Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 179


__ADS_3

Malvin berusaha untuk menenangkan Orang tua nya dan berjanji akan pulang ke rumah agar mereka pulang terlebih dahulu. Kalau mereka sudah pulang suasana pasti akan semakin tenang.


Akhirnya mereka pulang, Tania dan Mona serta Bibik sisi Lega.


Angga dan semua anggota nya juga pulang. Angga berpapasan dengan Malvin.


Tidak mengatakan apapun hanya saling menatap, Angga berlalu dan pergi begitu saja.


Malvin menatap Tania. "Eki... Ini Papah nak." ucap Malvin kepada Eki. Namun Eki tidak menghiraukan nya dia memeluk Tania cukup erat.


"Jangan menyentuh Eki!" ucap Tania.


"Tania Eki juga anak ku, kamu tidak boleh melarang aku bertemu dengan Eki atau memeluk nya." ucap Malvin.


"Kalau Kamu menganggap Eki adalah anak kamu mana tanggung jawab kamu?" ucap Tania.


"Aku mempunyai alasan untuk itu semua." ucap Malvin.


"Alasan apa? Aku tidak butuh alasan atau apa pun itu.. Yang aku ingin kan adalah kamu Atau pun Keluarga kamu berhenti mengganggu kehidupan Ku bersama Eki." ucap Tania.


"Aku baru saja bisa kembali ke Indonesia demi menemui kamu dan juga Eki.. Tapi kenapa kamu meminta ku untuk pergi?" ucap Malvin.


"Kamu masih bertanya kenapa? Apa kamu tidak tau Alasan nya? Apa perlu aku perjelas?" ucap Tania.


"Tania aku minta maaf sudah meninggal kan kamu dalam keadaan Hamil. Aku sama sekali tidak tau. Aku tau kamu hamil dari orang tua ku beberapa tahun yang lalu." ucap Malvin.


"Kamu sudah tau aku hamil, kenapa kamu tidak datang? Kamu tidak hanya meninggal kan aku mengandung. Tapi kamu meninggalkan aku setelah orang tua ku meninggal dan aku bangkrut. Tidak hanya itu di saat itu aku harus operasi mata karena mata ku rusak. Penderitaan itu aku tanggung sendiri an." ucap Tania.


"Kamu di mana? Kamu janji akan terus bersama ku, mana janji kamu itu? Mana!" ucap Tania mulai emosi.


Bibik Sisi mencoba menenangkan Tania. "Tania jangan berbicara dengan keadaan emosi. tenang pikiran kamu terlebih dahulu." ucap Bibik Sisi.


"Orang seperti kamu tidak perlu hadir di hidup ku lagi, aku sudah capek, aku tidak mau menderita lagi. Lebih baik Eki tidak perlu tau Siapa papah kandung nya." ucap Tania.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu Tania? Aku masih mencintai kamu, aku kembali kepada kalian." ucap Malvin.


"Aku tidak mau mendengar kata-kata kamu itu lagi, pergi dan jangan pernah muncul lagi di depan ku." ucap Tania.


"Jangan mengusir ku pergi Tania. Ayo kita bicarakan ini baik-baik, kita belum bercerai. Aku janji akan berubah menjadi lebih baik dan akan selalu ada untuk kamu dan Eki." ucap Malvin.

__ADS_1


Tania menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak akan pernah kembali kepada pria seperti kamu. Pria yang membuat hidup ku hancur." ucap Tania mendorong Malvin.


Malvin terjatuh ke lantai karena Tania mendorong nya sekuat tenaga.


"Pergi dari sini! Pergi!!" ucap Tania.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini Malvin.. Tania tidak ingin melihat kamu." ucap Bibik Sisi.


"Aku akan kembali ke sini lagi." ucap Malvin dan akhirnya dia pergi dari sana.


Tania tiba-tiba menangis di pelukan Bibik Sisi.


Malvin kembali ke rumah nya.


"Malvin..." Orang tua nya lagi-lagi memeluk Malvin.


"Mah, Pah aku ingin berbicara dengan kalian." ucap Malvin dengan sangat serius.


"Kenapa nak? Apa kamu tidak merindukan kami berdua? Kami sangat merindukan kamu." ucap Orang tua nya.


"Aku sangat merindukan kalian.. Tapi aku ingin bertanya kenapa kalian sangat jahat kepada Tania?" tanya Malvin.


"Mamah sama papah ingin mengambil Eki dari Tania, Mamah ingin Eki hidup bahagia di sini." ucap Mamah nya. Malvin menghela nafas panjang.


"Mamah sama Papah hanya ingin kamu pulang. Mamah sangat bahagia akhirnya kamu pulang. Kalau Mamah tidak melakukan itu mana mungkin kamu mau pulang." ucap Mamah nya.


"Tidak seperti ini juga Pah. Mah." ucap Malvin.


"Sekarang aku minta kalian untuk membatalkan keputusan persidangan kemarin." ucap Malvin.


"Baiklah Mamah dengan papah Akan membatalkan nya, asal kan kamu tinggal di sini lagi bersama Mamah sama papah." ucap Orang tua nya.


"Soal dulu Mamah sama papah minta maaf kepada kamu." ucap Mamah nya. Malvin menghela nafas panjang.


"Aku tidak ingin membahas itu lagi mah." ucap Malvin.


"Maafin Mamah."


Angga sampai di rumah nya langsung ke kamar nya. Dengan wajah yang begitu takut, sedih dan bingung.

__ADS_1


"Kenapa aku baru tau kalau Ternyata Malvin adalah mantan Suami Tania." batin Angga. Dia sama sekali tidak kefikiran.


Dia sudah tau jelas kalau Malvin adalah seorang Duda, dan juga tinggal satu kota dulu dengan nya.


Angga juga pernah mendengar curhatan Malvin kalau dia sangat merindukan mantan istri nya yang di kabarkan hamil.. Namun dia tidak ingin pulang karena orang tua nya dan juga Pekerjaan nya yang harus di kerjakan setiap hari.


Angga bersandar ke sofa. "Apa Malvin kembali untuk berbaikan dengan Tania?" ucap Angga dalam hati.


"Assalamualaikum.." Papah nya tiba-tiba masuk ke dalam.


"Walaikumsalam." langsung di jawab oleh Angga.. papah nya tersenyum.


"Papah dari mana? Kenapa tidak mengabari kalau mau ke sini?" tanya Angga.


"Maafin papah gak kasih kabar dulu mau ke sini, papah pikir ada Tania dan Eki di sini. Kami sudah sangat merindukan dia." ucap Papah nya.


"Aku sangat sibuk bekerja itu sebabnya aku tidak bisa jemput mereka ke sini. Tania juga seperti nya Sibuk bekerja." ucap Angga.


"Oohhh begitu yah." ucap Papah nya.. Angga Menganguk.


"Kok kelihatan nya kamu sedih? ada apa?" tanya papah nya.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa kok Pah." ucap Angga.


"Oohhh, bagus deh kalau tidak ada apa-apa." ucap Papah nya.. Mereka turun ke bawah untuk makan malam sama-sama.


Namun Angga kebanyakan diam sehingga Fani dan Dara ikut bingung.


"seperti nya Tuan Angga kefikiran tentang kedatangan mantan suami Tania." ucap Dara kepada Fani setelah selesai makan dan Fani datang ke kamar Dara.


"Iyah benar banget. Di tambah lagi ternyata mantan nya adalah teman Tuan Angga sendiri." ucap Fani.


Dara dan Fani sama-sama menghela nafas panjang.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana cara nya agar bisa membuat Tuan Angga tidak murung?" tanya Fani.


Dara menggeleng kan kepala nya. "Sekarang aku kehabisan ide, aku tidak tau harus melakukan apa lagi." ucap Dara.


Fani Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sejujurnya aku juga bingung." ucap Fani.


"Sudah sangat banyak masalah yang terjadi, ujian untuk hubungan mereka, namun tetap saja ada lagi yang baru." ucap Dara. mereka berdua jadi ikut sedih.


__ADS_2