Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 121


__ADS_3

"Orang seperti ku tidak berhak marah kepada kamu, aku hanya lah rakyat biasa, perempuan biasa yang bisa kamu permainan dan kamu tinggalkan semau kamu." ucap Mona.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku kembali pada kamu." ucap Tomi.


"Aku tidak ingin kamu kembali, aku sangat membenci kamu, aku tidak ingin melihat wajah kamu, kalau bukan karena kamu aku tidak akan mengalami hampir mati." ucap Mona kesal dan marah.


"Kamu jangan berbicara seperti itu, aku tidak melakukan nya dengan sengaja, aku minta maaf." ucap Tomi. Mona menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu mengingat tentang itu lagi, aku sudah melupakan nya dan aku juga sudah melupakan hubungan kita." ucap Mona.


"Maksud kamu? Kamu melupakan cinta kita?" ucap Tomi. "Sebaiknya kita tidak perlu berhubungan lagi. Mari sama-sama melupakan karena mbak Tania sudah terlanjur membenci kamu." ucap Mona.


"Aku akan minta maaf kepada mbak Tania. Aku akan menemui dia." ucap Tomi. "Jangan.." ucap Mona.


"Kenapa? Aku akan menerima apapun yang akan terjadi. Tapi aku tidak ingin kita udahan." ucap Tomi.


Mona menggeleng kan kepala nya. "Kamu masih ingin bertemu aku kan? aku mohon jangan menemui mbak Tania." ucap Mona.


"Apa alasan nya? Justru aku harus meminta maaf. Dia pasti sangat marah karena membuat Adik nya seperti ini." ucap Tomi.


"Aku bilang tidak perlu! Kamu jangan Keras kepala! Aku tidak suka pada kamu yang seperti ini. Selagi kamu belum berubah aku tidak akan pernah memaafkan kamu." ucap Mona pergi.


Namun Tomi mengikuti nya.


"Baiklah aku minta maaf, aku tidak akan melakukan itu." ucap Tomi. Mona menepis tangan Tomi.


"Jangan menyentuh ku!" ucap Mona. "Aku masih ingin berbicara dengan kamu." ucap Tomi. Mona tidak mau dia langsung naik ke gojek yang sudah di pesan nya dan langsung pergi.


"Mona..." panggil Tomi sampai semua orang melihat nya.


Mona menoleh ke belakang. Dia tidak tega melihat Tomi memanggil nya.


Dia menghela nafas panjang. "Pak berhenti Pak." ucap Mona dia turun dari motor.


"Kenapa dek?" tanya bapak gojek.


"Ini bayaran Bapak." ucap Mona membayar nya. Dia melihat Tomi mengejar dia.


"Aku berfikir kamu akan meninggalkan ku." ucap Tomi. Mona menatap Tomi.


"Apa kamu tidak mau memaafkan aku?" ucap Tomi.


"Aku ingin bertanya kenapa sudah lima bulan kamu menghilang? Kamu kemana?" tanya Mona.


"Aku di paksa ikut dengan kakak laki-laki ku. Sekarang aku tidak bisa lama-lama di kota ini." ucap Tomi.

__ADS_1


"Ikut dengan kakak laki-laki? Sejak Kapan kamu memiliki kakak?" ucap Mona.


"Lebih tepatnya dia kakak angkat ku." ucap Tomi.


"Aku di hukum. Bahkan aku sudah keluar dari universitas dan bekerja di kantor nya sekarang." ucap Tomi.


"Itu jauh lebih baik," ucap Mona.


"Ini sangat buruk Mona, aku merindukan kamu, aku tidak bisa bertemu kamu terus menerus." ucap Tomi.


"Setidaknya kamu bisa berubah Tomi, aku tidak ingin kamu seperti ini terus, perempuan yang mau laki-laki berandal dan suka ribut seperti kamu?" ucap Mona.


"Aku akan memperbaiki diri, aku akan berubah tapi aku mohon maafin aku, aku ingin kita Baikan." ucap Tomi. Mona terdiam.


"Jawab Mona.." ucap Tomi.


"Aku tidak bisa semudah itu kembali sama kamu." ucap Mona. Tiba-tiba Dia berlutut di depan Mona membuat Mona terkejut dan panik.


"Tomi! Apa yang kamu lakukan? Cepat berdiri!" ucap nya.


"Aku akan berdiri kalau kamu mau balikan pada ku." ucap Tomi.


"Tomi cepat berdiri! Malu di lihatin teman-teman ku sama guru-guru." ucap Mona.


"Baiklah-baiklah sekarang kamu berdiri." ucap Mona.


"Baiklah apa?" ucap Tomi.


"Aku akan memaafkan kamu." ucap Mona.


"Hanya memaafkan saja?" ucap Tomi.


"Iyah kita Balikan, tapi kamu harus berubah, jangan sampai kejadian sebelumnya terulang lagi!" ucap Mona.


"Kamu serius? Kamu gak bercanda kan?" ucap Tomi kepada Mona.


"Cepat berdiri! Kamu gak malu apa di lihatin orang-orang?" ucap Mona. "Kamu seriusan Balikan sama aku kan?" ucap Tomi lagi.


"Iyahh..." ucap Mona. Tomi tersenyum dia langsung berdiri. Dia menatap wajah Mona sambil tersenyum.


"Aku mau pulang." ucap Mona. "Loh kok pulang sih? Kita baru saja bertemu aku sangat merindukan kamu, aku boleh memeluk kamu?" ucap Tomi.


Mona Langsung memeluk Tomi.


Tomi tersenyum mereka berpeluang.

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukan kamu." ucap Mona. tiba-tiba banyak yang tepuk tangan ikut senang karena mereka kembali bersama.


Mereka jadi malu dan melepaskan pelukannya..


"Kamu jangan nakal-nakal lagi, kalau melakukan kesalahan-kesalahan yang sama ibu akan melaporkan kamu." ucap guru Mona kepada Tomi.


"Baik Bu." ucap Tomi.


"Sekarang antar kan Mona pulang. Jangan ngebut-ngebut." ucap guru itu. Tomi menganguk. Tomi menarik tangan Mona ke arah motor nya parkir.


Mona melihat motor kesayangan Tomi ternyata sudah bagus.


Tiba-tiba dia teringat kejadian itu lagi. "Aku janji akan pelan-pelan." ucap Tomi melihat Mona ragu.


Sekarang Tomi sudah membawa dua hlem dan memasang kan nya di kepala Mona.


Mona naik ke atas motor dan berangkat meninggalkan Sekolah.


Selama perjalanan Mona senyum-senyum sama seperti Tomi.


Tomi membawa motor dengan hati-hati sekarang. Mona tidak takut karena Tomi kelihatan sudah sangat trauma.


"Kita berhenti makan siang dulu yah." ucap Tomi berasalan agar bisa lebih lama bersama Mona.


"Aku gak bisa lama-lama, kasihan Eki di rumah. Bibik Sisi harus bekerja." ucap Mona.


"Loh mbak Tania kemana?" tanya Tomi.


"Mbak Tania bekerja di rumah orang kaya karena melakukan kesalahan, dia memakai uang orang kaya untuk membayar deposit rumah sakit ku." ucap Mona.


Tomi terdiam. "Selama enam bulan dia harus bekerja Tampa upah di rumah itu menjadi asisten pribadi." ucap Mona.


"Ini semua salah ku, seandainya saja.." "Sudah jangan di bahas lagi, semua nya sudah berlalu, semua orang tidak ingin kejadian buruk terjadi pada nya." ucap Mona.


"Aku harus meminta maaf, aku sudah siap apapun konsekuensinya." ucap Tomi.


"Dia sangat jarang pulang ke rumah, aku jauh merasa bersalah, sekarang Eki yang masih kecil harus menanggung semua nya." ucap Mona.


Tomi sangat sedih, merasa bersalah. Rasanya tidak sanggup untuk menemui Tania dan juga Eki.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Bibik Sisi. Mona terkejut melihat Tania dan juga Eki di depan rumah lagi duduk-duduk.


"Mbak Tania kapan pulang?" ucap Mona sangat senang.


Tania berdiri ketika melihat Tomi. Dia langsung memasang wajah marah.

__ADS_1


__ADS_2