Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 167


__ADS_3

"Ini adalah resiko mencintai pria yang juga di cintai banyak orang." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


Dia duduk di lantai. "Kamu mau ngapain?" tanya Tania. Angga meletakkan kepalanya di atas paha Tania yang duduk di pinggir Kasur.


"Saya minta maaf sudah membuat kamu di posisi seperti ini, tapi saya akan segera mengatasinya agar kamu jauh lebih nyaman bersama Eki." ucap Angga.


Tania tersenyum.


"Sebenarnya aku tidak membaca komen jahat, aku hanya ingin melihat orang yang mendukung hubungan kita. Aku sama sekali tidak perduli dengan apa yang mereka bicarakan." ucap Tania.


"Ternyata di banyak nya orang yang menghina aku, ada banyak juga yang mendukung hubungan kita. Mereka membuat ku semangat." ucap Tania.


Angga tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu mandi gih." ucap Tania kepada Angga.


"Saya belum ingin mandi." ucap Angga.


"Kenapa?" tanya Tania. "Saya masih ingin bersantai di sini." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Tapi ngomong-ngomong kenapa Bibik Sisi sama Mona tidak menelpon ku yah?" tanya Tania. "Sebelum nya aku sudah meminta ijin kepada Bibik Sisi." ucap Angga.


"Oohhh.." ucap Tania.


"Malam ini kamu tidur di sini saja bersama Eki, saya akan tidur di kamar Rendi." ucap Angga.


"Kenapa kamu tidur di sana? Aku yang tidak enak kalau seperti ini." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


"Kamu sudah menjadikan kekasih saya, semua orang tau. Kamu tidak boleh menolak apa yang saya berikan, saya perintahkan." ucap Angga.


"Ya sudah kalau begitu aku mau mandi dulu." ucap Tania langsung berdiri. Angga memasang wajah cemberut.


"Kamu mau kemana? Saya masih ingin bersama kamu." ucap Angga.


"Aku sudah sangat gerah. yang lain pasti sudah menunggu di luar." ucap Tania.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.


"Tania... Eki seperti nya mau sama kamu." ucap Fani langsung membuka pintu.


Namun dia kaget melihat Ada Angga di sana.


"Maaf Tuan saya tidak tau kalau ada Tuan di dalam." ucap Fani.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Bawa Eki masuk, kamu keluar." ucap Angga. Fani menganguk..


Tania dan Eki mandi sama-sama.


Eki sudah selesai mandi bersama Tania. Mereka keluar namun ternyata Angga masih ada di kamar. Tania keluar dengan handuk, begitu juga dengan Eki.


"Saya akan membantu memasang kan pakaian Eki." ucap Angga. Tania menolak.


"Kamu belum mandi, Eki sudah mandi. Nanti kuman-kuman kamu menempel pada dia, sebaiknya kamu pergi mandi dulu." ucap Tania mendorong Angga ke kamar mandi.


Tidak terasa mereka semua sudah mulai bakar-bakar di halaman vila itu.


fasilitas nya sudah di lengkapi oleh pemilik vila.


"Kamu mau mencoba?" tanya Angga membawa sate yang baru saja masuk kepada Tania yang duduk santai mengasuh Eki bersama, Dara, Fani dan perempuan yang lain.


Hanya laki-laki yang bekerja membakar sate.


Angga memerhatikan Tania melihat ke arah minuman nya. Angga melihat minuman nya alkohol.


"Kalau kamu tidak suka aku minum ini aku akan berhenti." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Apa aku boleh mencoba nya sedikit saja." ucap Tania.. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Tidak boleh." ucap Angga.


"Hanya sedikit saja, aku sudah tidak pernah meminum minuman itu." ucap Tania. "Apa sebelum nya kamu pernah minum?" tanya Angga.


"Humm.." jawab Tania. Angga memberikan satu teguk. Namun Tania merasa kurang.


"Kalau kamu mabuk bagaimana?" tanya Angga.


"Kalau aku mabuk kan ada kamu yang menggendong ku ke kamar dan merawat Eki." ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Tidak boleh! Kamu hanya meminta mencicip, sekarang kamu minum ini saja." ucap Angga memberikan jus.


Angga lanjut untuk bakar-bakar. Setelah selesai di bakar semua sate.. Namun Eki menangis mau di gendong oleh Angga.


Alhasil Angga harus menidurkan Eki dulu ke kamar.


Setelah tidur dia keluar. Angga kaget melihat Tania dan semua nya sudah pada makan dan minum.

__ADS_1


"Kamu harus mencoba ini, ini benar-benar enak sekali." ucap Tania menyuapi sate ke mulut Angga.


"Ada apa dengan kamu?" tanya Angga karena tingkah Tania berbeda.


"Tuan tidak melihat Minuman yang di depan nya?" tanya Dara. Angga menghela nafas panjang. "Kamu sudah mabuk."' ucap Angga.


"Tidak... Aku tidak mabuk." ucap Tania. Mereka lanjut makan lagi, karena sangat ramai sangat lah seru. Ada yang bermusik, ada yang nyanyi-nyanyi tidak jelas, bergosip semua nya terlihat sangat kompak.


Angga melihat Tania sudah tidak di tempat duduk nya.


"Kemana Tania? kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Angga. "Tadi Ijin nya cuman ke WC Tuan." ucap Fani. Angga berjalan ke toilet yang ada di luar.


Namun ternyata sebelum sampai di Toilet dia melihat Tania yang duduk sendirian di pinggir danau yang tidak jauh dari villa mereka.


"Kenapa kamu di sini sendirian? Di sini sangat dingin." ucap Angga memberikan jaket nya kepada Tania.


Tania menoleh ke arah Angga, dia tersenyum dia kelihatan nya sudah mabuk namun Masih sadar.


Tania menepuk Tempat duduk yang di samping nya, Angga duduk di samping Tania.


Tania tiba-tiba bersender di pundak Angga. "Kalau kamu mengantuk kamu ke kamar saja." ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku masih mau di sini." ucap Tania.. Angga menghela nafas panjang.


"Aku sudah bilang jangan minum, kamu Keras kepala tetap mau minum!" ucap Angga. Tania menatap wajah Angga.


"Aku sangat suka minum.. Dari dulu aku sangat suka minum." ucap Tania.


"Namun semenjak hamil aku tidak bisa minum lagi, memiliki anak aku tidak boleh minum dan setelah Eki besar aku ingin minum namun aku tidak memiliki uang untuk membeli itu. Aku hanya bisa menunggu traktiran kawan-kawan ku." ucap Tania.


"Sungguh malang sekali." ucap Angga. Tania tiba-tiba memukul dada Angga.


"Kamu meledek ku! Aku tidak suka." ucap Tania. Angga memegang dadanya.


"Baiklah-baiklah saya minta maaf." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Aku hanya minum ketika pikiran ku sedang pusing saja, aku tidak sering minum karena itu tidak baik untuk tubuh." ucap Tania lagi.


"Baiklah saya tau, sekarang baik nya kamu ke kamar saja yah, kamu sudah sangat mabuk." ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya..Dia meminum minuman yang ternyata dia bawa.


Angga mencoba melarang nya namun Tania merengek, Angga hanya bisa pasrah, Tania muntah-muntah di paha nya dan di baju nya dia hanya bisa pasrah.


Setelah beberapa lama akhirnya Tania tidak sadar kan diri, Angga baru bisa membawa nya masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2