
Mereka membantu Tania masuk ke dalam.
"Kamu istirahat saja yah." ucap Dara pada Tania. Mereka segera keluar.
Tidak beberapa lama Angga masuk diam-diam ke kamar Tania.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun hari ini. Saya akan bekerja sampai larut malam." ucap Angga.
"Tuan tidak perlu memberi tahu saya!" ucap Tania. Angga mengacak-acak rambut Tania.
"Wanita yang sangat keras kepala." ucap Angga.
Angga pun pergi meninggalkan Tania di dalam kamar nya. Tania Menghela nafas panjang sambil melihat Angga pergi.
"Kalau seperti ini sebaiknya aku pulang ke rumah. Aku sangat merindukan Eki dan Mona. Dan Aris juga kenapa tidak datang menjemput ku yah?" batin Tania.
Dia duduk dan bersandar ke kasur. "Apa jangan-jangan mereka sudah jadian dan Aris sekarang berduaan dengan Nada." ucap nya.
"Aaaaaa!!!! Aku bisa gila memikirkan itu." ucap Tania. "Kenapa hati ku sangat sedih membayangkan kalau mereka bersama?" ucap Tania.
"Tok!! Tok!! Tok!! Seseorang mengetuk pintu kamar dan langsung masuk.
"Dara.." ucap Tania.
"Lihat siapa yang datang.." Ucap Dara sambil tersenyum membuka pintu lebar.
"Eki.." ucap Tania. dia mau beranjak dari kasur namun di larang oleh Dara.
"Kamu jangan beranjak dari kasur sebelum sembuh total. Kalau tuan Angga tau dia pasti marah." ucap Dara.
"Aku sudah sehat." ucap Tania.
Dara membawa Eki ke kasur. "Eki sendiri?" tanya Tania bingung.
"Tadi nya sama Bibik kamu, namun dia harus segera pergi karena Mona tidak ikut." ucap Dara.
Eki memeluk Mamah nya itu.
"Aku heran deh akhir-akhir ini Tuan Angga sangat perduli kepada kamu." ucap Dara.
"Perduli? Perduli dari mana nya?" tanya Tania.
"Kamu tidak perlu menutupi semua nya aku tau kok kalau tuan Angga yang membawa kamu ke rumah sakit dan juga membayar biaya nya." ucap Dara.
"Sssttt.. Jangan kuat-kuat." ucap Tania. Dara tersenyum.
__ADS_1
"Tuan Angga memperlakukan kamu itu berbeda dari yang lain." ucap Dara.
"Hanya karena ada mata kekasih nya pada ku." ucap Dara.
"Bukan karena itu." ucap Dara. "Jadi karena apa? Kamu tau sendiri Tuan Angga tidak akan pernah berhubungan dengan orang biasa seperti ku." ucap Tania.
"Aku tidak mengatakan kamu berhubungan dengan Tuan Angga. Aku hanya Curiga kalau Tuan Angga Akan menahan kamu lebih lama di sini." ucap Dara.
Tania menghela nafas panjang. Ternyata d
Dara tidak terlalu paham dengan apa yang terjadi.
"Humm bisa jadi." ucap Tania.
"Tapi kalau bisa di katakan kamu bukan orang biasa, nama kamu terkenal. Banyak orang yang mengenal kamu. Bahkan aku saja tau kamu." ucap Dara.
"Itu dulu, berbeda dengan yang sekarang. Aku tidak memiliki apapun sekarang." ucap Tania. Dara tersenyum.
"Ya udah Kalau begitu aku keluar dulu. Kamu jangan lupa istirahat, pengasuh ada di luar kalau kamu butuh sesuatu panggil saja dia." ucap Dara.
"Terimakasih Dara." ucap Tania.
Dara keluar tinggal hanya Eki dan Tania di kamar itu.
"Mamah tidak pernah menyesali semua nya. Mamah sangat beruntung bisa bertahan sampai di titik ini bersama putra Mamah.. Namun Mamah ingin kamu memiliki orang tua yang baik, lengkap dan juga menyanyangi kamu." ucap Tania.
"Tapi Mamah akan menjadi Ayah dan ibu untuk kamu. Kamu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dari mamah." ucap Tania memeluk Eki mencium pipi nya.
"Papah... Papah.." ucap Eki. Tania bingung dengan kata-kata Eki, dia seperti mengajak Tania Keluar dari Sana. Tania mengikuti nya dan ternyata Eki membawa ke kamar Angga.
"Tuan Angga tidak di dalam nak, dia sedang n
pergi bekerja. Dan juga kamu tidak boleh memanggil nya dengan sebutan papah." ucap Tania.
Namun Eki keras kepala dia memaksa mamah nya membuka pintu. Tania membuka pintu
Eki terlihat sangat senang sekali dan bermain di kasur luas milik Angga.
"Humm nanti kalau Tuan Angga marah bagaimana nak? Ayo turun yok." ajak Tania.
"Jangan lompat-lompat nak." ucap Tania. Dia menangkap Eki dan membawa nya langsung keluar.
Di malam hari nya. Tania bingung mau mandiin Eki bagaimana, Tangan nya masih belum bisa terkena Air. "Dia mau meminta bantuan pengasuh tidak enak.
"Apa yang kau lakukan?" tanya seseorang pada Tania yang berada di dalam kamar mandi. Tania berbalik dia melihat ternyata Angga baru saja pulang.
__ADS_1
"Tuan Angga.." ucap Tania.
"Luka mu belum boleh terkena air. Kau mau memandikan Eki sendiri." ucap Angga. "Eki sudah tidak nyaman dari tadi belum mandi Tuan." ucap Tania.
"Di mana Pengasuh yang saya bayar untuk mengurus Eki?" tanya Angga.
"Tidak perlu Tuan, saya tidak ingin mereka berfikir Tuan memperlakukan saya dengan anak saya berlebihan." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang. "Sini biar saya coba." ucap Angga membuka Jas nya.
"Tuan yakin bisa?" tanya Tania ragu-ragu.
"Maka nya kamu Temanin dan ajarin saya di sini." ucap Angga. Tania menganguk. Angga terlihat kaku, takut namun Eki sangat senang.
"Tuan Angga lebih muda dari ku namun dia sudah terlihat cocok menjadi ayah." batin Tania.
Angga sadar kalau Tania memerhatikan nya.
"Apa saya terlihat aneh kalau sedang bersama anak kecil?" tanya Angga. Tania memalingkan pandangannya.
"Tidak Tuan." ucap Tania.
Angga melihat wajah Tania yang berusaha menahan salting membuat nya tersenyum.
Eki sudah selesai mandi Angga mengangkat nya keluar. Tania memasang kan baju Eki. Angga gantian menatap Tania memasang Pakaian untuk Eki.
"Apa kau pernah berfikir untuk berhenti mengurus Eki?" tanya Angga sambil duduk di pinggir tempat tidur.
Tania tersenyum tipis.
"Di saat saya baru hamil saya menyesal, saya takut, saya berusaha untuk mengugukar nya. Namun semakin tua usia kandungan Saya, saya semakin sayang dan takut kehilangan dia." ucap Tania.
"Apa suami mu tidak pernah datang melihat Anak Kalian?" tanya Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Apa kau pernah memikirkan tentang dia?" tanya Angga lagi.
"Humm pernah. Saya hanya berharap dia bahagia dengan hidup pilihan nya sendiri. Saya juga berharap dia datang sekedar melihat Eki." ucap Tania.
"Tapi itu tidak mungkin. Dia tidak pernah tau kalau dia meninggalkan kan saya sedang mengandung." ucap Tania.
"Pria yang tidak bertanggung jawab!" ucap Angga.
Tania menatap Angga. "Kenapa Tuan bertanya tentang suami saya? Apa Tuan mau meledek saya?" tanya Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya tertarik kepada kamu, saya menyukai kamu itu sebab nya saya harus tau semua tentang kamu." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
__ADS_1