
Tania hanya diam.
"Kamu tidak boleh membohongi perasaan kamu, sebenarnya kamu Merindukan Tuan Angga kan?" tanya Nada. Tania menghela nafas panjang.
"Kamu sudah Tau lah jawaban nya, aku tidak akan mengganggu, agar dia lebih fokus dan cepat menyelesaikan pekerjaan nya." ucap Tania.
"Tapi baru saja aku melihat pesan Dara masuk ke handphone ku." ucap Nada.
"Pesan apa?" tanya Tania langsung.
"Angga mencari kamu ke rumah, ke butik juga." ucap Nada.
"Kamu serius? kamu gak bohong kan?" ucap Tania.
"Ngapain aku bohong sama kamu?" ucap Nada.
"Apa kamu mau langsung pulang? Kita baru dua hari loh di sini." ucap Nada.
"Aku ingin pulang, hanya saja aku masih ingin di sini." ucap Tania. "Kamu merindukan Tuan Angga yah?" ucap Nada.
"Ekhem-Ekhem..." Aris datang.
"Hayoo kalian lagi membicarakan apa?" tanya Aris.
"Kamu Kepo deh." ucap Nada. Aris mendekati Nada.
"Aku harus tau apa yang di lakukan calon istri ku. Jangan-jangan kalian berdua sedang merencanakan sesuatu yang buruk kepada ku." ucap Aris.
Mereka tertawa. "Tidak mungkin.." ucap Tania.
"Lagi ngomongin soal apa? Kenapa kelihatan nya sangat serius?" tanya Aris.
Tania Menggeleng kan kepala nya.
"Enggak ada apa-apa kok." ucap Nada.
"Hayooo ngomong saja." ucap Aris. Mereka tidak mau menceritakan nya Walaupun sudah di paksa oleh Aris.
"Ya udah deh kalau begitu ayo kita makan ke bawah. Semua nya sudah di siapkan." ucap Aris. Tania dan Nada menganguk.
Mereka mengikuti Aris turun ke bawah.
Di malam hari nya.. Aris dengan Nada dinner romantis di tempat yang sudah di sewa sebelum nya.
"Tempat nya bagus yah." ucap Nada. Aris tersenyum. "Kamu suka?" tanya Aris, Nada menganguk.
"Ini ada hadiah untuk kamu." ucap Aris memberikan paper bag kecil.
"Ini apa?" tanya Nada.
"Kamu buka saja." ucap Aris. Nada menginyakan dia pun membuka paper bag.
"Kotak kecil?" ucap Nada semakin bingung.. Namun setelah di buka dia kaget isi nya adalah cincin.
__ADS_1
"Kata Tania kamu tidak suka memakai cincin, tapi aku harap cincin yang aku kasih, kamu mau mau memakai nya." ucap Aris.
Nada terdiam sejenak. Aris mengambil cincin berlian itu.
"Nada kamu mau kan tunangan dengan ku?" tanya Aris.
"Secepat itu? Kamu belum tau aku seperti apa." ucap Nada.
"Aku sudah lama menyukai kamu, semua kelebihan dan kekurangan kamu, aku akan menerima nya." ucap Aris.
Nada masih tertegun dia bingung harus menjawab apa.
"Apa tanggapan kamu? Apa kamu mau?" tanya Aris. Nada seperti bingung harus menjawab apa.
"Kau paham kok, kita baru kenal, kalau kamu tidak mau aku akan terus menunggu sampai kamu mau." ucap Aris.
"Iyah aku mau. Aku juga mau kamu menemui orang tua ku." ucap Nada. Aris yang tadi nya sudah mau kecewa, dan memasukkan Cincin ke kotak nya langsung terdiam.
Dia menatap Wajah Nada. Nada tersenyum dia juga ikut tersenyum, sekarang dia jadi malu.
Nada menjulurkan jari ke arah Aris. Aris langsung memasang cincin itu di jari manis Nada.
"Kamu kok tau sih ukuran jari manis ku?" tanya Nada. "Aku meminta bantuan Tania." ucap Aris.
"Apa dia tau kamu akan melamar ku seperti ini?" tanya Nada.
"Kalau bukan dukungan dari dia, aku mungkin tidak bisa seberani ini." ucap Aris. Nada tersenyum.
"Mau.." jawab Aris langsung.
"Orang tua ku mungkin sedikit tegas, namun mereka baik kok." ucap Nada.
"Apakah aku boleh memeluk mu?" tanya Aris. Nada menganguk. Mereka berpelukan.
"Aku sangat mencintai mu Nada, semoga kita selalu bersama." ucap Aris, Nada menganguk.
Setelah itu mereka makan malam dengan sangat romantis.
Sementara di tempat lain Angga sama sekali tidak bisa Makan, dia tidak berselera karena tidak bisa berhenti memikirkan Tania.
"Tuan kenapa tidak makan, ayo buruan makan." ucap Dara.
"Saya tidak berselera mau makan." ucap Angga.
"Kalau Tuan tidak makan saya tidak akan memberi tau di Mana keberadaan Tania sekarang." ucap Dara.
"Saya tidak percaya sama kamu, dari kemarin-kemarin kamu selalu berbicara seperti itu." ucap Angga.
"Tapi kali ini benar Tuan." ucap Dara.
"Dari mana kamu tau alamatnya?" tanya Angga. "Saya berhasil menghubungi Nada." ucap Dara.
"Sini saya lihat." ucap Angga mau mengambil handphone Dara namun langsung di tahan oleh Dara.
__ADS_1
"Tuan harus Makan dulu! Kalau tidak makan jangan harap tuan bisa melihat ini." ucap Dara.
Angga memakan semua nasi nya dengan lahap. Dara pun tersenyum.
"Seperti anak kecil saja yang harus di bujuk ketika mau Makan." ucap Dara.
"Kamu jangan seperti itu yah!" ucap Angga.
"Buruan habisin dulu makanan nya tuan." ucap Dara.
Fani dan Stevan yang melihat itu hanya bisa tersenyum sementara yang lain nya sudah takut kalau Dara nanti akan kena marah.
"Sudah selesai!" ucap Angga..Dara memberikan alamat nya kepada Angga.
"Stevan kita berangkat malam ini juga." ucap Angga. "Saya mau ikut juga Tuan, sudah lama saya tidak ikut liburan." ucap Dara.
"Iyah Tuan, kami mau ikut juga." ucap Fani. "Baiklah kalian boleh ikut." ucap Angga.
Mereka berempat akhirnya berangkat. Besok pagi nya baru sampai dengan puncak tempat Tania dan keluarga nya.
"Papah... Papah..." Eki yang berjemur bersama Mona, Bibik dan juga Tania tiba-tiba mengejar Angga.
Tania kaget melihat Angga. Dia langsung menggendong Eki.
"Angga kenapa kamu bisa di sini?" tanya Tania. Angga Menatap wajah Tania.
"Saya sangat merindukan kamu, saya kesini ingin melihat kamu." ucap Angga.
Tania melihat ke arah Bibik dan juga adik nya.
Angga tiba-tiba memeluk Tania yang masih terdiam seakan bingung.
"Saya minta maaf baru bisa menemui kamu." ucap Angga mencium kening Tania.
Tania membalas pelukan Angga yang sudah sangat di Rindu kan oleh nya.
"Cie... cie..."" nada dan Aris baru saja datang. Ikut juga bersama, Dara, Fani dan Stevan.
"Mbak Tania sama tuan Angga pacaran?" tanya Mona. Tania menatap wajah Angga.
"Lebih tepatnya Tania adalah calon istri saya, dan kamu bisa memanggil saya dengan sebutan Kak Angga, jangan tuan Angga." ucap Angga.
Tania menoleh ke arah Bibik sisi.
"Maafin aku yah bik menutupi selama ini?" ucap Tania.
"Sebenarnya Bibik sudah tau kok, Bibik tidak ikut campur." ucap Bibik Sisi.
"Bibik sudah tau?" ucap Tania kaget, Bibik nya menganguk.
"Lalu bagaimana dengan ku? selama ini aku tidak tau kalau kalian pacaran." ucap Aris.
"Huff kamu sudah tau lama, jangan mengganggu suasana deh." ucap Nada kepada Aris.
__ADS_1