Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 20


__ADS_3

"Astagfirullah Bu, berhenti menuduh kami yang tidak-tidak." ucap Tania. Mona sama sekali tidak perduli, dia langsung masuk ke dalam rumah.


"Heh Tania! Kalau mau seperti ini jangan tinggal di kompleks ini! Kami malu mempunyai tetangga seperti kamu ini, huff kalau memang sudah janda ya pasti seperti ini!" ucap ibu itu langsung pergi.


Tania harus beristighfar beberapa kali untuk sabar, menahan diri. Dia menghela nafas panjang.


Namun Eki merengek mungkin karena di luar sudah Magrib akhirnya dia pun masuk.


"Mona kamu dari mana saja dek?" tanya Tania menyusul Adik nya ke kamar.


"Mbak tidak perlu tau." ucap Mona.


"Kamu kenapa sih dek? Kalau ada masalah cerita sama mbak, jangan bolos sekolah seperti ini." ucap Tania.


"Aku capek banget mbak, lebih baik mbak tinggalkan aku di sini sendirian." ucap Mona.


"Ini sudah mau magrib, kamu gak sholat dulu?" ucap Tania.


"Aku mau istirahat mbak, aku capek." ucap Mona.


"Mbak sudah ada uang nih untuk jajan kamu besok. Kamu sekolah yah besok." ucap Tania memberikan sisa uang nya pada Mona.


Mona mengambil Uang itu dan langsung tidur.


"Jangan lupa sholat yah dek." ucap Tania dengan lembut.


Dia keluar dari kamar Mona. "Ya Allah kuatkan lah hamba dengan segala cobaan mu ini. Hamba pasti kuat." batin Tania dia menutup pintu kamar.


Setelah sadar Tania keluar Mona bangun dia melihat uang yang di berikan pada nya. "Kalau seperti ini kan aku bisa ikut nongkrong makan siang sama teman-teman ku lagi di Cafe mahal." ucap Mona.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi itu telepon dari kekasihnya Tomi. Mereka pun berbincang-bincang.


Di luar Tania sholat isya sebelum dia tidur. Setelah selesai dia melipat sajadah nya. "Anak Mamah belum tidur? Kenapa belum tidur sayang?" ucap Tania naik ke atas kasur.


Eki berceloteh, "Tadi kamu kebanyakan tidur sih, jadi nya begadang deh sekarang." ucap Tania.


"Papah.. Pa.. Pah.." kata-kata yang keluar dari Eki. Tania tersenyum mendengar itu. "Anak Mamah sudah mulai bisa ngomong." ucap Tania.


Dia sangat senang sekali, dia mengajarkan memanggil Mamah juga, Eki hanya bisa tersenyum.


"Tidak terasa Eki sebentar lagi sudah dua tahun. Semoga Mamah bisa membesar Eki menjadi anak yang Sholeh, berbakti kepada orang tua, jadi Anak yang baik." ucap Tania mencubit pipi Eki.


Dia membuka Handphone nya melihat pesan dari Nada yang marah-marah karena tidak membalas pesan nya dari tadi.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel nya langsung di telpon oleh Nada.


"Halo Nada. Aku minta maaf baru membuka pesan kamu, aku sangat sibuk mengurus Eki." ucap Tania.


"Tidak apa-apa, sekarang kamu di rumah kamu kan?" tanya Nada.


"Iyah, Besok pagi aku akan mulai bekerja di rumah Tuan Angga." ucap Tania.


"Bagus deh, aku Besok nganterin kamu ke rumah Tuan Angga." ucap Nada.


"Tapi.." "Aku tidak Akan datang telat, sampai jumpa Besok." ucap Nada langsung mematikan sambungan telepon.


Tania Menghela nafas sambil meletakkan handphone nya.


"Wajar saja Nada tergila-gila dengan Pria seperti Tuan Angga. Dia memiliki rumah yang sangat besar, karyawan dan pekerja lainnya sangat banyak, bahkan dia sangat terkenal. Wanita mana yang tidak menginginkan uang." batin Tania.


"Wanita di luar sana mungkin akan mengabaikan sifat nya yang sangat Arongant hanya karena uang dan ketampanan Tuan Angga." ucap Tania.


Namun tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone nya.


Dia membuka nya dari nomor baru.


"Jangan lupa untuk datang pagi ke rumah Saya! Karena besok kau harus segera menyelesaikan Jas itu." isi pesan dari nomor baru.


"Huff handphone ku seperti nya tidak bisa di gunakan lagi. Dia lebih sering error." ucap Tania. Dia meletakkan Handphone nya dan berbaring di samping anak nya itu.


Di tempat lain Angga sedang duduk di tempat tidur nya memegang handphone nya.


"Bisa-bisa nya dia hanya membaca pesan ku Tampa membalas nya? Cihh dasar wanita tidak mempunyai sopan santun!" ucap Angga.


Dia merasa kesal melemparkan handphone nya ke dekat kaki nya namun tidak sengaja kaki nya yang sakit terkena.


"Aaa!! Sakit sekali!" ucap nya. Dia berteriak tiba-tiba Dara masuk.


"Ada apa Tuan?" tanya Dara panik.


Bodyguard juga masuk.


"Tidak ada! kalian keluar saja!" ucap Angga langsung berusaha untuk cool seakan tidak terjadi apa-apa.


"Tuan yakin?" ucap Dara lagi.


"Saya katakan keluar yah keluar!" ucap Angga. Mereka akhirnya keluar.

__ADS_1


Angga langsung berubah menjadi kesakitan.


"Huff kenapa sampai sesakit ini?" ucap nya kesal.


"Ini semua karena wanita penjahit itu! Awas saja!" ucap Angga.


Keesokan harinya. Tania melihat Mona sudah berangkat ke sekolah, dia juga siap-siap berangkat ke rumah Tuan Angga. Namun dia sangat terkejut ada dua mobil berhenti di halaman nya yang kecil.


"Selamat pagi Bu Tania, saya menjemput Bu Tania lebih pagi atas perintah Tuan Angga." ucap Supir.


"Tunggu dulu deh Pak. Lebih baik Tania bersama saya ke rumah Tuan Angga. Bapak bisa santai istirahat sejenak." ucap Nada.


"Tidak bisa Bu. Saya harus melaksanakan perintah dari Tuan Angga. Dan juga Tuan Angga tidak menerima tamu sebelum ada ijin dari tuan Angga." ucap supir.


"Dia adalah bos saya Pak, sebelum nya juga Tuan Angga sudah bertemu dengan bos saya." ucap Tania.


"Tapi Bu. Ibu bukan lah Tamu, atau kerabat yang sangat dekat dengan Tuan Angga sehingga bisa membawa orang lain sembarangan." ucap supir.


Tania dan Nada yang mendengar itu langsung sadar diri.


"Baiklah kalau begitu lebih baik telpon tuan Angga terlebih dahulu." ucap Nada.


"Tuan Angga sedang tidak bisa di ganggu. Lebih baik Bu Tania segera masuk ke dalam mobil." ucap Supir.


Tania menoleh ke arah Nada.


"Ya udah deh gak apa-apa. Tapi tolong kasih ini ke tuan Angga yah " ucap Nada memberikan kotak yang lumayan besar seperti nya kotakk makanan yang di bungkus rapi dan cantik.


Tania mengambil nya dan membawa masuk ke dalam mobil. Setelah itu dia pun pergi. Nada tersenyum melihat Tania pergi sambil melambaikan tangan nya.


"Humm semoga saja Tuan Angga suka." ucap Nada.


"Loh ini kan pemilik butik yang lagi viral itu. Bagaimana bisa dia sini? Apa dia berteman dengan Tania?" ucap ibu-ibu yang lewat mau belanja.


"Kenapa yah Bu?" tanya Nada.


"Judes banget sih," ucap ibu itu.


"Lagian ibu sendiri yang mengatai saya." ucap Nada.


"Humm sangat cocok sih berteman sama Tania. Kelihatan nya bukan wanita baik-baik."


"Mungkin dia menjual pakaian dan sambil menjual yang lain juga." ucap ibu itu lagi. Nada sangat kesal sehingga memaki ibu itu Tampa ada rasa segan dia juga mau menjambak rambut nya namun langsung di tahan.

__ADS_1


__ADS_2