
Sesekali dia berpura-pura marah membuat Eki membuka mulutnya. Tania yang tadi nya sangat Sedih sudah mulai mau tersenyum karena melihat Eki makan seperti biasa lagi.
Tidak beberapa lama makanan nya sudah habis. Angga memberikan minum. "Mana Obat nya?" tanya Angga. Tania memberikan nya. Cukup sulit memberikan anak-anak minum obat. Mereka berdua memaksa dan akhirnya bisa habis di minum.
Baju Angga sekarang sudah sangat kotor.
Tidak menunggu lama karena perut Eki kenyang dia pun tertidur di pelukan Angga. Perlahan Angga membaringkan nya di kasur.
Tania melihat baju Angga yang kotor.
"Sebaiknya Tuan tukar pakaian." ucap Tania. Angga melihat baju putih nya sudah kotor.
"Tunggu dulu tuan! Tuan mau ngapain?" tanya Tania karena Angga mau membuka kancing baju nya. "Kau meminta saya untuk menukar baju saya." ucap Angga.
"Tapi Tuan tidak harus membuka nya di sini!" ucap Tania.
"Kamu sama sekali tidak menyiapkan pakaian untuk saya!" ucap Angga.
"Maafin saya Tuan, saya jadi lupa." ucap Tania.
"Kalau begitu sebaiknya kamu pergi menyiapkan saya baju sekarang!" ucap Angga.
Tania menoleh ke arah Eki. "Saya akan menunggu nya." ucap Angga. Tania pun keluar sambil membawa piring kotor. Angga melihat Tania keluar.
Karena sudah tidak nyaman dengan pakaian nya dia membuka nya. Eki bergeliat dia berfikir kalau dia akan bangun dia langsung menepuk pantat nya pelan-pelan.
"Huff bagus deh dia tidak bangun." ucap Angga.
Angga menatap wajah imut Eki membuat nya tersenyum tipis.
"Saya sangat tidak suka pada anak kecil, Apa lagi bayi yang sama sekali tidak memiliki tulang, namun sekarang saya menyukai anak ini." batin Angga.
Dia mengelus rambut Eki yang tumbuh begitu lebat.
"Semoga kelak kau menjadi anak yang pintar." ucap Angga.
Angga beranjak dari kasur.
"Sudah selesai?" tanya Angga masuk ke kamar nya dan melihat Tania yang sedang memilih pakaian untuk nya.
"Saya bingung harus memiliki pakaian untuk Tuan. Ada piyama yang biru dan juga hitam." ucap Tania.
"Letakkan saja di kasur apa yang kau suka." ucap Angga langsung masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Tania memilih warna hitam.
"Ketika Pria memakai pakaian warna hitam dia pasti tambah Tampan." ucap Tania.
Setelah itu dia keluar mau menyiapkan makanan untuk Angga seperti biasa kopi hitam kesukaan Angga.
Tidak terasa sudah sangat malam namun Angga masuk sibuk dengan game nya di ruang tamu.
"Tuan ini sudah malam." ucap Dara. "Sebentar lagi, jangan menganggu saya!" ucap Angga. "Baik lah tuan, kalau begitu saya akan istirahat terlebih dahulu." ucap Dara.
"Humm pergi lah." ucap Angga.
Dara menganguk.
Namun tiba-tiba Tania keluar dari kamar nya.
"Mau mencari apa Tania?" tanya Dara. Angga tidak fokus lagi pada game nya dia menoleh ke arah Tania yang berbicara dengan Dara ke arah dapur.
Tidak beberapa lama dia kembali lagi. Tania melewati Angga begitu saja.
Angga melihat Tania sampai dia tidak kelihatan. Angga jadi tidak fokus pada Game nya dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya.
Keesokan harinya....
Angga bangun karena mendengar suara Angga. Dia kaget melihat Angga sudah ada di atas kasur tepat di samping nya.
"Aarrr.. Hoammm.." Angga berusaha untuk menyadarkan diri nya terlebih dahulu.
Eki tertawa melihat wajah Angga. Angga malah membuat Eki tertawa dengan wajah nya.
"Bagaimana bisa kau ada di sini?" tanya Angga Melihat ke sekeliling nya masih sangat sepi tidak ada Tania. Tiba-tiba Tania keluar dari kamar mandi.
"Eki kenapa kamu mengganggu Tuan Angga?" tanya Tania.
Eki Takut di ambil dia langsung bersembunyi pada Angga.
"Maafin anak saya Tuan." ucap Tania. Angga duduk. Eki duduk di pangkuan Angga.
"Nanti malam saya di undang ke acara pernikahan teman saya. Saya mau kau menjadi kekasih pura-pura saya!" ucap Angga.
"Tapi Tuan.."
"Kau tidak perlu khawatir, saya akan membayar kalau semua nya berhasil seperti yang saya inginkan!" ucap Angga.
__ADS_1
"Bukan itu Tuan, tapi Tuan yakin akan membawa saya?" tanya Tania.
"Saya ingin kau merubah penampilan mu ini. Dan jangan membuat saya malu!" ucap Angga.
"Tapi Tuan tau sendiri saya adalah anak dari orang yang.."
"Saya tidak mempermasalahkan itu! Saya butuh pasangan untuk malam ini." ucap Angga.
"Saya takut kalau dengan mengajak saya Tuan akan malu. Orang tua saya sudah bangkrut, saya juga sudah janda." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang. "Apa yang Masalah dengan itu? Justru mereka semua iri karena melihat Wanita seperti kamu berhasil dekat dengan pria seperti saya!" ucap Angga.
Tania Menghela nafas. "Tidak ada penolakan saya ingin kamu ikut. Jangan membawa Eki karena acara ini khusus orang dewasa saja!" ucap Angga.
"Siang ini Eki akan di bawa kembali oleh Nada Tuan. Saya minta maaf Eki di sini sangat banyak merepotkan Tuan." ucap Tania.
"Badan nya belum lebih baik." ucap Angga. "Sudah Tuan. Dia juga sudah tidur tenang dia juga makan lebih banyak." ucap Tania.
"Jangan mengantarkan nya pulang!" ucap Angga.
"Kalau dia di sini saya akan terganggu bekerja dan juga tuan akan terganggu." ucap Tania.
"Saya bilang jangan yah jangan!" ucap Angga. Dia mengelus punggung Eki yang sangat anteng duduk di pangkuan Angga.
"Bagaimana kalau Eki lebih menyusahkan dari pada ini tuan?" tanya Tania. "Itu adalah urusan kamu punya anak!" ucap Angga.
"Itu sebabnya saya tidak ingin Eki mengganggu." ucap Tania. "Dia tidak mengganggu saya, dia juga tidak rewel." ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang. "Baiklah Tuan saya akan menunggu Eki sampai lebih baik." ucap Tania.
"Kau mau kemana?" tanya Angga. "Saya harus menyiapkan sarapan dan juga saya belum menyelesaikan pakaian yang saya setrika." ucap Tania.
Tania mau membawa Eki namun Angga tiba-tiba menahan tangan Tania. Tania kaget dia menatap wajah Angga.
"Biarkan saja dia di sini, saya tidak ke bekerja hari ini!" ucap Angga.
"Loh kenapa Tuan?" tanya Tania.
"Jadwal saya kosong." ucap Angga.
Ketika jadwal Angga kosong membuat nya sedikit kurang nyaman karena Angga akan Selalu di rumah nya. Tania tidak akan bebas melakukan apapun yang mau dia lakukan.
Tidak beberapa lama Tania keluar meninggalkan Eki bersama Angga, dia ingin menyiapkan pekerjaan nya dengan cepat agar dia bisa menjahit.
__ADS_1
Angga kembali berbaring, Eki langsung ikut berbaring namun dia sangat aktif sehingga Angga yang di ganggu tidak sabar dia mengerjai Eki.
Tempat tidur sangat berantakan sekali karena melemparkan bantal ke bawah dan juga Angga mengajak Nya gelut.