
"Sebelum nya kamu berjanji akan memberikan Tania kepada ku, mana janji kamu?" ucap Malvin.
Angga hendak berbicara namun tiba-tiba Fani datang membawa kan kopi kepada mereka.
"Silahkan di minum kopi nya Tuan, Pak." ucap Fani..
"Terimakasih, kamu boleh keluar." ucap Angga.. Melihat suasana sangat serius, Fani cepat-cepat keluar dari sana.
"Agaknya mereka membicarakan apa yah? Pasti ini membahas Tania, apa nanti mereka akan berkelahi?" ucap Fani.
"Ah sudahlah aku tidak ingin ikut campur." ucap Fani langsung pergi dari depan ruangan Angga.
Namun Fani mengabari Tania kalau Malvin datang menemui Angga.
Tania yang mendapat kan pesan dari Fani jadi kefikiran.
"Ya Allah semoga saja mereka tidak ribut." ucap Tania..Dia mau ke sana namun tidak bisa meninggal kan pekerjaan nya begitu saja.
Di ruangan Angga.
"Aku bukan bermaksud merebut Tania dari kamu, aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan dia. Aku mohon sebagai sahabat kamu tinggal kan Tania." ucap Malvin.
Angga menatap Malvin.
"Tidak! Aku tidak ingin meninggalkan Tania. Kalau kamu masih mencintai dia mari kita sama-sama berjuang mendapatkan nya." ucap Angga.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Malvin langsung berdiri dan pergi meninggalkan ruangan Angga Tampa meminum kopi.
Angga menghela nafas panjang. Tiba-tiba Fani masuk ke dalam.
"Ada apa Tuan?" tanya Fani, Angga menoleh ke arah Fani.
"Tidak apa-apa." ucap Angga. Fani diam.
Tidak terasa sudah malam. Tania baru saja selesai dia keluar dari Butik.
"Tania.." ucap Malvin yang sudah menunggu dia di depan Butik.
"Malvin.. Kenapa kamu disini?" tanya Tania.
"Aku mau menjemput kamu dengan Eki." ucap Malvin.. Tania melihat ke sekeliling.
"Aku mau menemui Angga. Kamu tidak perlu menjemput aku." ucap Tania.
"Kenapa kamu menemui dia? Bukan kah aku sudah ada di sini?" tanya Malvin.
Tania menghela nafas panjang.
"Aku ingin berbicara serius dengan kamu." ucap Tania. Mereka mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu bicarakan? Apa ini tentang hubungan kita? aku yakin kamu pasti memilih aku dari pada Angga." ucap Malvin.
Tania menghela nafas panjang, dia memegang tangan Malvin.
"Sebelum nya aku minta maaf kepada kamu, aku sangat minta maaf sekali karena sudah membuat kamu berharap seperti ini. Tapi aku benar-benar tidak memiliki perasaan apapun lagi sama kamu." ucap Tania.
Malvin menggeleng kan kepala nya..
"Kamu mengatakan itu karena kamu masih marah sama aku kan? Tidak mungkin kamu tidak memiliki perasaan lagi." ucap Malvin.
"Percaya atau tidak itu adalah urusan kamu." ucap Tania.
"Tania aku mohon jangan seperti ini, aku masih sangat mencintai Kamu." ucap Malvin.
"Maafin aku Malvin, tapi aku tidak memiliki perasaan apapun lagi kepada kamu, aku juga tidak lagi marah sama kamu. Aku baik kepada kamu hanya karena Eki." ucap Tania.
"Kamu lebih memilih Angga Dari pada aku kan? Karena Angga lebih kaya dan juga Tampan." ucap Malvin.
"Jaga mulut kamu Malvin! Aku mencintai Angga tulus dari hati ku. Bukan karena sesuatu." ucap Tania.
"Kenapa? Sudah berapa kali kamu tidur dengan dia? Sudah berapa uang yang dia berikan kepada kamu?" ucap Malvin.
"Plakkk!!!!" Tiba-tiba Tania menampar pipi Malvin.
Malvin terkejut, untung saja Tania langsung menutup mata Eki sebelum melakukan itu.
Malvin tiba-tiba memegang tangan Tania meminta maaf, namun Tania tidak mau dia meninggal kan Malvin memohon Maaf sambil menangis.
Tania di kejar oleh Malvin namun Tania meminta kepada supir taksi menyetir mengambil jalan yang tidak bisa di tau oleh Malvin.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan perusahaan Angga.
"Tania kamu jangan marah kepada ku, aku mohon jangan seperti ini, aku hanya emosi." ucap Malvin mengejar Tania.. Namun tiba-tiba Angga datang melindungi Tania dan Eki.
"Jangan hanya karena ini persahabatan kita hancur, kamu jangan ikut campur kembali kan Tania kepada ku." ucap Malvin.
Angga menggeleng kan kepala nya.
"Aku rela tidak memiliki sahabat Dari pada aku harus kehilangan wanita yang aku cintai." ucap Angga.
Mendengar itu Malvin semakin Kesal.
"Tania kamu memilih aku kan? Kamu harus memikirkan masa depan Eki." ucap Malvin.
Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku minta maaf Malvin..Aku tidak bisa kembali kepada kamu. Aku sudah mencintai Angga." ucap Tania.
Malvin terdiam langsung. "Aku mohon berhenti berharap kepada ku, kalau kamu mencintai aku mencintai Eki biarkan kami bahagia Tampa kamu." ucap Tania.
__ADS_1
Malvin sakit mendengar kata-kata Tania, namun sepertinya itu adalah jalan terbaik untuk mereka berdua.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, aku akan membiarkan kamu dengan Angga.. Tapi kalau kamu tidak bahagia dengan Angga, aku akan selalu menunggu kamu." ucap Malvin.
"Apa maksud kamu?" ucap Angga kesal. Namun Tania menahan nya.
"Dan buat kamu, jaga Tania, jaga Eki. Jangan pernah membuat hati nya terluka lagi seperti yang aku lakukan Dulu. Kalau itu terjadi lawan kamu adalah aku." ucap Malvin menepuk pundak Angga dan Pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
Malvin pergi Angga langsung memeluk Tania dan Eki.
"Sudah jangan takut lagi, dia sudah pergi kok." ucap Angga.
"Sebaik nya kita pulang saja yah." ucap Angga kepada Tania.. Angga menawarkan kembali ke rumah Angga, namun Tania lebih memilih kembali ke apartemen Angga.
Di sana mungkin mereka lebih nyaman, tidak banyak orang, tidak ada juga yang tau.
Sesampainya di sana Angga memesan makanan agar mereka makan dulu.
Dua hari kemudian...
Setelah kejadian itu Malvin tidak menunjukkan diri nya lagi.
kebetulan sebelum Tania berangkat bekerja orang tua Malvin datang. mereka ingin menjemput Eki menjenguk papah nya yang sakit.
Tania kaget Malvin sakit, dia juga ingin menjenguk nya. Dia merasa bersalah.
Dan benar saja Malvin sakit di rumah orang tua nya setelah kejadian pada malam itu.
Tania dan Eki masuk.
"Kenapa kamu bisa sakit seperti ini?" tanya Tania.. Malvin tersenyum melihat Tania dan Eki.
Dia berusaha untuk duduk. "Kamu tidur saja, jangan di paksain." ucap Tania.
"Aku sudah sembuh, aku sudah sembuh melihat kalian datang." ucap Malvin.
Tania menghela nafas panjang.
"Kamu ke sini bersama Angga?" tanya Malvin.. Tania menggeleng kan kepala nya.
Malvin memegang tangan Tania.
"Aku ingin meminta maaf kepada kamu, aku sangat minta maaf, sekarang aku sudah sadar. Aku mengiklas kan kamu dengan Angga." ucap Malvin.
"Terimakasih.." ucap Tania.
"Terimakasih bro," ternyata Angga juga datang ke sana, Tania dan Malvin kaget.
"Sebelum kamu kembali ke luar negeri, aku ingin kamu datang ke acara pernikahan kami." ucap Angga.
__ADS_1