintai Dara." ucap Rendi..


"Hati kamu terbuat dari apa sih sehingga tidak memperdulikan perasaan pasangan kamu sendiri?" ucap Fani.


Di Meja Makan Angga menatap Tania.


Angga melihat ke sekeliling ternyata tidak ada orang.


"Kamu bisa duduk lebih dekat dengan saya? Saya yakin selera makan saya semakin tambah."' ucap Angga.


Ayo dong kakak-kakak semuanya mampir di karya baru aku. judul nya. Menikah Dengan Pria Yang Salah.

__ADS_1


__ADS_2