Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 48


__ADS_3

Angga Menghela nafas panjang. Eki langsung duduk tenang sambil menahan air mata nya.


"Anak sekecil ini sudah merajuk? perkembangan jaman sekarang sangat berbeda!" ucap Angga.


Dia fokus kembali bekerja, setelah beberapa lama di menoleh ke arah Eki. Dia mengantuk namun tidak bisa tidur karena belum minum susu.


Pengasuh datang membawa susu. Baru saja selesai menghabiskan Susu nya dia langsung tertidur di dekat pinggang Angga.


Angga yang melihat itu tersenyum. Tangan nya mengelus kepala Eki dan kembali fokus bekerja.


Di dalam ruangan Spa.


"Mbak masih lama lagi yah? Anak saya belum makan siang bahkan belum tidur siang, Tuan Angga Akan sangat marah." ucap Tania.


"Sabar yah mbak."


Tidak terasa Sudah Sore Tania baru saja selesai.


Dia duduk sendiri sambil melihat dirinya di cermin.


"Badan ku enak sekali setelah di urut, dan lembut juga." ucap Tania. Setelah itu dia pun keluar karena sudah jam Tiga sore.


"Mbak Dara, apa mbak melihat Eki?" tanya Tania. "Ada di kamar Tuan Angga." jawab Dara. Tania langsung ke kamar Angga.


"Mati lah aku, Tuan Angga mengasuh Eki sepanjang hari." batin Tania.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Tania mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Masuk!"


Tania membuka pintu dengan wajah yang pasrah akan di marahin.


"Tuan saya minta maaf, mbak Dara meminta saya keruangan SPA dan sangat lama di Sana." ucap Tania langsung menunduk kan kepala nya.


Angga menatap Tania. Karena Angga tidak mengatakan apapun Tania berani mengangkat kepalanya.


"Ini sudah jam tiga kau harus segera siap-siap ke pesta!" ucap Angga. "Ta-tapi tuan."


"Tidak ada tapi-tapian! Saya tidak ingin menunggu lebih lama!" ucap Angga.


Tania melihat Eki yang Tidur di samping Angga.


"Saya akan memindahkan Eki Tuan. Maaf kan saya sudah merepotkan tuan." ucap Tania.

__ADS_1


"Tidak perlu! Saya tidak ingin dia bangun, biarkan saja di sini." ucap Angga.


"Sampai kapan kau akan berdiri di sana? Segera lah siap-siap!" ucap Angga. Tania menganguk.


Tania permisi dan keluar dari kamar Angga.


"Tidak sia-sia saya mengasuh dia sangat Wangi sekali." ucap Angga.


"Tania ayo buruan." Dara menarik tangan Tania masuk ke dalam kamar nya.


"ada apa mbak?" tanya Tania.


"Saya akan membuat kamu seperti bidadari malam ini." ucap Dara meminta Tania duduk di kursi depan cermin.


"Apa mbak yang akan merias wajah ku? Tapi aku bisa sendiri." ucap Tania. "Saya sudah mendapatkan beberapa penghargaan kamu masih meragukan ku?" ucap Dara.


Tania pasrah. "Tapi Mbak saya tidak memiliki baju yang khusus ke pesta." ucap Tania.


"Apa? Kamu adalah seorang penjahit masa iya kamu tidak punya?" ucap Dara. Tania diam.


"Kamu tidak perlu khawatir, walaupun Tuan Angga terlihat sangat dingin seperti itu, dia tetap tau apa yang kamu butuhkan." ucap Dara sambil memberikan paper bag pada Tania.


Tania membuka nya ternyata ada dress yang begitu Bagus dan sangat cantik di dalam nya.


"Bukan! Kamu hanya meminjam nya saja untuk acara ini. Pakaian ini adalah milik almarhum tunangan Tuan Angga.


"Apa?" Tania kaget.


"Kamu tidak perlu khawatir dress ini belum pernah di pakai oleh nya, ini jahitan Ibu nya Tuan Angga yang terakhir kali untuk acara resepsi pernikahan mereka namun sudah keburu pergi dan dress ini adalah bagian yang belum jadi." ucap Dara.


"Semua nya hampir sempurna mbak, di bagian mana?" tanya Tania.


"Ibu selalu membuat Pakaian yang ada makna nya agar yang memakai nyaman dan baju itu membawa keberuntungan." ucap Dara.


Tania paham apa yang di maksud oleh Dara, apalagi pakaian itu untuk Menantu nya pasti di Buat dari hati yang paling dalam.


"Kalau boleh tau apa yang kurang di sini?" tanya Tania. "Mungkin inisial atau corak yang menandakan itu adalah Tuan Angga dan juga Non Violet." ucap Dara.


Dara sambil merias wajah Tania bercerita sehingga tidak terasa makeup hampir jadi.


Setelah make up jadi, Dara memperbaiki rambut Tania yang panjang dan juga sangat lebat.


Rambut nya di gelombang agar wajah tirus Tania terlihat imut.

__ADS_1


Setelah selesai di bagian kepala Dara membantu Tania memakai dress itu. Bagian Dada yang terbuka tidak mengunakan lengan membuat Tania sedikit malu.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan yah mbak? Bagaimana kalau Tuan Angga melihat baju ini terlalu terbuka dan dia marah?" ucap Tania.


"Kamu sangat cantik dengan Dress ini. Bahkan Tampa sepatu kamu sudah seperti bidadari." ucap Dara. Di tidak berhenti memandangi wajah dan semua tubuh Tania.


"Ini adalah penampilan favorit Non violet, Tuan Angga pasti akan sangat suka melihat ini." ucap Dara.Tania terdiam karena Dara seperti nya sengaja membuat dia mirip dengan Violet..


Dara memberikan high heels warna hitam dan benar sangat cantik terpasang di kaki indah Tania.


"Benar-benar sangat cantik sekali." ucap Dara. Tania tersenyum walaupun sebenarnya dia tidak nyaman dan tidak suka.


Ini Bukan lah penampilan dia, ini bukan dia.


Di kamar Angga sudah Rapi dengan jas yang pertama di jahit oleh Tiara untuk nya.


Saat sudah rapi Eki malah bangun.


"Papah..." Dia bergeliat. Angga Menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu harus bangun?" batin Angga.


"Biar saya saja yang mengasuh nya Tuan. Tania sudah menunggu di bawah dan juga mobil sudah siap." ucap pengasuh.


Angga mengangguk. "Saya tidak akan pergi lama, kamu tunggu di sini." ucap Angga mengelus kepala Eki dan keluar.


Dia melihat Tania yang duduk di sofa. Tania yang melihat Angga langsung berdiri. "Tuan di mana Eki? apa dia Rewel?" tanya Tania. Namun Angga tertegun melihat wanita yang sangat tidak asing di depan mata nya.


"Violet.." ucap Angga. Tania terdiam. Angga mendekati Tania. mata Angga berkaca-kaca menatap wajah dan melihat penampilan Tania.


Tania sebenarnya tidak terima namun melihat Angga sedih campur bahagia melihat itu dia juga tidak tega.


"Aku sangat merindukan kamu Violet." Angga tiba-tiba memeluk Tania membuat Tania Terkejut.


Tania bisa merasakan Air mata Angga yang menetes ke pundaknya.


"Violet.. aku mohon kamu jangan pergi lagi, saya sangat merindukan kamu." ucap Angga. Semua orang yang melihat itu hanya bisa terdiam.


Dara jadi merasa bersalah karena membuat Angga sedih.


"Huff seharusnya aku tidak melakukan itu " ucap Dara.


Namun Angga tiba-tiba sadar kalau aroma badan nya berbeda. Dia sudah ingat jelas itu adalah aroma badan Tania bukan violet yang mempunyai aroma yang berbeda.

__ADS_1


"Maaf-maaf. Saya minta maaf." ucap Angga langsung melepaskan pelukannya dari Tania.


__ADS_2