Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 27


__ADS_3

"Ma-maksud Tuan Siapa?" tanya Fani.


"Wanita penjahit itu!" ucap Angga.


"Tadi Dara berpesan kepada saya kalau Tania pulang ke rumah nya tiba-tiba. Kamu tidak tau alasan nya apa Tuan." ucap Dara.


"Berani-beraninya dia membohongi saya!" ucap Angga kesal.


"Seperti nya Tania memiliki keadaan yang sangat mendesak Tuan." ucap Fani.


"Saya tidak mau tau alasan nya! Segera bawa dia ke sini!" ucap Angga dengan Suara yang sangat tinggi. "Baik Tuan." ucap Fani.


Fani segera keluar dari sana, dia meletakkan berkas-berkas itu di atas meja.


Fani menghubungi Dara menanyakan keberadaan Tania. Namun Dara juga sama sekali tidak tau.


Tadi tepat jam tiga sore Tania berfirasat buruk pada adiknya saat lagi asik menjahit. Dia meminta ijin pada Dara, sebenarnya Dara tidak mengijinkan dia namun Tania memohon Terus.


Tidak ada pilihan lain Dara mengijinkan nya. Dan sampai sekarang mereka belum tau kabar Tania bagaimana.


"Di mana yah Tania?" ucap Dara. Pengawal mendekati Dara.


"Apa ibu memanggil kami?" tanya Pengawal. "Cari Tania!" ucap Dara. "Baik Bu." Mereka pun segera meninggalkan kediaman Tuan nya itu.


Angga melihat jam sudah di angka delapan. "Dia sangat berani membohongi saya! Kita lihat saja nanti." ucap Angga.


Keesokan harinya....


"Tuan yakin mau keluar hari ini? Dokter menyarankan Tiga hari." ucap Fani. "Iyah sayang, lebih baik kamu sabar dulu." ucap Livy yang sedang menggunakan panggilan Video dengan Angga melalui laptop.


"Saya tidak betah di sini, pekerjaan saya sangat banyak. Saya sudah lebih baik. Tidak ada yang bisa melarang saya!" ucap Angga.


"Tapi Tuan, keadaan Tuan cukup parah, sekarang kami belum bisa mengijinkan untuk pulang." ucap dokter.


"Saya bisa merawat diri sendiri di rumah." ucap Angga lagi.

__ADS_1


Fani hanya bisa diam menghadapi sifat Tuan nya yang sangat keras kepala sekali.


"Sayang kamu di rawat di rumah sakit saja dulu, aku tidak mengijinkan kamu langsung bekerja. Bagaimana kalau kamu sakit nya kambuh lagi?" tanya Livy.


Angga hanya diam. Namun pintu tiba-tiba terbuka. Semua mata tertuju pada Tania yang baru saja datang sendiri dan membawa jas lengkap di tangan nya.


"Dari mana saja kau? Kau telah berani membohongi saya!" ucap Angga Membuat Tania terdiam.


"Lebih baik Dokter dan suster keluar." ucap Fani.


Fani mematikan panggilan video dan juga membawa nya keluar meninggalkan Tania.


"Maafkan saya Tuan. Adik saya kecelakaan, saya harus merawat nya juga di rumah sakit." ucap Tania. "Itu bukan urusan saya! Kau bekerja dengan saya untuk saat ini, kau harus menaati semua perintah saya!" ucap Angga.


"Saya sudah mengatakan kalau Adik saya kecelakaan Tuan! Bagaimana saya harus menjelaskan nya lagi. Saya juga tidak meminta hal ini terjadi. Ini jas yang tuan minta saya harus segera kembali ke rumah sakit tempat Adik saya di rawat." ucap Tania.


Dia meletakkan Jas di kasur, mau pergi namun tangan nya langsung di tahan oleh Angga.


"Berani-beraninya kau tidak sopan!" ucap Angga kelihatan nya sangat marah.


"Sekali lagi saya minta maaf Tuan. Jas yang Tuan minta sudah selesai. Semua nya bagus. Dan juga saya sudah memutuskan untuk kembali bekerja kembali di butik. Urusan kita sudah selesai." ucap Tania.


"Tidak semudah itu! Kau membuat kaki saya seperti ini, atau kau mau saya laporkan ke polisi?" ucap Angga.


Tania menghela nafas panjang, dia sangat bingung menghadap Angga seperti apa, sementara dia sangat mengkhawatirkan anaknya yang di tinggal bersama Bibik angkat nya yang sedang menemani Mona koma di rumah sakit.


Tania melepaskan tangan Angga karena sangat sakit.


"Saya tidak perduli Tuan. Untuk saat ini Adik saya sangat membutuhkan saya." ucap Tania.


Dia langsung meninggalkan Angga begitu saja. Angga sangat kesal.


Kemarin setelah pulang dari rumah Angga dia langsung ke rumah dan benar saja di rumah sudah banyak orang yang mencari nya.


Dia mendapatkan kabar adik nya masuk rumah sakit karena kecelakaan motor bersama Tomi. Dia sangat syok sekali. Dia memilih untuk langsung ke rumah sakit.

__ADS_1


Dan keadaan adik nya cukup parah. Kekurangan darah. Dan juga keadaan koma. Kebetulan tidak ada stok darah dia mau mendonorkan darah nya dan ternyata dia juga kurang sehat sehingga dia tidak bisa memberikan darah nya.


Alhasil harus membeli dari rumah sakit lain nya. Cukup banyak dia mengeluarkan uang untuk darah saja, uang tabungan nya habis hanya untuk darah.


Sekarang Rumah sakit meminta deposit terlebih dahulu sebelum mengoperasi Adik nya. Dan jelas saja jumlah yang di butuhkan tidak sedikit.


Namun kalau tidak di bayar Mona tidak akan di operasi. Tania mau meminta tolong pada Nada tapi dia tidak mempunyai nomor telpon Nada, dia belum sempat mau menemui Nada.


Dan karena dia memiliki janji mengantar kan jas Tuan Angga dia pergi ke rumah sakit Angga dan setelah itu di ke butik Nada.


Tania juga menuntut ke keluarga Tomi. Namun keluarga Tomi tidak ada yang datang satu pun, keadaan dia jauh lebih parah dari Mona.


Tania sebenarnya merasa sangat marah, namun dia tidak mungkin memarahi Tomi yang belum sadar.


Dokter meminta Tania yang bertanggung jawab atas Tomi namun dia tidak mau. Dia sangat marah sekali pada Tomi bahkan tidak mau melihat nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Setelah sampai di tempat Nada dia bertemu dengan nada memberi tau tujuan nya.


Nada sangat kaget. Dia juga memberi tahu yang di lihat nya pagi tadi.


"Yang sabar yah Tania." ucap Nada.


"Aku ke sini ingin meminta bantuan kamu. Aku ingin meminjam uang membayar deposit rumah sakit Adik ku." ucap Tania.


"Maafin aku Tania. Bukan nya aku tidak mau memberikan nya, namun aku baru saja belanja bahan-bahan, dan juga membeli beberapa mesin baru." ucap Nada.


Tania melihat semua barang-barang itu.


"Tapi aku memiliki uang Tuan Angga. Uang yang di berikan untuk jas baru. Jumlah nya cukup banyak. Kamu bisa memakai nya dulu." ucap Nada.


"Tapi jas yang dia minta belum selesai. Baru satu, dan uang jas itu sudah habis." ucap Tania.


"Untuk keselamatan Adik kamu Pakai saja dulu." ucap Nada.


"Baiklah aku janji akan segera bekerja kembali dan membuat semua permintaan tuan Angga." ucap Tania.

__ADS_1


Dia pulang dari sana membawa uang deposit rumah sakit Adik nya.


__ADS_2