
"Di mata seorang Angga di hidup nya hanya mementingkan pekerjaan. Aku tidak heran lagi, aku sudah lama dengan kamu." ucap Livy.
."Jangan ngambek gitu dong, lain kali kalau kamu butuh sesuatu minta saja, semua akan aku kasih." ucap Angga.
Di siang hari nya Angga sudah di air port untuk kembali ke Indonesia. Sementara Tania baru bisa istirahat dia memberikan Anak nya Makan dan setelah selesai dia lanjut Makan.
"Badan ku kenapa sakit-sakit seperti ini yah?" ucap Tania memijat-mijat lehernya. "Huff mungkin ini masuk angin." ucap Tania sambil mengoleskan minyak kayu putih di leher nya.
"Semoga saja Lelah ku ini menjadi berkah untuk masa depan adik dan anak ku." ucap nya. Dia melihat Eki yang asik main-main.
Setelah selesai makan dia lanjut bekerja. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Aris.." ucap Tania sangat senang sekali.
"Halo Aris.. Kenapa kamu baru menghubungi aku setelah dua Minggu?" ucap Tania.
"Maafin aku yah. Aku juga baru selesai bekerja. Tapi hari ini aku akan ke rumah kamu." ucap Aris.
"Kamu serius?" ucap Tania. "Iyah aku serius. Aku juga sudah merindukan kamu." ucap Aris.
"Aku akan memberikan alamat ku yang sekarang sama kamu." ucap Tania. Aris menginyakan.
"Aku pikir dia sudah melupakan aku, namun ternyata dia masih mengingat ku." ucap Tania dia sangat senang sekali.
Di sore hari nya kerjaan nya belum selesai namun Sudah waktu nya untuk pulang. "Sudah mau pulang mbak?" tanya kasir. "Iyah Kak. Bagaimana hari ini masih rame?" tanya Tania.
"Sangat ramai Mbak. Ini semua karena jahitan mbak yang sangat bagus, model-model nya juga tidak kalah keren." ucap Kasir. "Ah kakak bisa saja. Bahan nya yang Bagus dan juga mahal." ucap Tania.
"Ini ada titipan dari Bu Nada untuk mbak. Ini adalah Tip hari ini. Dia juga bilang kalau dia tidak bisa pulang hari ini karena ada acara keluarga di rumah orang tua nya." ucap Tiara.
"Oohhh baik lah kalau begitu kak." ucap Tania. Dia dan Eki meninggalkan Butik itu. "Alhamdulillah hari ini aku bisa naik taksi pulang ke rumah, kasihan Eki pasti kepanasan kalau naik gojek." ucap Tania. Mereka pun masuk ke dalam Taksi yang sudah di hentikan.
__ADS_1
Sebelum pulang ke rumah Tania berhenti membawa anaknya untuk belanja jajan dan juga bubur nya.
Sudah lama dia tidak membawa anak nya jalan-jalan. Setelah Sampai di Transmart dia sangat senang, pikiran nya sangat tenang.
Dia juga meminta adik nya ke sana. "Mbak Tania sudah gajian yah?" ucap Mona.
"Enggak dek, tadi Nada kasih mbak tip yang lumayan banyak. Kamu juga pasti stress tidak kemana-mana." ucap Tania.
"Terimakasih yah mbak sudah mau bawa aku dan Eki." ucap Mona. Tania tersenyum. "Oh iya mbak aku gak enak lama-lama di rumah mbak Nada." ucap Mona.
"Besok kita sudah balik ke rumah lama kita kok. Kamu jangan khawatir preman itu akan datang lagi." ucap Tania.
"Tapi Mbak aku gak mau di sana." ucap Mona. "Untuk saat ini Sabar yah dek, mbak akan mencari uang yang banyak agar kita bisa pindah dari sana." ucap Tania.
"Mbak selalu bilang seperti itu, sudah sangat lama kita tinggal di rumah jelek, kecil seperti itu." ucap Mona. "Iyah dek mbak paham kok kalau kamu tidak nyaman.. Namun tidak ada yang bisa kita kakak lagi." ucap Tania.
Mona diam. "Ayo Makan saja, setelah itu kita pulang." ucap Tania. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah Nada.
Suara klakson mobil terdengar di depan. Tania berjalan keluar.
"Aris." ucap Tania sangat senang sekali. "Aku sangat merindukan kamu." ucap Tania memeluk Aris. Aris tersenyum dia juga langsung memeluk Tania.
"Apa kamu sangat merindukan aku?" ucap Aris. Tania menganguk. "Aku juga kok." ucap Aris. Tania menangis di pelukan Aris.
Eki yang melihat Aris berceloteh tidak jelas sampai membuat Aris gemes sekali. "Eki Sayang." ucap Aris membawa Eki ke gendongan nya.
"Kamu semakin gendut saja." ucap Aris mencium pipi Eki.
"Selama dua Minggu kamu kemana saja? Aku tidak bisa menghubungi nomor kamu." ucap Tania.
"Maafin aku, tapi sekarang kan aku sudah di sini." ucap Aris. Tania tersenyum.
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa pindah ke sini? Ini rumah siapa?" tanya Aris. "Ini adalah rumah teman ku, ada masalah kemarin sehingga aku harus di sini." ucap Tania.
"Masalah? Apa ada orang yang menagih hutang lagi?" tanya Aris. "Benar, mereka mengacak-acak rumah membuat Mona trauma di waktu aku Masih bekerja." ucap Tania.
"Yang sabar yah. Maafin aku, aku sungguh tidak tau akan terjadi hal seperti ini." ucap Aris. "Kamu gak salah kok." ucap Tania.
"Aku juga sudah berhenti dari tempat bekerja ku biasa. Sekarang aku jadi tukang jahit di butik teman ku yang punya rumah ini." ucap Tania.
"Kamu jadi tukang jahit?" ucap Aris. "Aku hanya bisa melakukan itu untuk saat ini." ucap Tania.
"Jahitan kamu sangat Bagus, kamu pasti mendapat keuntungan dari sana. Sudah lama aku mengatakan kalau kamu sangat Cocok jadi penjahit." ucap Aris.
"Alhamdulillah sekarang aku memiliki uang untuk bisa mencukupi keperluan aku, Mona dan Eki." ucap Tania.
Tania dan Aris tidak bisa berbicara lama-lama. Aris mencari penginapan terdekat karena Besok dia mau mengajak Tania jalan-jalan.
Keesokan harinya Tania dan Eki baru saja sampai di butik. Dia kaget melihat mobil yang sangat tidak asing baginya.
"Kenapa ada mobil Tuan Angga?" ucap Tania.
"Non Tania. Gawat sekali di dalam ada Tuan Angga marah-marah ingin bertemu dengan Mbak." ucap Kasir.
Tania masuk. "Ada apa Tuan? Apa yang Tuan lakukan sehingga membuat semua nya kacau." ucap Tania.
"Akhirnya kamu datang juga. Saya mau protes dengan Jas saya yang kurang bagus. Saya sudah membayar cukup mahal untuk jas itu." ucap Angga.
"Saya sudah melakukan yang terbaik tuan. kesalahan saya di mana?" tanya Tania.
"Saya mau kamu membuat kan saya jas baru. Yang lebih bagus. Saya tidak mau tau Dalam jangka Tiga hari sudah selesai." ucap Angga.
"Saya tidak bisa Tuan, saya sudah menyiapkan jas pesanan Tuan sesuai permintaan Tuan. Kalau Tuan yang baru silahkan berbicara dengan Kasir kami." ucap Tania.
__ADS_1
"Berani-beraninya kamu menolak permintaan saya. Kamu akan tau akibatnya sendiri." ucap Angga.