Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 135


__ADS_3

"Kenapa sih? Aku tidak suka melihat wanita yang sedih." ucap Aris menghapus air mata Nada.


"Aku baru saja membantu menenangkan Tania sekarang giliran kamu yang sedih, ada apa?" tanya Aris.


"Aku tidak boleh cengeng, aku harus mengiklas kan Arisa bersama Tania karena Tania pasti sangat membutuhkan sosok Aris di samping nya." Batin Nada.


"Aku hanya sedih karena mengingat tentang Tania kok, kamu jangan mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja." ucap Nada.


Aris Menatap wajah Nada. "Kamu berbohong." ucap Aris. "Kenapa aku berbohong?" ucap Nada.


"Kamu pasti memikirkan hal yang lain, apa kamu patah hati? Siapa yang berani membuat kamu patah hati? beri tahu kepada ku." ucap Aris. Nada menggeleng kan kepala nya.


Tania yang melihat Aris mencoba membujuk Nada hanya bisa cemas.


"Aku paham kok kalau Nada sebenarnya cemburu kepada ku karena dekat dengan Aris. Hanya saja dia terlalu gengsi untuk jujur." batin Tania.


"Ah sudahlah lebih baik aku tidak ikut campur." ucap Tania.


Di Salon Angga mengantuk menunggu Livy.


"Sayang bagaimana penampilan ku?" tanya Livy berdiri di depan Angga dan ternyata Angga ketiduran.


"Iihhh Sayang...." Livy kesal. "Seperti Tuan Angga kelelahan non." ucap supir. Livy memasang wajah Kesal.


"Huff..." Dia gantian menunggu Angga sampai bangun karena tidak tega untuk membangun kan nya.


Tidak beberapa lama dia juga ikut ketiduran di kursi.


Tiba-tiba dia terbangun melihat ruangan itu sudah sepi tidak ada siapapun di sana hanya ada beberapa penjaga Salon.


"Mbak Calon saya kemana?" tanya Livy. "Sudah pulang mbak." ucap karyawan itu.


Livy merasa sangat kesal sekali akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari sana. Di dalam taksi dia mencoba menelpon Angga Terus menerus namun tidak di jawab.


"Angga kamu keterlaluan sekali kalau seperti ini." ucap Livy.


Dia kembali ke rumah. "Dara!!!" panggil Livy.


"Mbak Dara hari ini tidak di rumah Non." jawab pelayan.


"Kemana dia?" tanya Livy.


"Kami juga tidak tau Non." ucap Pelayan. Livy semakin merasa kesal.


"Sangat menyebalkan sekali!" ucap Livy.


"Apa Angga sudah pulang?" ucap Livy. Pelayan menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


Livy menelpon orang tua Angga.


"Halo ada apa nak Livy?" tanya mamah nya Angga. "Loh kok Tante yang jawab telpon om?" ucap Livy.


"Mungkin om Lupa membawa handphone nya, ada apa yah nak?"


"Enggak kok Tante, tadi mau ngomong langsung sama om." ucap Livy. "Oohh baiklah." panggilan langsung di matikan oleh Livy.


"Seperti nya dia sengaja menghindari aku " ucap Livy.


"Aku tidak bisa tinggal diam." ucap Livy, dia keluar dari sana pergi lagi.


"Kira-kira Non Livy mau kemana yah?" ucap pelayan. "Tidak tau Bu, tapi kenapa aku berfirasat buruk yah?" ucap pelayan.


"Tuan! Tuan.." Panggil Fani masuk ke ruangan Angga yang tengah fokus bekerja dengan Rendi.


"Ada apa? Kenapa kamu masuk sembarangan tidak mengetuk pintu?" ucap Angga.


"Ini kabar yang sangat penting tuan, ini Tuan harus melihat nya." ucap Fani.


Angga dan Rendi melihat nya.


Angga melihat berita meninggalnya Almarhum Tunangan dan mamah nya naik lagi.


"Ini pasti ulah Livy." ucap Angga.


"Kamu jangan membuat saya takut, saya akan menemukan solusi nya." ucap Angga.


"Tapi ini Tuan sudah mengarah ke keluarga ini." ucap Fani. "Saya merasa tidak melakukan itu, saya tidak berniat seperti itu, saya bahkan tidak mengingat kalau saya melakukan itu karena saya percaya ingatan saya kembali semua." ucap Angga.


Fani dan juga Rendi kelihatan sangat panik. Livy tertawa melihat berita itu.


"Semoga saja orang tua nya melihat." ucap Livy dan benar saja sudah di lihat oleh Papahnya Angga.


"Livy....." Dia merasa sangat emosi sekali melihat berita itu.


"Ini sudah sangat keterlaluan, bagaimana bisa dia tega melakukan ini?" ucap Papah Angga.


Dia menemui Livy di sebuah Cafe.


"Apa maksud kamu dengan ini semua?" ucap papah nya Angga menunjukkan berita itu.


"Angga menganggap aku main-main, aku tidak akan pernah main-main dengan kata-kata ku." ucap Livy.


"Angga tidak seperti yang kamu pikirkan, dia pasti akan menikah dengan kamu, dia memiliki banyak urusan. Kasih dia waktu." ucap papah Angga.


Livy Menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Om dengan Tante jangan hanya memikirkan nama baik keluarga om dengan Tante, keluarga saya bagaimana? Mereka pasti akan sangat malu anak nya tidak jadi menikah." ucap Livy.


Cukup banyak perdebatan di antara mereka. Orang tua Angga seakan sangat menyesal sekali sudah merestui hubungan mereka dan pernah memaksa untuk menikah.


Sekarang orang tua Angga sudah paham masalah ada di mana.


"Dapat..." Ucap Angga bersorak karena sudah menemukan jejak kejadian kecelakaan mobil berkat berita yang baru saja tersebar.


Dia menelusuri sedikit demi sedikit mulai kelihatan. Namun Yang membingungkan dari rumah mobil baik-baik saja.


"Satu-satunya kita harus mendapatkan CCTV samping Rumah Tuan. Hanya itu bukti nya." ucap Rendi.


"Kamu benar sekali, kamu harus mencari orang menjaga CCTV sebelum nya." ucap Angga.


"Baik tuan." ucap Rendi.


"Aku akan membuktikan kalau bukan aku pembunuh nya. Bukan aku yang melakukan itu." ucap Angga.


Dia semakin fokus dan teliti mencari tau.


Sedikit demi sedikit yang sebelumnya dia tidak tau akhirnya terbongkar.


Tanpa menunggu lama dia meminta bantuan kepada polisi. Dan Ternyata polisi menolak kasus itu.


Angga kembali ke rumah nya dengan wajah yang sangat kecewa.


"Apa kamu sudah menemui orang nya?" tanya Angga kepada Rendi.


"Saya akan menemui beliau di kota nya besok tuan." jawab Rendi.


"Bagus lah kalau begitu." ucap Angga.


"Lalu bagaimana di kantor polisi tuan?" tanya Rendi.


"Mereka menolak nya." ucap Angga. "Saya akan membicarakan ini kepada mereka, tuan, tidak perlu khawatir, sebaiknya tuan istirahat." ucap Rendi.


"Baiklah Rendi. terimakasih banyak, saya sudah sangat lelah." ucap Angga masuk ke kamar nya. Livy tiba-tiba datang mau masuk ke kamar Angga namun di tahan oleh Rendi.


"Non Livy tidak bisa masuk ke dalam karena tuan Angga sedang istirahat " ucap Rendi.


"Kamu jangan mencoba menghalangi saya!" ucap Livy.


"Maaf non sebaiknya non pergi istirahat juga." ucap Rendi.


"Kamu siapa? Kamu tidak berhak mengatur saya dan melarang saya." ucap Livy mendorong Rendi dari depan pintu mau masuk namun di tutup membuka handle pintu namun di kunci dari dalam.


"Kenapa di kunci sih? Nyebelin banget." ucap Livy. Rendi membiarkan Livy kesal sendiri dia pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2