
"Bibik saran aja sama kamu agar menjalani hubungan seperti ini saja terlebih dahulu. Setelah kamu di kenal keluarga nya, kamu tau keluarga Tuan Angga baru kamu bis memutuskan bagaimana kedepannya m" ucap Bibik sisi.
"Baiklah bik, aku paham. Terimakasih Bibik sudah memberikan saran." ucap Tania. Dia keluar dari kamar dengan wajah yang terlihat sangat Sedih.
"Ternyata tidak semudah itu." ucap nya
Sementara di tempat lain Angga sudah menyakinkan keluarga nya. Keluarga nya senang Angga akan menikah, tapi mereka hanya meminta agar Angga memperkenalkan Tania lebih jauh kepada mereka semua.
Angga sangat senang karena keluarga nya banyak yang setuju terutama orang tua nya.
Dia berjanji Akan membawa Tania main-main ke rumah keluarga nya.
"Syukur lah kalau Angga sudah mau menikah di usia nya yang tidak muda lagi." ucap Mamah Angga kepada suami nya. Mereka baru saja pulang makan malam bersama.
"Tapi apa kamu yakin Angga akan serius dengan Tania? Menikahi Janda anak satu tidak seperti menikahi anak gadis." ucap papah Angga.
"Aku tau apa yang kamu khawatir Pah, tapi kita harus memberikan kepercayaan kepada mereka." ucap Mamah nya Angga.
"Kamu benar juga mah." ucap papah nya. Setelah beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah.
Angga belum sampai di rumah menelpon Tania. "Halo..." ucap Tania.
"Halo kamu lagi di mana?" tanya Angga. "Aku lagi di rumah , nih lagi menemani Eki tidur." ucap Tania.
"Besok pulang kerja kamu ikut dengan saya yah." ucap Angga.
"Ikut kamu? Mau kemana?" tanya Tania. "Ke rumah keluarga saya, kamu mau yah." ucap Angga.
"Aku gak mau. Aku sudah bilang kalau aku malu." ucap Tania.
Angga menghela nafas panjang.
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir. Mereka yang meminta kamu untuk datang." ucap Angga.
Tania tidak ingin berdebat malam-malam akhirnya dia menginyakan saja.
"Baiklah aku akan ikut kalau aku tidak sibuk." ucap Tania.
"Nah gitu dong." ucap Angga.
"Kamu lagi di mana?" tanya Tania. "Saya baru saja sampai di rumah." ucap Angga.
"Sebaiknya kamu tidur saja kalau begitu." ucap Tania.
__ADS_1
"Saya masih merindukan kamu." ucap Angga. "Huff kamu tidak akan berhenti merindu kan ku." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat saja kalau begitu. Sampai bertemu besok saja." ucap Angga.
"Maksud nya?" ucap Tania namun tiba-tiba panggilan langsung mati.
"Huff bagaimana bisa dia mematikan telpon nya sebelum aku selesai berbicara?" ucap Tania dengan kesal.
Eki merengek karena mendengar Tania berbicara.
"Ah sudahlah tidak ada gunanya aku kesal sendiri, sebaiknya aku tidur saja." ucap Tania.
Keesokan harinya nya tepat di pagi hari...
"Mbak Tania!" panggil Mona.
"Iyah kenapa? Kok kamu belum berangkat ke sekolah?" tanya Tania.
"Ini sudah mau berangkat mbak, Tapi di depan ada kak Angga." ucap Mona.
"Angga? Bagaimana bisa dia di sini sepagi ini?" tanya Tania kaget seperti tidak percaya.
"Ayo keluar saja mbak kalau mbak tidak percaya." ucap Mona.. Tania keluar dan benar saja Angga sudah ada di depan rumah.
"Tapi ini masih sangat pagi sekali." ucap Tania.
"Kenapa? Apa saya tidak boleh datang pagi-pagi? Saya juga merindukan kamu." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
Mona yang mendengar itu senyum-senyum.
"Kalau begitu aku berangkat ke sekolah dulu ya mbak, Kak." ucap Mona menyalim tangan mereka berdua.
ambil ini untuk uang jajan kamu." ucap Angga memberikan dua lembar uang warna merah kepada Mona.
"Ini kebanyakan kak." ucap Mona. "Sudah ambil saja." ucap Angga. "Terimakasih banyak yah Mbak." ucap Mona. Sangat senang dia pun berangkat ke sekolah.
"Kamu tidak perlu melakukan hal seperti itu, aku jadi gak enak." ucap Tania.
"Kamu tidak perlu memikirkan soal itu, kamu selalu mengambil pusing apa yang kamu lihat!" ucap Angga.
Eki keluar dari kamar menangis dan Angga langsung mengambil dan menggendong nya.
"Bik.." sapa Angga kepada Bibik Sisi, namun Bibik Sisi hanya tersenyum tipis saja tidak seramah sebelum nya sampai membuat Angga kebingungan.
__ADS_1
"Ada apa dengan Bibik sisi?" tanya Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Sebaik nya kamu tunggu sebentar yah, aku akan siap-siap Dulu." ucap Tania.
Tania membawa Eki ke Butik tempat nya bekerja.
"Kamu tidak pamitan dulu kepada Bibik Sisi?" tanya Angga.
"Sudah kok." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Baiklah kalau begitu kita berangkat yah." ucap Angga. Tania menganguk.
"Bibik Sisi tidak setuju kalau kita menikah." ucap Tania saat di tengah-tengah perjalanan.. Seketika suasana langsung sunyi.
Angga terdiam. "Apa kamu mendengar ku? Bibik Sisi setuju kalau kita berteman seperti ini saja karena Bibik Sisi takut aku tidak di terima di keluarga kamu." ucap Tania.
"Wajar saja Bibik Sisi seperti itu, karena dia tidak ingin kejadian yang seperti sebelumnya kepada kamu.. Tapi saya akan membuat Bibik Sisi yakin kepada saya." ucap Angga.
"Menyakinkan Bibik tidak semudah itu, walaupun dia tidak keluarga kandung ku, tapi dia sudah seperti pengganti orang tua, keluarga ku juga." ucap Tania.
"Kamu percaya sama aku, kalau Bibik sisi akan merestui kita, kamu jangan ragu atau pun memikirkan hal yang tidak-tidak yah." ucap Angga.
Tania menganguk. "Aku percaya kok sama kamu, kita sama-sama menyakinkan Bibik kalau kita benar-benar saling mencintai." ucap Tania.
Angga tersenyum. "Kamu pasti belum sarapan. Kita sarapan dulu yah." ucap Angga.
Tania menganguk. Tidak beberapa lama mereka sampai di tempat sarapan yang begitu ramai.
"Lihat deh itu teman-teman.. Itu tuan Angga sama selingkuhan nya itu kan?" ucap wanita-wanita yang tidak jauh dari Angga dan Tania.
"Aku tidak habis pikir kenapa Tuan Angga memilih janda anak satu yang tidak jelas seperti itu. Dan sangat tega mempenjarakan kekasih nya sendiri."
Tania menghela nafas panjang mendengar itu. Bukan sekali dua kali dia mendengar seperti itu, tapi dia tetap merasa malu dan Kesal kalau mendengar itu.
"Kalian berbicara soal apa? Kalau ada yang mau di sampaikan langsung saja." ucap Angga kepada kumpulan wanita itu.
"Tuan Angga Tampan sekali, kami ingin berfoto dengan Tuan Angga." ucap wanita-wanita itu.
"Lain kali kalau saya mendengar kalian berbicara seperti itu saya akan melaporkan kalian!" ucap Angga.
Mereka semua langsung terdiam.
"Kalian tidak tau bagaimana jalan cerita nya, jadi jangan sok tau!" ucap Angga dengan sangat kesal.
__ADS_1
"Maafkan kami Tuan, kami tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi." ucap Perempuan itu.