Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 18


__ADS_3

"Lebih baik Tuan urus diri sendiri dari pada harus memprotes anak saya." ucap Tania. "Kau sungguh wanita yang tidak mempunyai sopan santun kepada saya." ucap Angga.


"Kau sudah memukul saya dengan kayu, dan juga sudah mengabaikan Jas saya. Dan sekarang kau berbicara tidak sopan, saya akan melaporkan kau kepada bosmu!" ancam Angga.


Tania Menghela nafas panjang. Dia menatap Angga dengan tatapan malas.


"Sekarang obati luka saya!" ucap Angga. "Saya harus melanjutkan jahitan saya Tuan." jawab Tania.


"Tuan Angga.." ucap Nada yang baru saja datang.


Mereka berdua menoleh ke arah Nada.


"Kenapa saya tidak tau Tuan datang ke sini?" ucap Nada. "Seperti nya Anda sedang sibuk sehingga tidak kelihatan saya lewat." ucap Angga.


"Kaki Tuan Kenapa kelihatan nya berdarah?" tanya Nada melihat celana di bagian kaki kanan Angga basah.


"Ini semua karena penjahit anda yang mengira saya pencuri." ucap Angga.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya kaget melihat seseorang memasuk kan kaki nya tiba-tiba dari jendela belakang." ucap Tania.


"Ya ampun Tania, kamu kenapa selalu membuat Tuan Angga dalam masalah sih? Kamu mempunyai dendam apa?" ucap Nada. Tania terdiam dengan respon Nada.


"Aku sudah bilang aku tidak bermaksud, Tuan Angga sendiri yang salah. aku juga tidak tau kalau itu adalah Tuan Angga." ucap Tania.


"lebih baik kamu memecat penjahit seperti ini! Tidak mempunyai tanggung jawab, tidak sopan dan tidak menghargai saya!" ucap Angga.


Nada menoleh ke arah Tania. Tania berusaha untuk membela diri namun Nada kelihatan nya sudah kesal pada Tania.


"Kamu lebih baik mempertanggung jawabkan perbuatan kamu." ucap Nada. "Ma-maksud kamu apa?" tanya Tania.


Nada menoleh ke arah Angga. "Saya mau dia merawat saya sampai bisa jalan kembali dengan benar, dan juga jas saya harus di jahit di rumah saya!" ucap Angga.


Nada mendengar itu terkejut, Apa lagi Tania.


"Kenapa diam? Apa anda tidak mau, atau anda ingin saya mengumumkan kekerasan ini?" ucap Angga.


"Bukan Tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu, hanya saja alat-alat menjahit Jas bukan lah barang yang bisa di pindahkan dan juga mesin jahit nya cukup mahal." ucap Nada.

__ADS_1


"Saya akan menyediakan nya, karena bukan hanya satu ini saja yang akan di jahit oleh nya, melainkan Masih sangat banyak. Tentu nya Butik anda ini mendapat kan banyak keuntungan." ucap Angga.


Nada sangat tertarik dengan ucapan Angga. Dia menoleh ke arah Tania. Namun tiba-tiba Tania menarik tangan Nada keluar dari ruangan itu. "Tidak mungkin Nada, aku tidak mau sama sekali." ucap Tania.


"Kamu harus pergi Tania, kamu juga harus menuruti keinginan tuan Angga. Kalau tidak butik ini terkena masalah." ucap Nada pada Tania.


"Aku mohon..Lagian kamu sendiri yang salah kenapa harus melukai Tuan Angga." ucap Nada.


"Aku sudah bilang tidak sengaja." ucap Tania.


"Percuma semua nya Tania, semua nya sudah terlanjur, ini juga demi keuntungan kamu sendiri. Kamu bekerja dengan Tuan Angga mendapatkan uang yang banyak, kamu juga harus membayar hutang." ucap Nada..


"Aku mohon.. lakukan juga ini demi aku, aku tidak ingin Tuan Angga menganggap aku tidak bertanggung jawab dan tidak tegas memilih orang yang bekerja dengan ku." ucap Nada.


Tania sangat tau kalau teman nya itu menyukai Tuan Angga.


"Aku mohon..." Nada tidak berhenti memohon.


"Baiklah aku mau. Tapi hanya sampai Tuan Angga sembuh, setelah itu aku akan kembali ke Sini." ucap Tania.


"Terimakasih Tania." ucap Nada langsung memeluk Tania. Di dalam ruangan Eki terbangun karena Susu nya sudah habis, dia menangis.


Angga merasa sangat risih sekali mendengar nya. Dia mau mendekati Box itu dan di saat mau berdiri dia kehilangan keseimbangan nya sehingga hampir jatuh.


Namun langsung di tahan oleh Tania.


"Tuan mau kemana?" tanya Tania.


"Aaaarhh!!" dia merasa sakit sekali. Tiara langsung membantu nya duduk. "Anak itu menangis!" ucap Angga. Tania mendiamkan Eki dulu menggendong nya keluar.


Tania melihat Angga seperti nya benar-benar kesakitan.


"Apa yang kau lakukan? Jauhkan Anak itu dari saya!" ucap Angga terkejut karena Tania meletakkan Eki di Samping Angga.


"Di sini hanya ada satu sofa. Saya akan mengobati luka tuan." jawab Tania. Angga langsung diam.


Tania mengambil gunting untuk memotong celana Angga. Ternyata luka Angga cukup parah juga. Tania sangat merasa bersalah sekali.

__ADS_1


"Aarrggghhhh!!! Angga berteriak ketika Tania membersihkan luka nya. Eki tertawa melihat wajah kesakitan Angga.


"Kenapa kau menertawakan saya?" ucap Angga.


"Huff sungguh galak, dengan anak kecil saja berbicara sangat kasar." ucap Tania menekan luka Angga cukup kuat.


Angga tidak bisa berkata-kata sehingga Air mata nya keluar. Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Papah... Papah.." Eki tiba-tiba berdiri menarik kemeja Angga.


Angga yang tadi nya mengistirahatkan tubuh nya yang sudah merasakan sakit begitu hebat nya membuka mata nya menoleh ke arah wajah Eki yang sudah sangat dekat dengan nya namun dia sangat terkejut sehingga dia menghindar.


Tiba-tiba Eki jatuh untuk saja kaki nya dengan cepat menahan badan Eki agar tidak terbentur ke lantai.


Tania sangat kaget.


"Eki!! Ya Allah nak." ucap Tania terlihat sangat khawatir, dia menenangkan Eki yang menangis tidak berhenti.


Angga yang menahan dengan kaki nya yang sakit tidak bisa berkata apa-apa, dia menahan rasa sakit.


"Tuan kenapa sih sangat tega kepada anak kecil?" ucap Tania. Angga menatap Tania.


"Dia berdiri di depan saya, saya hanya kaget dan tidak sengaja dia jatuh." ucap Angga.


"Setiap kali tuan ke sini ada saja masalah. Lebih baik Tuan tidak perlu ke sini, saya seharusnya menolak membuat kan Jas untuk Tuan!" ucap Tania.


Dia sangat marah. Dia sangat takut anak nya kenapa-kenapa.


Angga melihat wajah Eki yang sudah merah karena menangis membuat nya mengingat kejadian tadi.


Dia memukul tangan nya sendiri. "Saya seharusnya tidak mendorong dia." batin Angga.


Tidak beberapa lama Eki diam, dia tidur karena sangat lelah menangis. "Lebih baik Tuan sekarang keluar dari sini!" ucap Tania.


"Kau tidak bisa mengusir saya begitu saja! Jangan lupa kau harus ikut dengan saya mengurus saya dan juga menjahit di rumah saya!" ucap Angga.


"Saya pikir itu hal yang tidak mungkin, saya tidak bisa meninggal kan anak saya. Sementara Tuan tidak bisa melihat anak kecil," ucap Tania.


"Kamu bisa membawa anak kamu, di rumah saya akan ada pengasuh yang membantu kamu." ucap Angga.

__ADS_1


__ADS_2