
"Ayah kandung Eki saja tidak perduli kepada anak nya, tiba-tiba kalian mau mengambil nya Tampa persetujuan, kalian bisa kami laporkan." ucap Bibik Sisi.
"Ini atas persetujuan Malvin!" ucap mantan Mamah Mertua Tania, menyebut nama mantan suami Tania.
"Kalau ini benar atas persetujuan atau perintah dari dia, suruh dia ke Sini menjemput anak nya langsung." ucap Bibik sisi.
"Tidak bisa! Dia lagi ada dua luar negeri." ucap mantan mertua Tania.
"Kalau begitu, jangan berharap kalian bisa membawa Eki pergi." ucap Bibik sisi. mendorong dan mengusir mereka segera menutup pintu.
"Kurang ajar! Kita lihat saja nanti." ucap mantan mertua Tania dari luar.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka pergi dari sana..
"Sudah kamu tidak perlu takut, mereka semua sudah pergi." ucap Bibik Sisi.
"Bibik bagaimana kalau mereka kembali dan Malvin datang juga." ucap Tania.
"Tidak apa-apa.. Bibik akan membantu kamu." ucap Bibik.. Tania menangis sambil memeluk Eki. Tidak beberapa lama Nada pulang. Mendengar siapa yang datang membuat nya sangat emosi Kepada mantan mertua mbak nya itu.
Dua hari berjalan Tania bekerja seperti biasa namun tetap membawa Eki.
"Tumben hari ini cepat pulang Mbak." ucap kasir kepada Tania yang sudah keluar dari ruangan nya sambil menggendong Eki.
"Semua pesanan sudah Selesai, aku akan ke rumah Nada meminta ijin libur untuk beberapa hari..Aku mohon selama belum ada aku jangan mengambil pesanan dulu." ucap Tania.
"Baiklah aku mengerti..." ucap kasir.. Tania tersenyum.
"Oh iya kamu juga semangat yah, kalau ada masalah jangan terlalu di pikirkan sekali, lihat badan kamu sudah sangat kurus." ucap kasir.
Tania tersenyum.
"Terimakasih sudah mengingatkan aku yah." ucap Tania dan setelah itu mereka pun pamit untuk pergi.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah Nada.
"Assalamualaikum..." ucap Tania.
"Walaikumsalam..." Nada keluar dari dapur menyambut tamu yang datang.
"Tania.. Eki..." ucap Nada sangat senang mereka datang. Tania tersenyum.
"Ya ampun Tania kenapa kamu terlihat sangat kurus sih? Kamu pasti sangat kelelahan mengurus Butik yah? Kamu pasti tidak memiliki waktu untuk istirahat." ucap Nada.
"Enggak kok, kamu jangan berbicara seperti itu.. Biasalah akhir-akhir ini aku tidak berselera Makan." ucap Tania.
__ADS_1
"Kamu jangan mengabaikan kesehatan seperti ini." ucap Nada.
"Sudah tidak apa-apa. Kamu sendiri bagaimana kabar nya? Aris mana?" tanya Tania.
"Aris lagi di dapur, kami sedang Masak..Kamu jangan pulang dulu sebelum makan yah." ucap Nada langsung kembali ke dapur.
"Siapa yang datang sayang?" tanya Aris.
"Tania dengan Eki." jawab Nada.
Tania melihat Aris dan juga nada sangat romantis membuat nya begitu iri, itu adalah impian nya dulu, namun tidak tercapai karena dia salah memilih jodoh.
Waktu nya makan.
"Ngomong-ngomong kamu ke sini kok gak ngabarin dulu sih? Kalau aku orang tua ku tau kamu dan Eki ke sini mereka pasti langsung Ke sini." ucap Aris.
"Sebenarnya aku ke sini mau mengantar kan. laporan Butik ke Nada. Dan sekalian juga aku mau minta libur untuk beberapa hari." ucap Tania.
"Oohhh begitu, gak apa-apa kok. Kamu bisa libur berapa hari yang kamu mau, hanya dengan cara itu aku bisa berterima kasih kepada kamu." ucap Nada..
Tania tersenyum. "Kamu memiliki Masalah yah?" tanya Aris. Nada menatap Tania.
"Kamu menyembunyikan sesuatu dari kita? Kamu jangan menyembunyikan apapun dari kita," ucap Nada.
enggak kok, aku tidak menyembunyikan apapun." ucap Tania. Nada menghela nafas panjang.
"Anggap kita ini adalah sahabat kamu dan juga saudara kamu. Kamu bebas mau cerita apapun kepada kita berdua." ucap Aris.
Tania menatap wajah teman nya itu.
"Mantan mertua ku mau mengambil Eki dari aku." ucap Tania.
"Apa?"' ucap Nada kaget.
"Mereka sudah mencoba mengambil paksa namun Untung nya Bibik Sisi ada. Sampai sekarang mereka tidak berhenti menakut-nakuti aku." ucap Tania.
"Ya ampun... Kenapa mereka tidak memiliki hati sama sekali? Setelah Eki sudah besar dan sehat seperti ini mereka mau mengambil begitu saja." ucap Nada.
"Kamu jangan Khawatir Tania, aku akan terus memantau kamu, kalau mereka datang aku akan datang membantu kamu." ucap Aris.
"Terimakasih banyak Aris, Nada." ucap Tania.
"Pokoknya kamu tidak boleh menyerah, Eki adalah Anak kamu, sekalian mantan suami kamu yang datang untuk mengambil Eki jangan diberikan." ucap Nada.
"Bila perlu kita melaporkan mereka ke polisi." ucap Nada.. Tania terdiam. Nada memeluk Tania.
__ADS_1
"Kamu gak boleh sedih, mereka akan semakin mudah mengambil Eki kalau kamu tidak bersemangat." ucap Nada.
"Senyum dong, Eki saja tersenyum, apa kamu tidak kasihan kepada Eki yang melihat kamu Terus sedih seperti ini." ucap Aris kepada Tania.
Tania akhirnya bisa tersenyum.. Mereka makan sama-sama. Cukup lama juga Tania di sana karena Eki lagi bermain dengan Aris.
Sudah sore Bibik Sisi juga sudah meminta mereka pulang..
Sampai di rumah Tania melihat mobil Angga.
"Eki...." Ucap Angga Langsung menggendong Eki. Eki sangat senang langsung mencium pipi Angga membuat mereka yang melihat terkejut.
Angga juga sangat senang. Tania tersenyum.
"Sudah beberapa hari kita tidak bertemu, om sangat merindukan kamu." ucap Angga.
"Lihat nih Om banyak bawa mainan dan juga Makanan." ucap Angga..Mona dan Bibik sisi membawa Eki ke dalam.
Angga menoleh ke arah Tania. "Apa hanya Eki yang merindukan saya?" tanya Angga.. Tania menaikkan alis nya bingung dengan kata-kata Angga.
"Apa hanya saya yang merindukan kalian?" tanya Angga.
Tania tersenyum ketika Angga merentangkan tangannya.
"Ini di depan rumah, tidak baik jika ada yang melihat." ucap Tania. Angga menghela nafas.
"Baiklah." ucap Angga..
"Saya ke sini bukan hanya mau mengobati rindu saja, Tapi mau membawa kabar bahagia." ucap Angga sambil memberikan surat kepada Tania.
"Ini Surat apa?" tanya Tania.
"Kamu buka saja dulu." ucap Angga, Tania membuka nya dengan sangat penasaran.
Ternyata tidak itu adalah surat kalau Angga sudah resmi menjadi mualaf dan sudah beragama Islam.
Tania tersenyum dia menatap wajah Angga.
"Ini kapan?" tanya Tania.
"Kemarin.. Saya minta maaf karena tidak Mengabari kamu tentang ini, tapi saya sudah mengirim kan pesan." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Saya ingin segera menikahi kamu." ucap Angga sambil memegang tangan Tania.
Tiba-tiba Tania melepaskan nya. "Aku belum mau membahas soal pernikahan untuk saat ini." ucap Tania.
__ADS_1
"Baiklah saya paham." ucap Angga memaksa untuk tersenyum, walaupun sebenarnya banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada Tania.