Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 110


__ADS_3

"Sebentar lagi aku akan menjadi calon Kakak ipar nya dan Papah untuk Eki. Aku harus belajar melakukan yang terbaik, memahami mereka. Karena kalau menikah bukan hanya mencintai kamu, tapi mencintai anak dan memperdulikan Adik kamu." ucap Angga.


Tania tersenyum. "Pacar ku ternyata cukup dewasa." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Aku akan memberikan yang terbaik untuk kalian sebisa ku." ucap Angga. Tania sangat terharu dia memeluk Angga.


Eki mengganggu mereka dengan cara bergayut di paha Angga. Tania dan Angga tertawa.


Sementara Mona di dalam kamar nya duduk Memeriksa ponsel nya. "Kenapa sih nomor ini membuat penasaran?" batin Mona.


"Mona.. kenapa kamu belum keluar makan siang?" tanya Tania masuk ke dalam kamar.


Mona mematikan ponsel nya. "Ini sudah mau keluar kok mbak." ucap Mona.


Tania memerhatikan Mona. "Kok kamu gugup gitu sih? Kamu menyembunyikan sesuatu yah?" tanya Tania.


Mona menggeleng kan kepala nya. "Oh iya mbak mau ngasih tau kemarin mbak gak sengaja menemukan surat untuk kamu." ucap Tania.


"Surat? Surat apa mbak?" tanya Mona.


"Mbak berfikir itu untuk mbak, namun saat di buka ternyata untuk kamu, namun isi nya hanya ingin tau kabar kamu saja, mungkin itu adalah teman jauh kamu." ucap Tania.


"Mana surat nya mbak?" tanya Mona. "Ada di rumah." ucap Tania. Mona langsung keluar untuk mencari surat ke rumah mereka.


Dia menemukan di samping tempat sampah.


"Siapa yang mengirimkan ini?" ucap Mona. Dia memerhatikan tulisan yang tidak asing sama sekali bagi nya. "Aku seperti mengenal tulisan ini, ini tulisan Siapa yah." batin Mona.


"Tomi!! Iyah aku ingat jelas ini adalah tulisan Tomi." ucap Mona. "Berarti ini adalah nomor Tomi." ucap nya.


"Tapi... Kalau mbak Tania tau aku mencari tahu kabar Tomi dan Tomi mengirimkan pesan pada ku dia pasti akan sangat marah." batin Mona.


"Bagaimana ini? Di sisi lain aku merasa bersalah, tapi aku sangat merindukan Tomi. aku ingin tau kabar nya." ucap Mona.


Dia memutuskan untuk kembali ke rumah Bibik Sisi. "Ayo makan sama-sama." ucap Angga kepada Mona.


Mona menganguk sambil tersenyum dan duduk di samping Tania.


"Kamu sudah menemukan surat nya?" tanya Tania.

__ADS_1


"Surat apa?" tanya Angga.


"Kemarin seseorang meninggalkan surat untuk Mona." ucap Tania. "Oohhh." ucap Angga.


"Oh iya kalau boleh tau siapa yang membuat kamu sampai koma beberapa hari di rumah sakit?" tanya Angga kepada Mona.


"Mantan kekasih nya, Nama nya Tomi. Aku sudah melarang beberapa kali Mona bergaul dengan nya, namun Mona tidak mau mendengar kan, kalau aku melihat dia lagi, aku akan mematahkan leher nya." ucap Tania.


"euiiiii!!! kamu sadis banget." ucap Angga.


"Dia sungguh tidak bertanggung jawab, kalau Mona meninggal pada saat itu bagaimana? Kalau dia mau mati jangan bawa-bawa adik ku." ucap Tania.


"Sudah jangan marah-marah seperti itu. Lihat tuh Eki jadi takut." ucap Angga.


"Membahas saja mbak Tania marah, apa lagi tau tentang ini." batin Mona.


Mereka pun Makan siang sama-sama. Di rumah Livy memutuskan untuk menyusul Angga ke kantor nya, namun tidak ada di sana.


Akhirnya dia memutuskan untuk menemui Fani.


Fani yang sedang di apartemen nya fokus menonton Drakor membuat nya kesal karena bel apartemen nya berbunyi.


"Ada apa?" ucap Fani. Namun terkejut karena melihat Fani di Balik pintu.


"Begitu cara kamu berbicara dengan kekasih bos mu?" ucap Iivy.


"Non Livy ngapain ke sini?" tanya Fani.


"Saya ingin bertanya di mana Angga? Kenapa dia tidak ada di kantor nya?" tanya Livy.


"Humm paling menemui Tania," ucap Fani. Namun tiba-tiba dia menutup mulutnya karena keceplosan.


"Menemui Tania?" ucap Fani.


"Maksud saya. Menjemput Tania agar bekerja lagi." ucap Fani.


"Saya mau alamat Tania sekarang, berikan kepada saya!" ucap Livy.


"saya tidak tau di Mana rumah Tania, saya tidak memiliki alamat nya." ucap Fani.

__ADS_1


"Jangan berbohong kamu! Kalau kamu berbohong saya akan membuat kamu dalam masalah!" ucap Livy.


"Saya serius non, saya tidak tau." ucap Fani. Livy langsung pergi dari sana.


"Aduhh!!! Bagaimana ini? Kenapa harus keceplosan segala Sih." ucap Fani. "Ah sudahlah semua nya sudah terlanjur. Aku mau lanjut Nonton." ucap nya.


"Aku harus mencari di mana alamat Tania." ucap Livy. dengan kesal dia masuk ke dalam mobil kembali ke rumah mencari tau alamat Tania dari pelayan yang dekat dengan Tania.


"Tok!! Tok!! tok!!" Baru saja fokus menonton tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartemen Fani.


"Siapa lagi ini?" tanya Fani dengan kesal membuka pintu. Ternyata Rendi. Fani mau menutup pintu langsung di tahan oleh Rendi.


"Aku mau bicara dengan kamu, aku mohon Fani." ucap Rendi.


"Aku tidak mau, aku lebih memilih pertemanan yang baik dari pada harus musuhan." ucap Fani.


"Kamu selalu menghindari aku. Aku hanya ingin berbicara sebentar." ucap Rendi. "Aku tidak mau di ganggu." ucap Fani.


"Fani kamu tau Kan kalau aku mencintai kamu, aku mohon jangan seperti ini." ucap Rendi.


"Kalau aku tau kamu seperti ini, sebaik nya aku tidak perlu kenal sama kamu, karena kamu persahabatan aku dengan Dara berantakan." ucap Fani.


"Cinta tidak bisa di paksain Fani." ucap Rendi. "Kalau aku tidak menyukai kamu, aku tidak ingin melihat wajah mu, sebaiknya kamu pergi." ucap Fani.


Rendi Menghela nafas panjang. "Maafin aku sudah mengganggu kamu." ucap Rendi. Dia membiarkan Fani menutup pintu.


Fani mengunci langsung. Dia bernafas lega. "Maafin aku Rendi, Tapi aku tidak ingin hanya karena cinta pertemanan kita bertiga hancur." ucap Fani.


Dia merasa tidak ada lagi Rendi di depan dia mengintip dan ternyata Rendi sudah pergi. Dia membuka pintu memastikan nya. Dia melihat ada Kantong belanjaan di depan.


Ternyata isinya makanan dan banyak jajanan.


Rendi sangat sering memberikan makanan di depan pintu Tampa sepengetahuan Fani.. Namun Fani tidak memakannya melainkan memberikan ke tetangga sebelah nya.


Namun kali ini ada surat.


"Aku sangat minta maaf membuat kamu risih dengan perasaan ku pada mu. Tapi asal kamu tau aku tidak bisa memaksakan kamu, aku berfikir aku benar-benar harus mundur." ucap Rendi.


Fani Menghela nafas panjang. "Bagus deh kalau kamu berfikir seperti itu." ucap Fani. dia membawa makanan itu ke dalam apartemen nya memakan nya sambil menonton TV.

__ADS_1


Di rumah Livy sangat kesal karena tidak ada yang tau alamat Tania. Dia sama sekali tidak percaya itu sebabnya dia kesal. Dia menelpon Angga namun tidak di jawab.


__ADS_2