
"Baik, apa kamu sudah sampai di rumah?" tanya Angga. "Sudah sayang tadi malam. Aku sangat merindukan kamu." ucap Livy.
"Aku juga sangat merindukan kamu, tapi aku harus segera mematikan sambungan telepon." ucap Angga.
"Baiklah. Nanti kabarin aku lagi yah." ucap Livy. Angga menginyakan memberikan kata-kata romantis dan mematikan sambungan telepon.
"Kamu jangan memikirkan pembicaraan saya dengan Livy." ucap Angga. Tania menatap Angga dengan tatapan tajam tampa ada rasa takut.
"Tuan sadar tidak kalau Tuan itu memiliki pasangan, bagaimana bisa Tuan menyukai wanita lain." ucap Tania.
Angga terdiam dia tidak bisa menjelaskan apa pun pada Tania.
"Sudah lupakan saja." ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang.
Tidak beberapa lama sampai di rumah. Tania mengerjakan pekerjaan nya. Setelah semua nya selesai dia menjahit. Jahitan nya dari kemarin tak kunjung selesai.
"Permisi..." Dara masuk ke ruangan menjahit Tania.
Tania melihat wajah Dara yang terlihat sangat cemberut. Dan tidak ceria seperti biasa nya.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Tania kepada Dara. Dara duduk di samping Tania bersandar di pundak Tania.
"Ada Dara? Kenapa kelihatan nya kamu Sedih?" tanya Tania. "Aku dengan Rendi marahan." ucap Dara.
"Marahan? Bagaimana bisa?" tanya Tania Heran.
Dara hanya diam, dia seperti nya benar-benar sangat sedih sekali.
"Sudah-sudah jangan sedih lagi, itu adalah hal biasa marahan." ucap Tania. "Aku hanya ingin keluar berdua dengan nya namun Dia tidak mau, Dia membiarkan aku marah sampai sekarang dia tidak datang menemui ku." ucap Dara.
"Kamu tau sendiri dia sangat sibuk, mungkin karena itu dia tidak datang menemui kamu dan berbicara dengan kamu, sudah jangan terlalu di pikirkan." ucap Tania.
Tiba-tiba Angga masuk ke ruangan itu Tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Dara yang tadi nya terlihat sangat sedih langsung berdiri dengan tegap, menghapus air mata nya.
"Apa yang sedang Kamu lakukan di sini?" tanya Angga kepada Dara.
"Saya sudah menunggu dari tadi kenapa kamu tak kunjung datang?" tanya Angga kepada Tania. Tania bingung.
__ADS_1
"Maafin saya Tuan, saya lupa memberi tahu kepada Tania untuk mengurut badan Tuan." ucap Dara.
"Kamu bisa keluar." ucap Angga pada Dara..Dara menganguk dia langsung keluar. Tania menatap Angga.
"Maksud Tuan apa?" tanya Tania.
"Karena tidur di rumah kamu saya jadi sakit seperti ini, saya ingin kamu mengurut badan saya!" ucap Angga. "Saya tidak bisa Tuan, sebaiknya dokter yang datang memeriksa kesehatan Tuan." ucap Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya ingin kamu." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Hari ini dokter akan datang memeriksa Tuan." ucap Tania. "Saya sudah baikan." ucap Angga.
"Bagaimana bisa balikan Tuan, Tuan tidak meminum obat yang di berikan dokter kepada tuan." ucap Tania.
"Setiap kali saya meminum obat itu saya akan merasakan badan lemas tidak ada kemajuan sama sekali dan semakin membuat saya depresi." ucap Angga.
Tania terdiam sejenak.
"Saya juga merasa seperti itu tuan. Apakah obat itu tidak cocok dengan Tuan?" tanya Tania.
"Bukan tidak Cocok tapi dokter itu seperti nya sudah terpengaruh oleh orang lain." ucap Angga. "Maksud nya tuan? dia bekerja dengan Tuan, mana mungkin dia melakukan itu." ucap Tania.
"Lalu bagaimana dengan dokter itu sekarang tuan?" tanya Tania.. Angga membuka ponsel nya dan menunjukkan kalau dokter itu sedang di selidiki.
"Kapan tuan melaporkan nya? Aku bahkan tidak melihat tuan keluar." ucap Tania.
"Saya tidak perlu turun tangan atau keluar rumah untuk melakukan itu semua. Saya memiliki banyak uang, saya bisa mengendalikan semua nya mengunakan uang." ucap Angga.
Tania Menghela nafas panjang. "Apa kamu tidak akan tertarik kepada saya? Saya memiliki segalanya, bahkan saya bisa membeli kembali perusahaan Papah mu yang sudah di ambil oleh orang lain." ucap Angga.
"Saya tidak butuh Pria yang begitu sombong seperti tuan." ucap Tania. "Mau sampai kapan kamu akan menjadi pelayan dan wanita miskin seperti ini?" tanya Angga.
Tania mendorong Angga. "Tuan berbicara harap di pikir dulu, saya melakukan ini karena saya m
bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Dan semua pekerjaan saya halal, bukan seperti Tuan. Mafia yang tidak memiliki hati. Saya sudah berulang kali mengatakan kalau saya sangat membenci bisnis ilegal, perampasan dan juga Rentenir." ucap Tania.
Angga terdiam mendengar Tania. "Saya hanya menunggu waktu tiga bulan lagi dan saya akan keluar dari rumah ini. Saya tidak akan pernah bertemu dengan Tuan lagi." ucap Tania.
Angga menghela nafas panjang. "Baiklah saya minta maaf, saya tidak bermaksud untuk menghina kamu." ucap Angga. Tania sudah terlanjur kesal. Dia mau pergi namun di tahan oleh Angga.
__ADS_1
"Tapi saya meminta bantuan kamu malam ini, saya ingin kamu memijat badan saya. Kalau seperti ini saya tidak akan bisa istirahat dengan tenang." ucap Angga.
"Setau saya di sini ada khusus tukang pijat, jadi saya tidak perlu melakukan itu." ucap Tania.
"Saya tidak ingin orang lain melihat badan saya yang begitu bagus ini, saya takut mereka akan tertarik." ucap Angga.
Tania Menghela nafas panjang. "Jangan aneh-aneh Tuan." ucap Tania.
"Saya yakin kamu memiliki pengalaman yang begitu bagus, saya juga akan membayar nya." ucap Angga.
"Tuan membayar berapa?" tanya Tania. "Berapa yang kamu mau!" ucap Angga.
"2 Juta!" ucap Tania.
"Hanya segitu saja? Baiklah saya akan membayar Cas asal kamu bisa membuat saya nyaman." ucap Angga.
Tania di Bayar sebanyak itu dia pasti mau.
"Baiklah." ucap Tania. Di dalam ruangan Spa.
Angga keluar dengan lilitan handuk di pinggang nya. Semua orang sudah keluar kecuali Tania yang sedang menyiapkan minyak urut.
"Kenapa kamu membuang pandangan seorang itu? apa kamu takut tidak bisa menahan diri?" tanya Angga. Tania Menghela nafas panjang.
"Sebaiknya Tuan langsung berbaring, saya akan melanjutkan pekerjaan saya." ucap Tania.
Angga berbaring dia tengkurap. Tania mulai mengoles kan minyak urut ke badan Angga.
"akhir-akhir ini aku Kenapa jadi berani membantah Tuan Angga yah? Aku juga senang ketika Tuan Angga merepotkan aku dan ingin selalu bersama ku." batin Tania.
"Entah mengapa aku mulai nyaman saat bersama dia, jantung ku tidak berhenti berdetak ketika dia menatap ku dengan tulus dan tersenyum." batin Tania.
"Aaaaa!! sakit.." Angga menjerit kesakitan karena Tania memijit nya cukup keras di bagian yang sakit.
"Maaf-maaf Tuan, say minta maaf. Saya tidak tau." ucap Tania. Angga menatap Tania. "Kamu sedang memikirkan apa? kamu fokus saja!" ucap Angga.
Assalamualaikum pembaca kuu
Author punya karya baru, mampir yok, plisss tinggalkan jejak juga yah. Judul nya adalah \= Menikah Dengan Pria yang Salah.
__ADS_1