Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 65


__ADS_3

"Rendi menjalankan tugas sama sekali tidak ada yang benar-benar, bisa-bisa Nya wanita satu saja tidak bisa di jaga oleh nya!" ucap Angga kesal.


"Yang Sabar tuan, mana mungkin Tania pergi begitu saja sementara dia sudah terjerat oleh perjanjian sebelumnya. Jangan khawatir, Tania pasti kembali dan bekerja kepada tuan." ucap Dara.


Angga hanya diam. Dia lanjut bekerja lagi. Sementara di tempat lain Tania sedang berada di Butik Nada.


Dia menjual hasil jahitan nya selama di tempat Angga. Setelah mendapat kan uang dari sana dia memberikan uang itu kepada Bibik sisi agar bisa belanja keperluan Adik nya untuk sekolah dan juga Anak nya.


"Aku sangat iba kepada kamu Tania. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk kamu." ucap Nada.


"Kamu sudah banyak melakukan banyak hal untuk membantu ku, kalau bukan karena kamu yang selalu membantu ku mana mungkin aku bisa bekerja seperti ini." ucap Tania.


"Ini semua salahku Tania, seandainya aku tidak memberikan uang itu kepada kamu, kamu tidak akan terjerat di rumah Tuan Angga." ucap Nada.


"Gak apa-apa kok. kamu jangan memikirkan semua itu, kamu adalah orang satu-satunya yang bisa membantu aku, aku bingung harus membalas kamu seperti apa." ucap Tania.


Tiba-tiba Handphone Nada berdering.


"Siapa?" tanya Tania karena wajah nada Berbeda.


"Mbak Dara." jawab Tania.


"Jawab saja." ucap Tania. Nada pun menjawab nya.


"Halo saya dengan Angga." ucap pria yang berbicara di balik telepon itu. Tania mendengar suara Angga langsung panik, begitu juga dengan Nada.


"Iyah Tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya Nada.


"Saya tau sekarang Tania ada di sana. Berikan Handphone nya ke pada dia!" ucap Angga.


"Ti-tidak ada tuan." ucap Nada.


"Jangan mencoba membohongi saya! Kau Akan tau akibat nya." ucap Angga.


Nada akhirnya menyerah dia sudah trauma dengan Angga dia memutuskan untuk memberikan handphone kepada Tania.


"Halo Tuan."


"Kenapa handphone mu tidak aktif?" tanya Angga dengan sangat keras.


"Saya lupa membawa nya Tuan, maafkan saya." ucap Tania. "Kenapa kau ada di luar? kau tidak meminta ijin namun sudah berani untuk keluar?" ucap Angga.


"Saya harus mengantarkan adik saya terapi tuan." ucap Tania.

__ADS_1


"Terapi hanya beberapa jam, kau sudah meninggal rumah dari kemarin!" ucap Angga.


Tania terdiam.


"Sebaiknya kau segera pulang!" ucap Angga. "Ba-baik Tuan." ucap Tania. Panggilan langsung mati.


"Humm seram banget sih tuan Angga kalau lagi marah seperti itu." ucap Nada.


"Sebaiknya aku pulang dulu yah." ucap Tania langsung.


"Ya udah deh, hati-hati yah." ucap Nada. Tania menganguk. "Sekali lagi aku mau mengucapkan terimakasih yah." ucap Tania.


Nada tersenyum. Tania pulang di antar oleh Aris untuk pulang.


"Ayo kak kita berangkat." ucap Tania. Aris yang menunggu di luar beranjak. "Sudah selesai?" ucap Aris. Nada dan Tania sama-sama menganguk.


"Kalau begitu kami pulang dulu yah." ucap Aris pada Nada sambil tersenyum manis. Tania yang melihat tatapan dan senyuman Aris berbeda membuat nya curiga.


"Hati-hati yah. Lain kali mampir yah." ucap Nada. Tania dan Aris menganguk.


Di dalam mobil Aris dan Tania tidak ada percakapan apapun sampai pada akhirnya Aris yang memulai.


"Humm kalau boleh tau Nada sudah punya pacar Belum?" tanya Aris. Tania terkejut dengan pertanyaan Aris.


"Apa kurang jelas? Aku bertanya tentang Nada sudah punya pacar atau belum? Seperti nya aku tertarik kepada nya." ucap Aris.


Tania terdiam sejenak. "Kok kamu diam? Kamu seperti nya sudah sangat dekat dengan nya, gak mungkin kamu Gak tau." ucap Aris.


"Dari awal aku bertemu dengan nya aku sudah tertarik. Wanita yang baik, suka menolong perduli dan juga cantik. Selain itu dia juga memiliki usaha. Wanita yang mandiri." ucap Aris.


Tania melihat betapa bangganya Aris memuji Nada di depan nya.


"Kok kamu diam sih? Bantu aku dekatin dia dong." ucap Aris.


"Setau aku sih kalau dia pasti tidak memiliki pasangan karena ingin sendiri dulu." ucap Tania.


"Kira-kira kalau aku mengejar dia, dia mau gak yah?" ucap Aris, Tania menaikkan pundak nya.


"Aku tidak tau pasti." ucap Tania. Aris tersenyum.


"Aku tidak memiliki alasan untuk sering bertemu dengan nya, aku memiliki Nomor nya namun bingung juga mau mengirim kan pesan apa kepada nya." ucap Aris.


"Kamu adalah perempuan kamu merasa senang ketika di berikan apa sih?" ucap Aris.

__ADS_1


"Aku senang di kasih bunga, cokelat dan juga makanan." ucap Tania.


"Humm kalau kamu mau aku sudah tau, kamu selalu suka cokelat dan juga makanan." ucap Aris.


Tania tersenyum.


"Kalau kesukaan Nada apa?" tanya Aris.


Tania Menggeleng kan kepala nya.


"Kau tidak tau, sebaiknya kamu bertanya langsung kepada dia." ucap Tania.


"Aku malu bertanya kepada dia langsung, kamu malah nyuruh aku." ucap Aris.


"Kalau aku berhasil mendapatkan dia, aku traktir kamu deh." ucap Aris. "Semoga kamu cepat jadian sama dia." ucap Tania.


Setelah pembicaraan itu Tania diam, tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Aku masuk dulu yah, makasih sudah nganterin aku." ucap Tania. Aris menganguk.


"Tania!" panggil Aris saat Tania mau masuk. Tania menoleh ke arah Aris sambil memegang dua coklat. Tania tersenyum.


"Nah gini dong cantik kalau tersenyum." ucap Aris. "Ini untuk aku?" tanya Tania. Aris menganguk.


"Sebenarnya sih ini untuk Nada namun tadi aku sangat malu memberikan nya, ini untuk kamu saja." ucap Aris. Tania tetap mengambil nya dan mengucap kan terimakasih.


Angga di tempat lain sedang memantau CCTV lewat handphone nya.


Sekarang wajah nya sudah merah, wajah marah.


Namun yang membuat dia heran adalah Tania membuat coklat itu di dalam tong sampah.


Wajah marah nya berubah dengan wajah Heran. Dan setelah itu Wajah Tania terlihat sangat sedih.


"Kenapa dia tiba-tiba membuang nya? Bukan kah sebelum nya dia sangat suka coklat?" batin Angga. "Tuan lagi melihat apa?" lagi-lagi dia keciduk oleh rekan nya.


Dia langsung mematikan handphone nya.


"Tidak ada! Kau kenapa masuk tidak mengetuk pintu?" tanya Angga.


"Saya sudah mengetuk namun tuan tidak mendengar nya." ucap Pria itu. "Ada apa kau di sini?" tanya Angga.


"Nih proyek baru dari kita. Kita akan menjual nya kepada tuan. Namun sebelum membeli Tuan lebih baik melihat dulu." ucap rekan nya.

__ADS_1


"Saya akan meminta Dara memberi informasi selanjutnya. Kau bisa keluar!" ucap Angga. Pria itu menganguk. Baru saja dia mau melihat CCTV namun handphone nya di telpon oleh Livy.


__ADS_2